Sisi Lain Kata Taqwa
(Abd Samad)

Alhamdulillah, kita senantiasa bersyukur atas segala karuniaNya. Bersyukur merupakan cara praktis untuk mengikat nikmat Allah swt.

Kemudian salam dan shalawat semoga tetap terlimpah atas diri nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat beliau, dan kita semuanya.

Alhamdulillah kita masih dibarikan kemampuan untuk berpuasa di hari ini. Semoga mampu mengantarkan kita menjadi manusia taqwa.

Puasa Ramadhan merupakan ketetapan Allah bagi orang-orang yang beriman.

Kewajiban puasa bertujuan agar orang yang beriman, mampu menjadi orang yang bertaqwa.

Orang yang bertaqwa adalah orang yang mampu melaksanakan perintah Allah dan sekaligus menjauhi laranganNya

Kata taqwa merupakan gabungan dari empat huruf Arab. Ta, qof, waw, dan alif.

Ke empat huruf itu mengandung banyak makna. Berikut merupakan makna-makna lain dari huruf taqwa.

Huruf pertama huruf Ta. Ta itu tawadhu. Tawadhu merupakan sifat terpuji yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Inilah sifat rendah hati dan tidak sombong. Menerima kebenaran dari siapa pun datangnya.

Syaidina Umar memikul segantang air di atas pundaknya, inilah bentuk sikap rendah hati, padahal beliau adalah orang terhormat.

Ibnu Atha’ berkata: “Tawadhu adalah menerima kebenaran dari siapa pun datangnya.

Orang tawadhu adalah orang yang memandang diri biasa saja, tidak ada kemuliaan yang harus dibanggakan terhadap sesama. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah.

Tawadhu menyangkut sikap hati baik terhadap Allah, maupun kepada sesama manusia.

Mereka yang melaksanakan puasa harus melatih dan meraih sifat ini, sehingga tawadhu menjadi akhlak dalam kehidupan.

Huruf taqwa yang ke dua qof. Qof bisa berarti qanaah. Qanaah itu menerima pemberian Allah dengan ridha, merasa cukup dengan anugerah-Nya.

Jabir bin Abdullah berkata, katanya Rasulullah saw bersabda. ” al qonaa’atu kanzun la yafna” artinya, “Qanaah (menerima pemberian Allah) adalah harta yang tidak pernah sirna”. ( HR Tabrani)

Qanaah adalah sikap tenang ketika menghadapi hilangnya sesuatu. Orang qanaah tidak memilik sikap serakah. Tidak pernah bersedih dengan masalah harta.

Sikap qanaah berhubungan dengan pemberian Allah. Mereka selalu siap menerima pemberian. Tidak pernah membanding-bandingkan.

Huruf yang ke tiga dari kata taqwa adalah huruf
Waw. Waw kependekan dari kata wara.

Wara berarti hati-hati. Berhati-hati dalam kehidupan. Berhati-hati dalam berbicara. Berhati-hati dalam urusan dunia, agar tidak jatuh ke dalam hal subhat, apalagi yang haram.

Asy-Syibly berkata, “Wara adalah sikap menjauhi segala sesuatu selain Allah”.

Abu Dzar al Ghifari berkata, Rasulullah saw bersabda: ” Min husnil islami almar-i tarukuhu ma la ya’nihi. Artinya, sebagian dari kebaikan tindakan keislaman seseorang adalah bahwa ia menjauhi segala sesuatu yang tidak berarti.”

Yang ke empat huruf alif. Alif bisa berarti Ikhlas. Ikhlas berarti menjadikan Allah satu-satunya sesembahan. Allah satu-satunya yang menjadi tujaan ibadahnya. Tidak mengharapkan apa-apa dalam pengabdiannya. Sepi dari pamrih.

Ikhlas menyembuhkan dari penyakit pamer. Sepi dirinya dari mengharap pujian. Tidak pernah takut dicela.

Mininal itulah empat sifat yang harus menghias hati, bagi orang-orang yang berpuasa. Dengannya akan terwujud menjadi akhlak mulia.

Semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan tahun lalu.

Samboja, 03 Ramadhan 1442H

Bersama kita semua

Kalimat
ramadhanmenulis
30harimenulis
30motivasikebaikan
0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *