“Gak ada air Pa, habis airnya”, kata salah satu guru memberitahu saat hendak ke kamar kecil guru. Akhirnya terpaksa menahan hajatnya karena tidak ada air. Spontan saya menyalakan mesin air untuk mengisi bak penampungan air atau biasa disebut toren. Repot juga kalau tidak air untuk keperluan bersih-bersih. Tak sampai 30 menit, toren yang berada di pojokan sekolah pun terisi penuh. Hajat yang tertunda akhirnya bisa bisa dituntaskan.

Kebutuhan akan air memang sangat penting di tempat-tempat seperti sekolah karena terdapat banyak orang. Dengan kebutuhan seperti itu, maka diperlukan toren agar dapat melayani kebutuhan orang banyak.

Toren berguna untuk menampung air yang diisi dari mesin air. Air yang sudaj tertampung akan dialirkan ke berbagai wadah lain melalui pipa. Itulah manfaat toren, dia sebagai penampung lalu mengalirkannya ke tempat lain.

Itulah karakter toren yang bisa diambil pelajarannya bagi kita. Sebagai penampung air, toren memiliki sifat terbuka, menimba ilmu, mencari rizki, dan berbagi.

Toren mengajarkan kita memiliki sifat terbuka. Kita sebagai manusia hendaknya memiliki sifat terbuka seperti toren tadi. Terbuka terhadap saran, masukan, dan kritik dari orang lain. Tidak menutup diri orang lain karena merasa paling benar dan pintar. Dengan sifat terbuka itu pula, toren mengajarkan bahwa kita membutuhkan orang lain dalam kehidupan. Tidak mungkin hidup sendiri tanpa bantuan dan pertolongan dari orang lain.

Si toren yang rendah hati. Agar dapat terisi air, toren tidak serta merta mengambil air seorang diri tapi dia tetap membutuhkan bantuan dari yang lain yaitu pipa. Tidak mentang-mentang berada ditempat yang tinggi lalu melupakan yang di bawah. Toren tetap meminta bantuan beberapa batang pipa untuk mengalirkan air agar dapat terisi.

Tidak ada manusia super. Manusia super hanya ada dalam komik dan film. Manusia adalah makhluk sosial yang berdampingan dengan manusia lainnya dan butuh bantuannya. Saling berinteraksi dan berkomunikasi. Berkawan dan bersahabat. Saling bertukar informasi dan sebagainya. Sebagaimana toren yang bersahabat dengan pipa untuk memebuhi kebutuhannya.

Si toren juga memiliki semangat untuk menimba ilmu dan mencari rizki sekaligus. Saat dirinya tak memiliki air, dia mencarinya dan mengisinya hingga penuh. Saat dirinya sudah terisi penuh, dia cukupkan dan tidak berlebihan. Si toren tidak serakah dan berlebihan. Mengambil sesuai dengan kebutuhan. Saat dirinya penuh dengan air, toren berbagi dengan mengalirkan airnya berbagai tempat yang membutuhkannya. Toren sangat dermawan dan tidak pelit dengan apa yang dimilikinya.

Seolah toren mengingatkan kepada kita agar selalu haus akan ilmu. Menimba ilmu sepanjang hayat. Sebagaimana Rasulullah mengajarkan “tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat”. Mencari ilmu dari usia muda sampai usia tua. Saat memiliki ilmu, maka tak sungkan berbagi kepada orang lain dengan mengajarkannya baik dengan jalur formal maupun non formal. Tak pelit dengan ilmu yang dimilikinya. Demikian pula saat mencari rizki kemudian memiliki banyak harta dari rizkinya itu berbagi kepada sesama. Mendermakannya dengan cara berzakat dari kekayaannya. Bersedekah dan berinfak kepada fakir miskin. Toren memberikan inspirasi agar selalu berbagi sebagaimana toren berbagi air. Allahua’lam []

Azwar Richard

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *