scenic landscape of road in mountainous valley against misty sky

Temukan Jalan-Nya

Maryati Arifudin 16 Ramadhan 1442

Wahai saudaraku, masihkah hatimu mengeras membatu? Sungguh neraka itu tempat untuk melunakkan hati yang mengeras.

Sungguh seorang hamba harus selalu memperhatikan kondisi hati. Sebab posisi hati bisa sehat dan sakit. Hati yang sehat maka bercahaya akibat ketaatan yang dibangunnya. Sedang hati yang sakit adalah hati yang keras tidak mau mendengar perintahnya. Hati yang sakit selalu mengikuti bujukan syetan yang terkutuk.

Waspadalah jika hatimu sakit tidak mau mengingat Alloh. Tidak mau taat dengan aturan-aturannya. Sungguh, mereka itu dalam kesesatan yang nyata. Ada tanda awal hati mulai mengeras. Biasanya diawali dengan bermalas-malasan dalam menjalankan kebaikan dan ketaatan, serta menganggap enteng suatu kemaksiatan.

Mereka merasa nyaman hatinya untuk mengerjakan kemaksiatan. Karena mereka tidak menyadari bahwa perbuatan itu akan merugikan diri sendiri. Merugi kehidupan di dunia apalagi kehidupan akheratnya. Mereka orang-orang yang hatinya lalai mengingat Alloh dalam waktu berdiri atau berbaring.

Saat nanti, telah tiba hari akhir baru menyadari. Beginikah hari Qiyamat itu! Berita besar yang ada dalam ayat-ayat Al Qur’an  hanya dijadikan dongeng-dongen ketika berada di dunia saja.

Sungguh penyesalan bagi mereka tidak bersegera menyambut perintah-perintahnya. Mereka akan minta dikembali ke dunia lagi agar mampu berbuat sesuai dengan aturan-Nya.

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin [As-Sajdah  32:12]

Jika hatimu telah mengeras membatu maka celakalah pemiliknya. Ia akan binasa karena perilakunya. Renungkan! Alloh SWT berfirman dalam QS. Al-Hijr ayat 43-44 yang artinya: “Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu.

Ibnul-Qayyim rahimahullah menyampaikan ,“ Ada lima hal yang merusak hati yaitu banyak bergaul (berkumpul dengan manusia), (banyak) berangan-angan, tergantung kepada selain Alloh SWT , kekenyangan (banyak makan) dan (banyak) tidur.

Diantara kelima unsur itu sering membersamai dalam aktivitas sehari-hari maka waspadalah! Jangan sampai mendekat dirimu akan mudah berkhianat. Jika diri nekat mendekat, janganlah berharap bahagia, kedamaian, dan ketenangan kau dapat.

Ingat, lima unsur utama perusak hati kau mendekat maka dirimu hanya mendapat kesenangan sesaat. Karena lima jalan itu tidak sesuai syariat. Segera bertaubat jika ingin berharap akan kebahagiaan sejati kau dapat. Dekatilah sumber kebahagian sejati itu. Sungguh, sumber kebahagian sejati dari Tuhanmu Yang Maha Rahman.

Kembalilah kejalan Tuhanmu! Sungguh ketenangan hati hadir dari seorang hamba yang takut pada Tuhannya yang selalu menenuhi lisannya dengan dzikir.  Belajarlah untuk menempatkan hatimu disisi Tuhanmu, sungguh ketenangan dan kedamaian sejati akan kau dapat. Namun, jika kau melepas hatimu kepada manusia maka hatimu akan merana dan gersang.

Kekerasan hati yang tidak mau tunduk dengan perintah-Nya akan merana atau mati sengsara. Mereka hidup di dunia sengsara karena hatinya gersang akibat menjauhi hidayah Sang Illahi Robbi. Seluruh jiwa dan raga merasakan lara, ibarat kata “hidup segan mati tak mau”. Oh dunia akan membawa sengsara akibat tidak tahu jalan menggapai taqwa. Begitulah gambaran seorang hamba yang mendzolimi diri sendiri. Sungguh hidupnya akan merugi tidak mendapat kebahagian sejati.  

Bersegeralah! Kesempatan hadir saat bulan mulia untuk perbaiki diri. Pintu ampunan masih terbuka bagi siapa saja. Sebentar lagi akhir bulan ramadhan adalah pembebasan dari neraka. Ambil peluang itu, semoga kita semua terbebas dari api neraka.

Hadits al-Baihaqi menyatakan, “Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka”.

Coba kita semua belajar bermuhadabah diri. Muhasabah adalah langkah awal untuk menyadari kesalahan diri. Pengakuan diri tidak menyalahkan orang lain dan mencari kambing hitam akan dosa-dosa diri sungguh itu sikap terpuji. Sesungguhnya,  yang bisa mengobati hati adalah kemauan diri tuk selalu mendekati jalan Illahi Robbi.

Bersegera kembali ke jalan Tuhanmu. Lunakkan hatimu dengan menjalankan perintah-Nya. Jangan sampai   Alloh memalingkan hati-hati kita dari kebenaran. Sehingga, kita mampu meraih kebahagian sejati baik di dunia dan akherat nanti.

Referensi:

https://almanhaj.or.id/3625-hinanya-hati-yang-keras.html

http://m.voa-islam.com/news/muslimah/2011/08/24/15844/mengapa-hatimu-begitu-keras-dan-hidupmu-terasa-kacau/

https://almanhaj.or.id/3540-penyesalan-yang-tiada-berguna.html

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *