Tumbuhkan Kartini Baru
Maryati Arifudin, 9 Ramadhan 1442 H

Pejuang pena lahir di negeri tercinta terkenang jasanya. Hingga saat ini harum namanya. Siapakah dia pahlawan wanita Indonesia?

Jasa-jasa kepahlawannya punya bulan istimewa untuk dikenang oleh semua kalangan. Di bulan April bertepatan tanggal dua puluh satu. Teristimewa lagi, satu-satunya nama pejuang wanita yang sering diperingati setiap tahun sekali karena jasa-jasanya.

Cita-cita pahlawan wanita itu sungguh mulia. Kita bisa berkaca dari perjuangan RA Kartini menyampaikan ide-ide pembaharuaanya tersebar di belahan Negeri Belanda. Beliau membuktikan bahwa pejuang pena mampu membuat dampak perubahan.

Akibat pesan-pesan tersebar dan terbacakan maka perubahan adalah suatu keniscayaan. Perjuangan RA Kartini telah membuktikannya. Dengan penanya mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikkan. Rekam jejak tulisan penanya dapat ditemukan oleh semua kalangan. Sehingga, sampai sekarang setiap Bulan April masyarakat mampu mengenang.

Bersama kartini, kita bisa sama-sama berjuang tuk menularkan pesan-pesan kebaikan. Bertujuan penyadaran, memotivasi, mengedukasi, membangun peradaban, dll.

Dengan menulis kebaikan yang tersebar ke media atau media sosial lainnya. Saat ini mudah dilakukan. Jarak tidak menjadi penghalang informasi langsung bisa terbang. Bagi yang akan meniru langkah perjuangan ayo kita bergandengan tangan. Tuliskan pesan kebaikan dan tebarkan ke semua sahabat atau kerabat. Bukti nyata itu ada, Kartini bersama kawan-kawan mampu berjuang tuk membangun peradaban.

Cita-cita mulia dari pahlawan wanita boleh dimiliki oleh siapa saja. Apalagi melanjutkan cita-citanya sungguh sangat istimewa. Membuat perubahan berupa tulisan agar terbaca sahabat, kerabat, atau bahkan umat.

Mengaca aktivitas Kartini yang penuh manfaat. Lewat surat-surat menyampaikan ide-ide untuk berbuat. Berbuat memajukan umat sesuai kodrat, akibat ilmu yang Beliau dapat. Beliau berjuang sesuai fitrah kewanitaanya tidak menggunakan senjata berat. Tetapi, hasilnya jelas dan dapat terlihat.

Perhatikan perintah menulis ada dalam yang lurus ini. Surat Al Qalam ayat satu yang berarti: “Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan”. Perintah menulis dari Tuhan-Nya. Tuhan seluruh manusia yaitu Alloh SWT.

Sebuah tulisan lahir dari pemikiran. Pemikiran itu hasil dari apa-apa yang didengar, dilihat, dibaca, serta yang dirasakan. Al Qur’an menuntun kita untuk menggunakan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani dalam membaca ayat-ayat kauniyah alam semesta ciptaan Allah. Dengan berdasar kallam-Nya sumber kebaikan akan muncul, sampaikanlah kebaikan agar pembaca mampu ambil pelajaran.

Dalam surat Al-Baqarah [2]: 269, Allah SWT berfirman: “Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”

Tuliskan hikmah berupa kejadian, peristiwa, fenomena alam yang terdapat dalam ayat-ayat Al Qur’an. Kejadian atau peristiwa tentang penciptaan manusia dan alam semesta diciptakan. Sampaikan juga berita besar itu agar kita dapat mengambil pembelajaran. Sungguh! Ilmu Alloh itu sangat luas tebarkanlah tuk kemanfaatan umat.

Menulislah! Agar bertebaran maanfaat untuk mengisi bulan Ramadhan dengan tepat. Menulis apa saja yang dibaca dan dipikirkan tebarkan. Siapa tahu pembaca tergerak mampu menambah ketundukan dan kepatuhan pada pencipta-Nya.

Proses edukasi tumbuhkan Kartini baru, melalui tulisan bertebar manfaat. Dari pada menulis kata-kata tak sedap lebih baik kalimat bijak dan bermartabat. Agar bermartabat pesan kalimatnya tidak berat, enak disantap dan terasa lezat. Sehingga, si pembaca mau berbuat dan bertaubat.

Manfaatkan gawaimu untuk berbuat menebar kebaikan walau sesaat. Teknologi sangat mendukungmu untuk menghiasi hidup agar bermartabat. Lahirkan Kartini-Kartini baru di era melinial ini agar hidup bertebar bermanfaat. Walaupun jasamu tidak tercatat, namun dirimu telah berbuat. Memberi contoh pada generasi hebat.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *