Maryati Arifudin, 29 Ramadhan 1442

Masalah bermuncullan jangan risau, ada yang masih mau mendengar keluh kesahmu. Hadapkan wajahmu ke timur dan barat pasti kau mampu menemui Tuhan Yang Esa “Alloh SWT”.

Tuhanmu yang tidak bosan mendengar derita dan tangismu. Dekatkan hati dan pikiranmu tuk selalu berusaha jumpa dengan Tuhanmu. Usahakan setiap masalahmu, tak usah kau keluhkan pada orang asing. Nanti, akan membuat kusut hatimu. Dekatkan hatimu hanya bersama Tuhan Alloh Yang Esa itu, pribadimu akan tahu memaknai ujian hidup tuk mendewasakan dirimu.

Alloh telah sayang memilihmu tuk menerima ujian itu berwujud masalah-masalah dalam hidupmu. Sadarkan dalam hatimu, ujian itu tuk mengokohkan hatimu agar  selalu diri ini mau mendekat tuk sujud memohon pertolongan-Nya. Yakinkan pada dirimu, ujian itu mampu mendewasakan pribadimu dengan melatih ketundukan hanya pada Illahi Rabbi saja. Bukan ketundukan yang mengajakmu menyimpang memperturutkan  hawanafsu itu.

Tidak usah memilih jalan-jalan yang tidak diridhai jika ingin menemukan solusi yang bermanfaat tuk menenangkan diri. Cukup istimewa solusi ditawarkan pada semua insan dibumi. Solusi menyelesaikan malah tanpa beaya mahal hanya perlu tekad berdiri menjalankan perintah-Nya. Mendekat padanya maka tangan-tangan Sang Illahi Rabbi akan mendamaikan raga, hati dan pikiranmu.

Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (Surat Al-Baqarah, Ayat 45)

Mencari jalan-jalan lain dapat memunculkan kesesatan dihati dan pikiranmu. Pikiran kotor bersumber dari syaiton terkutuk itu akan menyesatkanmu. Bala tentara syaitan akan mengajakmu selalu berbuatan maksiat agar dirimu mengikuti langkah-langkanya. Langkah  nya berupa bisikan halus dan lembut yang memasuki hatimu tuk mendengarkan dan menjalani perintahnya yang menyesatkan hati, pikiran,  dan ragamu.

Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah. (Surat Al-Baqarah, Ayat 169)

Langkah syaitan itu nyata yang akan membawamu ke neraka selamanya. Suatu saat kita akan menyesalinya, jika mengikuti jalan pikiran yang melenceng dari ajaran Al Qur’an yang mulia. Sungguh, penyesalanmu nanti ada jika diri ini mengikuti bujukan dan rayuannya.

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Alloh) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang dhalim itu mendapat siksaan yang pedih. ( Surat Ibrahim ayat 22)

Jalan keluar dan solusi dari Tuhan-Mu ada, bukan mengada-ada. Inilah, jalan kebenaran yang harus diikuti oleh seluruh umatnya agar jalanmu benar dan terarah. Ikutilah jalan yang diridhainya agar hidupmu berkah dan selalu menemukan manfaat dalam menjalani kehidupan. Pastikan hidupmu akan terasa indah jika dirimu mau bersadar  atau berpijak sesuai Al Qur’an yang suci nan mulia.

Kokohkan hidupmu tuk menerima tantangan ujian dari Tuhanmu. Dirimu orang-orang terpilih dan sanggup menyelesaikan ujian satu persatu. Sungguh, bentuk ujian dari Tuhanmu sebagai tanda kasih sayang dari-Nya tuk menguji siapa yang benar-benar beriman atau kufur.

Yang menjadikan mati dan hidup, menyelesaikan Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun ” (QS. al-Mulk: 2)

Percayah! Inilah cara Tuhanmu mendewasakanmu maka dekatkan pada-Nya. Tuhanmu maha tahu tentang semua solusi permasalahanmu. Hanya hamba-hamba yang mampu menyandarkan seluruh hidupnya pada Ilahi Robbi semata adalah pribadi yang kuat menjalani ujian hidup itu. Sungguh! Seluruh manusia dimuka bumi ini makhluk yang lemah. Tanpa bersandar pada-Nya percayalah kita semua bukan siapa-siapa.

Jangan kau sesali hidup ini. Sadarlah! Kita tidak bisa milih  ujian apa yang hadir dalam hidup ini. Ingatlah! Semua ujian itu atas kehendak-Nya. Semua yang bernyawa pasti akan mendapat ujian itu.  Ujian itu tidak hanya berupa problema atau masalah yang ada. Ujian bisa berupa ujian  bencana, musibah, bahkan berlimpahnya materi jua bisa menjadikan sumber ujian bagi manusia.

Tundukkan hati kita semua, jika ingin mencari solusi di setiap problem kehidupan. Sikap saling menyalahkan akan membuat obor permasalahan makin membesar. Dudukkan hati jika kita ingin saling memperbaiki diri. Jangan membuka perbicaraan yang membawa pembenaran diri.

Saling memamahi itulah kunci berkomunikasi agar tidak menyakiti atau membuat lara masing-masing pribadi. Masing-masing pribadi punya prinsip harus kita belajar menghormati dan memahami. Tapi, ingat prinsip harus satu yaitu mentaati ajaran Illahi Rabbi bukan mencari pembenaran diri.

Jika semua permasalahan kita tundukkan dengan satu prinsip yang sama pasti jalan itu ada solusi. Solusi semua permasalahanmu hanya ada dalam kitab suci Al Qur’an cahaya hati. Pedomani kitab suci itu, jika mau hidupmu berarti dan tak merugi. Ikuti jalan Ilahi Rabbi, jangan kau ikuti bujukan syaitan yang melenakan hati.

Jika prinsipmu bertentangan dari kitab suci Al Qur’an itu artinya kita telah berlepas diri. Dan apapan permasalahan itu tidak mungkin dipersatukan lagi. Karena, kita telah berbeda dalam mempedomani dasar-dasar pemikiran yang fitrah itu. Jadikan, rujukan jalan yang lurus ini agar tidak menyesali nanti.

Jangan terlintas dipikiranmu tuk mengakhiri hidupmu dengan bunuh diri. Sungguh! Hidupmu akan menyesali, hidup di dunia sengsara dan matimu akan sia-sia. Karena, di hari akhir nanti kau tak bisa mencium bau surga. Mencium surga saja tak boleh apalagi merasakan surga. Ingat ya! Hidup di dunia ini hanya sementara saja bukan selama-lamanya. Kita tinggal menunggu gilirannya saja, maka persiapkan bekal terbaik di dunia yaitu taqwa.

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu, dan barangsiapa kesalahan demikian dengan hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka”. (QS. an-Nisa: 29-30)

Jika kau masih terlintas dipikiranmu nekad tuk menuju neraka. Ingat, gambaran neraka itu sungguh tempat yang tidak mengenakkan jiwa. Cukuplah neraka sebagai pengingat kita, bahwa  tempat itu panasnya berkali-kali lipat api dunia. Mampukah kita membakar diri di dalamnya? Kita semua tak sangguh merasakan panasnya neraka. Jangan sampai kita menyentuhnya, apalagi tinggal selamanya di dalam neraka. Ku bertanya, “Maukah hidupmu kau gadaikan hanya tuk dunia yang sementara?”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Neraka dinyalakan selama seribu tahun hingga tampak merah. Lalu dinyalakan lagi selama seribu tahun sampai kelihatan putih. Kemudian dinyalakan selama seribu tahun sehingga terlihat hitam. Hingga sekarang neraka itu hitam dan gelap.” (HR Tirmidzi).

Ingatlah! Jika itu terjadi musibah besar masuk ke neraka, pasti semua hamba akan menyesali. Sungguh! Kita tak sanggup masuk ke neraka-Mu. Oleh karena itu,  setiap hari selaku hamba hendaknya memperbanyak istighfar pada-Nya agar Alloh SWT menghapus dosa dan kesalahan ini. Sebelum pintu taubat tertutup tuk kita semua, mari kita berbenah diri. Penyesalan tak ada artinya,  jika maut telah memisahkan ruh dan raga kita ini.

Sebelum itu terjadi, jangan ikuti bujukan iblis yang menyesatkanmu. Percayalah! Jalan yang lurus ini memberi solusi hidupmu agar selamat dan bahagia selamanya walaupun ujian badai menerjang. Matimu tak akan sia-sia jika sabar dan sholat menghiasi dalam seluruh aktivitas hidupmu. Mumpung bulan ini masih bulan yang fitri tuk selalu bermuhasabah diri. Mari, kembali ke jalan Illahi Rabbi agar merasakan indah dan berkahnya hidup hari ini sampai akhir nanti.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *