banner 728x250

Ramadan Memuliakan Manusia

banner 120x600
banner 468x60

Setelah kita memahami keutamaan bulan ramadlan, bagi orang yang berakal tidak mungkin menyia-nyiakan aktivitas ruhyah di bulan yang suci ini   Maryati Moersahid

Oleh: Maryati Arifudin
Kalimat D.I. Yogyakarta

banner 325x300

Pengabdian yang tulus dari seorang hamba karena iman dilandasi cahaya Al Qur’an, menjadikan manusia lebih mulia dari malaikat. Hal ini, disebabkan  manusia dibekali dengan syahwat atau nafsu yang mampu  mereka lawan dan perangi, guna menjaga  ketaatan terhadap Sang Kholiknya. Pada bulan ramadlaman inilah, pentingnya pelatihan hawa nafsu. Mengapa bulan Ramadlan memuliakan manusia?  Kenapa ibadah seorang mukmin berbanding lurus dengan hadirnya pandemi covid 19?

Bulan ramadlan merupakan keberkahan istimewa bagi umat muslim sedunia, sehingga bulan suci ini selalu dinanti dan ditunggu-tunggu kehadirannya. Keberkahan ramadlan terdapat banyak keutamaan. Pahala pada bulan ramadlan akan dilipat gandakan, hal ini berbeda pada sebelas bulan lainnya. Keistimewaan khusus pada bulan ramadlan itu, berupa sepuluh hari bulan pertama ramadlan merupakan bulan penuh rahmat, sepuluh hari kedua bulan ramadlan dibukanya pintu ampunan, dan sepuluh hari terakhir bahwa pintu neraka ditutup. Wajar sekali, kehadiran ramadlan nan agung dan istimewa dihati umat muslim selalu dinanti, mereka akan berlomba-lomba  memburu antrian pahala. Hari-hari di bulan ramadlon tidak bisa digantikan hari-hari pada  bulan lainnya.

Rasulullah bersabda “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Hadits ini diperkuat dari Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan,“ Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 271).

Pahala yang sangat istimewa selalu ditunggu-tunggu pada sepuluh terakhir bulan ramadlan, yaitu malam lailatur qodar. Apa itu malam lailatul qodar? Lailatul qadar akan dilipatgandakan pahala sebagaimana disebutkan dalam ayat,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan”(Q.S. Al-Qadr: 3)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menyatakan, “Amalan yang dilakukan di malam Lailatul Qadar lebih baik daripada amalan yang dilakukan di seribu bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar. Itulah yang membuat akal dan pikiran menjadi tercengang. Sungguh menakjubkan, Allah memberi karunia pada umat yang lemah bisa beribadah dengan nilai seperti itu. Amalan di malam tersebut sama dan melebihi ibadah pada seribu bulan. Lihatlah, umur manusia seakan-akan dibuat begitu lama hingga delapan puluh tahunan.” (Tafsir As-Sa’di, hlm. 977)

Setelah kita memahami keutamaan bulan ramadlan, bagi orang yang berakal tidak mungkin menyia-nyiakan aktivitas ruhyah di bulan yang suci ini. Dasar-dasar fondasi keimanan diatas, menguatkan kita bahwa ruh bulan suci tidak boleh hilang, walaupun badai atau musibah ada di muka bumi. Bagaimana menyikapi masa pendemi covid 19 ini pada bulan ramadlan tahun 2020?

Masa covid 19, belum berakhir sampai bulan ramadlan 1441 H tiba. Masih menunggu mukjizat datang kapan virus berasal dari Wohan akan berakhir. Akhirnya, ramadlan pun tiba tidak bisa ditunda dan tidak bisa diundurkan. Covid 19 tetap virus yang harus kita cegah dan nilai ramadlan berupa ruh spiritualnya tidak boleh hilang atau sirna. Dengan adanya musibah covid 19 dasar pengetahuan diatas, seharusnya makin meningkatkan ruh ibadah seseorang di hati setiap muslim.

Masa covid 19 bukan halangan untuk melakukan ibadah pada bulan mulia ini. Bulan mulia nan agung telah hadir, kita yang harus mengoptimalkan amalan dan mengisi tiap langkah kaki dengan kebaikan. Sesuai dengan Qs 2 : 183, Alloh berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Perintah puasa ditujukan pada orang-orang yang mengimani, yang selalu rindu untuk berjumpa dengan Alloh SWT sebagai kekasihnya. Sehingga setiap muslim yang mengaku beriman kepada Alloh dan hari akhir, pasti akan bergegas untuk melaksanakan sambutan itu. Mereka akan bergegas melaksanakan puasa, walau masa covid 19 melanda di bumi ini.

Bulan mulia ini, dijadikan bulan untuk mawas diri dan dimanfaat seorang hamba untuk selalu mendekatkan diri pada Sang penciptanya. Sang Khalik yang menciptakan wabah covid 19, sang kholiklah yang akan membinasakannya. Kita sebagai seorang hamba, hanya mampu  mencegahnya. Sang hamba hanya mampu berdoa, agar pandemi covid 19 cepat berlalu. Kondisi saat ini, wajib kita dudukkan dengan kaca mata iman. Dimana, jika kita ditimpa ujian atau musibah corona kita tetap sabar dan sabar. Jika, telah usai masa corona kita wajib bersyukur. Sungguh mulia hati seorang mukmin itu, akan selalu syukur dan sabar pada hati dan lisannya. Mari kita mengambil ibrah dari munculnya musibah virus corona ini.

Virus Korona muncul ke dunia untuk menginstal kehidupan yang ada di bumi. Covid 19 mengajarkan menjaga kebersihan diri, agar seorang hamba selalu mencuci tangan setelah melakukan aktivitas. Alloh SWT telah mengajar lebih dahulu, bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menjaga wudlu. Jika, kita aplikasikan selalu menjaga wudlu maka seseorang itu akan terjaga kebersihan hati dan lingkungannya.

Masa covid 19, memberi pembelajaran untuk menjaga jarak saat berjumpa. Masa terjangkit virus ini, memberi pembejaran pada kita untuk berhati-hati menjaga lisan. Sang  Sumber Ilmu telah mengingatkan kembali pada seluruh dunia,” jika bicara seperlunya saja atau saat bicara pembicaaraanya yang bermanfaat”. Coba perhatikan! Saat ingin jumpa dengan sahabat lewat via telpon, sehingga tanpa diperintah pasti saat bicara melihat paket telpon gawai udah ada belum? Pasti dan pasti saat bicara via gadget memperhatikan efisiensi pulsa. Dengan adanya musibah ini, pembelajaran untuk berhemat jangan boros. Baik boros secara finansial atau boros dalam kata-kata.

Anjuran pencegahan covid mengharuskan Stay at home. Selama masa covid, bukan berarti  diam di rumah memutus amalan ramadlan. Diam di rumah tetap produktif berburu pahala, jangan sampai pahala berlalu begitu saja. Adanya virus ini, mengilhami jika keluar rumah untuk sesuatu yang berguna saja. Keluar rumah hanya, untuk tujuan terpenting. Jurus baru covid 19, kita lebih mempunyai waktu dan kesempatan untuk mengiba kepada-Nya,” Semoga corona cepat berakhir”.

Masa pandemi tahun ini, diberi kesempatan untuk kerja di rumah. Dengan kerja di rumah, ada kesempatan emas untuk dekat dengan keluarga. Masa covid menjadi penyembuh jika dalam keluarga ada masa rentan, maka akan bisa tereratkan kembali dengan kerja bersama keluarga. Masa ini, menjadi moment berharga untuk menguatkan komunikasi antara anak dengan orang tuanya.

Pembelajaran sukses ramadlan di rumah! Ramadlan tanpa corona, umat muslim melakukan sholat berjamaah di masjid. Sementara masa corona, tetap stay di rumah jadi melaksanakan ibadah dirumah saja baik itu sholat wajib ataupun sholat terawih. Ramadlan tahun ini merupakan bulan suci bersejarah disebabkan banyak bermunculan rumah-rumah ibadah baru dan banyak imam-imam baru.

Stay at home, memberi semangat amalan baru bagi kepala keluarga menjadi imam sholat di keluarganya. Para kepala keluarga, akan dituntut mengupgrad diri melalui hafalan surat. Jangan sampai, selama sholat terawih memakai jurusan tiga qul. Jangan buat anggota keluarga protes ke anda dan bilang ,” yaah ayah…., Qulhu lagi.. , Qulhu lagi ?” Tetap semangat para Ayah, tetap percaya diri dan manfaatkan Ramadhan untuk menambah hafalan  mumpung WFH (Work From Home). Buat para ibunda  untuk selalu bersabar tetap dibelakangnya menjadi makmum meski bacaannya tidak terasa enak didengar oleh telinga. Jangan kau patahkan semangatnya, wahai bunda dalam rangka membangun Baiti Jannati  yaitu Rumahku Surgaku.

 Ada perubahan yang besar tetang tatanan kehidupan, banyak pengangguran disana sini. Namun, percayalah ada jalan menuju roma untuk menyelesaikan permasalahan selama pandemi. Masa covid bertepatan pada bulan ramadlan ini, mengajar pada kita untuk saling tolong dalam kebaikan dan ketaqwaan. Banyak jalan untuk meringankan beban saudara kanan dan kiri kita. Sebagai seorang beriman mari ulurkan tangan untuk membantu saudara yang membutuhkan.

Dalam hadits, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: الدِّالُ عَلَى الْخَيْرِ كَفَا عِلِهِ Orang yang menunjukkan (sesama) kepada kebaikan, ia bagaikan mengerjakannya. [HR. Muslim] Orang berilmu membantu orang lain dengan ilmunya. Orang kaya membantu dengan kekayaannya. Dan hendaknya kaum Muslimin menjadi satu tangan dalam membantu orang yang membutuhkan. Jadi, seorang Mukmin setelah mengerjakan suatu amal shalih, berkewajiban membantu orang lain dengan ucapan atau tindakan yang memacu semangat orang lain untuk beramal. Kondisi wajib kita dudukkan dengan kaca mata iman. Bukti keimanan wajib teraplikasi dalam suatu perbuatan. Mari kita, berburu pahala ladang amal terbuka saat pandemi dan bertepatan dengan bulan ramadlan. Ingat, pahala di bulan ramadlan sang Klolik membalas dengan ganjaran yang berlipat ganda.

Hebatnya Ramadhan tahun 2020 bertepatan Tahun 1441H ini,  tercatat sebagai Ramadhan dengan Imam tarawih terbanyak sepanjang sejarah. Bayangkan, hampir di setiap rumah….! Ada imam tarawih, mulai dari imam yang suaranya merdu, serak-serak fals, sampai yang berkeringet dingin melantunkan ayat-ayat suci Al Quran. Demi menjaga marwah ramadlan tidak sirna tertelan waktu tetap semangat beribadah bersama keluarga.

Percayalah, Allah akan menilai proses ramadlon sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tuhan semesta alam, akan menilai proses kesungguhan dalam menjalankan perintahnya. Mari, sisa hari di bulan suci ini kita berbondong-bondong menyerbu pahala yang dijanjikan. Janji Alloh SWT pasti benar bahwa,” Pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya”.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *