Oleh: Moh. Anis Romzi

Membaca sebuah postingan media sosial dari Direktorat Jendral GTK Kemendikbud melalui akun facebook. Itu tentang isi seminar yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem A. Makariem. Bahwa kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung visi, dan misi presiden menuju Indonesia maju. Pendidikan Indonesia mampu menghasilkan manusia berkarakter Pancasila. Berpikir kritis, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, gotong-royong, kreatif, berintegritas, dan berkebhinekaan global.

Ada tiga hal penting yang harus dilakukan guru untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Guru zaman ini tidak boleh diam. Mereka harus terus belajar mengembangkan diri. Tuntutan untuk para guru semakin kompleks. Guru berhenti belajar hanya akan menjadi pemilik masa lalu. Hasil pendidikan adalah cerminan kemampuan guru dalam proses pembelajaran. Tiga tanda guru kekinian untuk menghantar peserta didik menyongsong masa depan. Peran guru tidak tergantikan dengan teknologi apapun. Asala sang guru mau terus belajar.

Pertama guru harus banyak bertanya. Ini adalah sarana teladan mengantarkan murid memiliki kemampuan berpikir kritis. Salah satu karakter pelajar Pancasila. Nadiem Makariem dalam sambutannya pada seminar Virtual Nasional Pekan untuk Sahabat Karakter (PUSAKA) 10/12/2020. “ Untu meningkatkan profil pelajar Pancasila, dalam sehari-hari kita harus melakukan tiga hal. Di sistem pendidikan kita, kita harus mendorong murid-murid untuk menanya. Kita harus mendorong guru-guru untuk menanya.” Tanya adalah kerangka awal menuju kreativitas.

Seorang guru juga diharapkan banyak mencoba. Ini adalah kriteria kedua. Ini mencerminkan keberanian mengambil risiko. Percobaan tidak selalu mesti berhasil. Namun lebih baik gagal mencoba daripada tidak sama sekali. Keberanian guru untuk melepaskan diri dari zona nyaman harus diapresiasi. Dan ini penting diteladankan kepada peserta didik. Setiap percobaan mengandung risiko, namun keberhasilannya adalah sebuah kemerdekaan bagi guru. Dan keberhasilan itu pantas untuk dirayakan.

Ketiga seorang guru merdeka mampu menghasilkan banyak karya. Kinerja dari seorang guru dapat dilihat dari capaian peserta didik. Selain itu guru akan mulia karena karya yang dihasilkannya. Gambaran guru produktif adalah guru yang berkarya. Kinerja pun juga dapat diukur dengan karya yang telah dibuat seorang guru. Ini adalah bagian dari pengembangan diri sang guru. Karya yang diproduksi guru dapat berupa publikasi ilmiah, inovasi pembelajaran, dan teknologi tepat guna. Guru berkarya harus relevan dengan tugas utama yakni mendidik.

Tuntutan perubahan paradigma pendidikan tidak bisa dielakkan. Para peserta didik akan menghadapi masa yang jauh berbeda pada setiap rentangan waktu. Cara lama boleh jadi tidak relevan lagi. Namun karakter senantiasa tetap dari waktu ke waktu. Karakter seperti semangat, pantang menyerah, inovatif tidak lekang waktu. Cara harus baru, namun nilai karakter positif telah ada. Ini harus dipertahankan. Kematangan karakter positif diri akan mampu menghadapi perubahan apapun. Termasuk perubahan paradigma pendidikan.

Sekolah, guru, dan merdeka belajar harapan menuju student wellbeing. Para peserta didik dapat merasa bahagia menempuh pendidikan. Gagasan dan ide dihargai. Inilah tujuan akhir dari pendidikan Indonesia Maju. Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. Semua warga saling bertanya, saling mencoba untuk menghasilkan karya. Produktivitas suatu bangsa adalah banyaknya karya yang dihasilkan warganya.

Peserta didik berkarakter Pancasila menjadi tujuan ideal pendidikan bangsa. Mereka akan menjadi warga negara di masa depan. Peserta didik berkarakter pancasila ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi Indonesia dan dunia. Tiga tanda guru kekinian untuk pendidikan Indonesia maju. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 17 Desember 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *