silhouette of man enjoying nature at dusk

Sampai Kapan Itu?

Maryati Arifudin, 12 Ramadhan 1442

Kesempatan jarang muncul dua kali, maka ambil kesempatan terbaik itu. Kokohkan tekadmu untuk meraihnya agar kita tidak menyesal kemudian hari.

Dari hadits riwayat Bukhari dan Muslim agar kita mampu memanfaatkan lima perkara sebelum hadir lima perkara.  Yaitu Manfaatkan  waktu sehat , waktu kaya, waktu muda, waktu lapang, dan waktu hidupmu untuk meraih ridla-Nya. Kewajiban kita sebagai seorang hamba agar memanfaatkan peluang itu untuk mencari ridha-Nya.

Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya. [al-Hasyr/59:7]

Mengingat perintahnya ku belajar mencoba bermuhasabah diri. Banyak waktu terbuang dengan tidak berarti karena kurang kontrol diri. Berhati-hatilah! Membuang waktu tanpa kendali dan tanpa manfaat lagi. Jika dirimu tidak segera bertaubat  pasti suatu saat akan menyesali. Ingatlah! Sadar diri saat akan mati, maka tak akan ada manfaat lagi.

Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami”.(QS.Yunus :92).

Tengoklah! Riwayat Fir’aun dan tertera dalam kitab suci Al Qur’an. Fir’aun terkenal dengan seorang raja yang bengis, sombong,  dan kejam. Saking sombongnya ia menganggap dirinya Tuhan. Perhatikanlah! Akhir kehidupannya ia ditenggelamkan di laut merah, jazadnya sampai sekarang dapat dijadikan pembelajaran diri. Bagaimana nasib seseorang yang menggabaikan perintah Sang  Illahi Robbi.

Jika hidup hanya ingin memburu kesenangan dunia saja hidupmu tak berarti. Jadikan  bulan mulia tuk bisa bermuhasabah diri, agar kita menyadari bahwa hidup ini punya misi.

Renungkanlah! Surat Adz-Dzariyat ayat 56: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.

Misi seorang hamba untuk mengabdi pada-Nya. Jadi, semua aktivitas manusia ini dalam rangka beribadahnya. Setiap aktivitas sehari-hari dari bangun pagi sampai pagi dijalani tuk mengabdi pada Illahi yang maha suci. Sehingga, seluruh aktivitas hanya untuk mencari ridha Illahi.

Memanfaat umur agar tidak tersia-siakan. Apalagi umur udah tidak muda lagi, yang di bicarakan ke kanan ke kiri dan tidak berarti. Fokuslah membicarakan hanya tuk kebaikan diri. Berpikir untuk masa depan akherat yang abadi. Mau menunggu apalagi, jika usia tidak muda lagi?

Tidak usah berpikir memburu kesenangan lain-lain lagi. Cukuplah usahamu telah mengantar anak-anakmu ke jenjang  pendidikan yang kita mampu. Apalagi, telah mengantarkan sampai pernikahan anak-anakmu. Memang begitulah tanggung jawabmu selaku orang tua itu ada di pundakmu. Cukupkan sampai di sini, mari kita berbenah diri.

Pekerjaan telah ada dijemari dan tak perlu mencari, namun belum jua muncul syukur diri. Berhati-hatilah, jika kita tak pandai mensyukuri nikmat yang telah ada. Pasti, nikmat itu akan dikurangi.

Perhatikanlah, banyak orang masih sibuk mencari pekerjaan di sana-sini. Ada  dari sebagian besar mereka masih berharap ada kerjaan hari ini. Mereka masih berjuang agar mampu menghidupi keluarga inti. Perjuangan menafkahi keluarga inti itulah ibadah yang bisa dibanggakan nanti. Tapi, jangan sampai lupa mempersiapkan ibadah inti.

Apalagi di bulan yang suci, Ibadah wajib telah dijalani maka perlu ditambah amalan sunah penyejut mata hati. Jangan sampai menyesal nanti, waktu terbuang percuma tanpa memperbaiki diri.

Wahai saudaraku! Jalani hidup dengan senanghati agar mampu menjalani ujian di sana-sini. Jika, ujian besar menimpa dirimu pasrahkan dan menerima sepenuh hati. Bangun ketaatanmu pada Illahi Robbi, agar kuat dalam menjalani. Perbanyak sujud-sujudmu agar kita merasakan kasih sayang itu. Bukankah sujud itu, yang membawa ketenangan hati dan pikiranmu. Lakukanlah sujud terbaikmu sampaikan permasalahanmu.

Nabi SAW bersabda: “Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.” (HR. Muslim)

Sampai kapan sujudmu berakhir? Sampai ketetapanmu telah habis masa waktu hidupmu. Ku pasti akan bertemu Tuhanmu. Hanya pada Tuhan Alloh yang satu pemilik jazadmu dan jazadku.

Referensi:

https://almanhaj.or.id/12145-melaksanakan-perintah-jauhi-larangan-dan-jangan-banyak-bertanya.html

https://www.google.com/amp/s/kalam.sindonews.com/beritaamp/1512661/69/7-amalan-harian-rasulullah-saw

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *