Tak Banyak Mengeluh, Selama Dikayuh

Oleh : Yani Lestari

Ada kesan manis pada kedua sepeda ini, bukan karena keren pada zamannya, namun karena kesetiaannya membersamai kami menuju tempat tugas. Tak banyak mengeluh selama kami kayuh, tak banyak masalah ketika menemani kami ke sekolah.

Sepeda mini ini merk Jemboly, yang dibeli dari hasil keringat kami sendiri. Sepeda ini dibeli ketika kami masih tinggal bersama Ibu Sukarmiati, kepala sekolah kami. Tidak enak rasanya jika setiap hari harus meminjam sepeda motor beliau untuk ke sekolah walaupun sebenarnya beliau tidak masalah meminjamkan sepeda motor kepada kami, namun kami sendiri yang tidak enak hati.

Minggu pagi kami bergegas mandi, kemudian berdandan rapi karena akan pergi ke kota membeli sepeda mini. Setelah menunggu beberapa saat, klotok (perahu motor) yang merapat di dermaga Jelapat pun berangkat. Klotok membawa kami menyeberangi sungai Barito yang luas dengan arus yang lumayan deras. Sesekali air menyibak tinggi hingga memercik ke baju kami. Hal yang biasa terjadi ketika kami menyeberangi sungai ini. Untunglah hari itu angin hanya sepoi-sepoi, jadi tidak menimbulkan gelombang air menjadi lebih tinggi lagi.

Sesampai di dermaga kota, kami segera turun dari klotok, berjalan kaki menuju toko sepeda mini yang kami cari. Sambil berjalan kami melihat ke kanan dan ke kiri karena ada beberapa toko yang memajang sepeda-sepedanya dengan rapi. Setelah pilih sana pilih sini, kami putuskan membeli sepeda mini merk Jemboly, warna merah dan hitam kesukaan kami.

Saat menunggu karyawan toko membersihkan sepeda dari bungkus kertas dan plastiknya, ada dua gadis yang lewat di depan toko. Ternyata kedua gadis tersebut mbak Wafirah dan Dwi Nur Hidayati teman seangkatan kami. Dan sesaat, kami melepas rasa rindu dengan canda dan cerita tentang tempat tugas masing-masing.

Hari sudah agak siang, kami pun pulang, mengayuh sepeda masing-masing menuju dermaga Kuin Cerucuk mencari klotok untuk menyeberang. Sambil menyeberang, sepeda masing-masing kami pegang, Mbak Prapti memegang yang merah sementara yang hitam aku pegang. Turun dari klotok, kami kayuh lagi sepedanya dengan hati yang senang. Jemboly-Jemboly sayang, antarkan kami pulang, dan besok tugas baru kalian akan dimulai. Setialah dengan kami, jangan buat kami resah dengan berbagai masalah.

0Shares

By Admin

One thought on “Tak Banyak Mengeluh, Selama Dikayuh”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *