Oleh: Moh. Anis Romzi

Ada sesuatu dalam diri kita yang tidak terlihat. Itu menjadi pendorong kita melakukan tindakan. Ia membuat kita menjadi bergairah untuk berbuat. Ia bernama semangat. Manusia bertindak apabila didasari dengan semangat yang tinggi, maka segala halangan dan rintangan akan mudah dilalui. Namun, fakta bahwa semangat terkadang timbul tenggelam. Terkadang terang pun terkadang redup. Semangat itu energi untuk mendorong kita bergerak.

Hidup kadang naik turun. Termasuk di dalamnya semangat. Saat semangat meredup ada baik merefleksi kembali tujuan hidup. Ada harapan yang hendak dicapai. Ketika harapan dalam hidup itu melambai-lambai untuk dicapai, saat itulah semangat harus dilecut. Harapan inilah yang menguatkan semangat. Jangan pernah berhenti berharap kepada-Nya. Ketika harapan tersandar hanya pada-Nya semangat akan terus menyala.

Siapa saja yang memiliki keyakinan dan keberanian pada akhirnya akan berhasil. Mungkin tidak untuk hari ini. Namun pemilik keyakinan dan keberanian yang kuat, ia telah menyingkirkan tirani diri. Ketakutan adalah penjara yang tidak kelihatan. Keyakinan dan keberanian inilah yang membuat segalanya menjadi mungkin. Nothing is impossible (tidak ada yang tidak mungkin). Kuatkan keyakinan dan keberanian. Mereka mendekatkan kepada keberhasilan. Sisanya serahkan Sang Pemberi hidup.

Keberhasilan dekat dengan yang senantiasa berusaha. Ini karena perubahan harus diusahakan. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah apa-apa dari suatu kaum, sehingga mereka mengubah sesuatu itu sendiri (al-Qur’an). Usaha yang diiringi dengan semangat yang kuat memperbesar keberhasilan. Tetap semangat berusaha untuk mencapai cita karena-Nya.

Bergembira atas anugerah yang diberikan-Nya dapat membangkitkan semangat. Ini karena semangat bersemayam di dalam hati. Gembira itu menenangkan. Orang yang tenang mudah mengarahkan pikiran dan jiwanya pada kebaikan. Bahkan orang-orang bergembira karena rahmat-Nya itu  diperintahkan oleh-Nya. Gembira dan tenang jalan untuk mengembalikan semangat kembali menyala. Buatlah kegembiraan Anda sendiri. Rahmat-Nya teramat banyak.

Semangat itu ada tetapi terkadang redup. Ia tidak hilang namun menyusut. Kondisi jiwa seseorang memang cenderung tidak stabil. Itulah kita manusia. Jika memang semua terasa berat. Istirahatlah secukupnya. Dalam istirahat merenung, berpikir, dan berzikir kepada-Nya. Itu akan menenangkan. Janji-Nya dengan mengingat-Nya akan menenangkan hati. Setelah selesai nyalakan lagi semangat Anda.

Menulis dapat menjadi sarana menjaga semangat. Suasana hati berpengaruh besar terhadap naik dan turunnya semangat. Ia tidak terlihat, namun menjadi pendorong kita untuk bertindak. Jika saat hati Anda resah menulislah. Itu dapat menjadi obat keresahan yang menurunkan semangat. Apasaja semangat itu. Semangat bekerja, beribadah, bahkan semangat hidup. Sangat berbahaya apabila semangat hidup sudah redup. Menulislah agar semangat Anda timbul kembali.

Jaga semangat dengan doa dan ikhtiar berterusan. Semangat tidak pernah hilang, itu hanya perlu dinyalakan. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 2/2/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *