banner 728x250

Senyum Para Dhuafa

orkestra kaum dhuafa
banner 120x600
banner 468x60

Menolong mereka berarti menyiapkan pertolongan untuk diri kita sendiri kelak di yaumil akhir

Oleh: Agus S. Saefullah
29 Ramadan 1443 H

banner 325x300

Suat hari Abu Dzar mendapatkan nasihat tentang enam hal dari Rasulllah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam “Musnad Ahmad” diriwayatkan begini,

Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), (5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan (7) beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia”.

Begitulah Rasulullah – manusia teragung di alam raya ini amat sangat dekat cintanya dengan orang-orang miskin. Sampai-sampai dikatakan kepada Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha Orang-orang miskin itu masuk ke dalam surga 40 tahun sebelum orang-orang kaya. Wahai ‘Aisyah, janganlah engkau menolak orang miskin walau dengan sebelah kurma. Wahai ‘Aisyah, cintailah orang miskin dan dekatlah dengan mereka karena Allah akan dekat dengan-Mu pada hari kiamat”, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Riwayat Tirmidzi.

Pada paruh akhir Ramadan ini kita diwajibkan oleh agama kita untuk mengeluarkan zakat fitrah. Salah Rukun Islam yang memiliki dimensi yang sangat tinggi. Para dhuafa yang hidup miskin di hari ini merekah senyumnya karena sekantung beras dari seluruh umat Islam akan dinikmati sebagai rezeki dari Allah Yang Maha Luas.

Jika kita renungkan, kewajiban yang tersambung setelah kita berpuasa ramadan satu bulan penuh begitu memiliki nilai yang sangat tinggi.

Satu bulan ini kita merasakan lapar dan dahaga, maka orang-orang yang berfikir akan merasakan betapa pedihnya hari-hari para dhuafa. Ramadan yang berdampak bagi orang-orang yang bertaqwa akan melahirkan jiwa-jiwa yang memiliki kepedulian terhadap sesama (social responsibility).

Selapar-laparnya kita sudah barang tentu ada maghrib yang menutup rasa lapar dan dahaga itu. Itupun hanya berlaku selama 29 atau 30 hari. Sementara itu Allah mentaqdirkan para dhuafa bisa makan pagi belum tentu sore, bisa makan sore belum tentu pagi.

Ini adalah ladang pahala yang begitu luas. Kasih sayang kita kepada lemahnya meraka adalah naluri yang seharusnya ada pada setiap jiwa-jiwa orang yang beriman.

Tentu jangan sampai terbatas pada zakat fitrah dan zakat maal saja. Ada infak dan sedekah yang harus terus tersambung dari sebagian rezeki kita kepada mereka. Kehadiran mereka adalah peluang berharga bagi kita melipat gandakan keberkahan dan menghilangkan noda-noda di dalam rezeki kita.

Sebelum semuanya terlambat, sebelum semua kesempatan itu hilang, sebelum ajal itu tiba. Bukankah Allah telah menyamoaikan penyesalan-penyesalan orang-orang yang kikir ketika di dunia.

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”. (Q.S. Al-Munafiqun: 10)

Maka berdekat dekatlah dengan mereka. Orang-Orang yang Rasulullah mencintai mereka selama hidupnya. Mereka adalah jaminan Allah atas keselamatan kita di akhirat. Menolong mereka berarti menyiapkan pertolongan untuk diri kita sendiri kelak di yaumil akhir.

Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin.” Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.  “Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat”. Riwayat Ahmad.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *