Ramadan Ku Berbeda

Maryati Arifudin 2 Ramadan 1442 H

Ramadan terasa istimewa di kampus SMK walau peserta didik tiada. Para peserta didik belum bisa menyemarakkan ramadan di masjid tercinta akibat wabah corona belum sirna.

Binar-binar ramadan kampus tetap ada walaupun jumlah pesertanya berbeda. Jumlah peserta berkurang, tetapi jangan ditanya semangat warganya memakmurkan masjid tercinta tak akan pernah sirna.

Syukur ku panjatkan pada-Nya, mudah-mudah tempat pendidikan ini tetap selalu mengumandangkan ajaran yang mulia. Bukan karena siapa-siapa bahwa tugas pencetak generasi muda yang bertaqwa perlu peran semua.

Membentuk generasi muda bertaqwa bukan hanya tugas bapak dan ibu guru agama saja. Semua orang boleh berperan tuk berpartisipasi dalam mewujudkan generasi yang bertaqwa.

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”QS Al- Baqarah 2:183.

Apalagi bulan ramadan ceria kita diharapkan tuk lulus menjadi insan yang bertaqwa. Wajiblah agar kita mampu mewarnai ibadah yang makin bermakna. Warna yang sesuai ajarannya, agar mampu memberi tauladan bagi generasi muda.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Awal bulan Ramadan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).”

Pas bertepatan 10 hari awal bulan ramadan adalah rahmat. Rahmat bagi seorang hamba yang mau menebar kebaikan. Setiap pintu kebaikan akan dilipat gandakan pahalanya. Hendaknya bulan ramadan sebagai bulan perbaikan diri karena pintu rahmat terbuka lebar bagi insan yang ingin berbenah. Begitulah, bentuk kasih sayang sang pencipta diberikan pada makhluknya.

Peluang istimewa diambil oleh anak-anak warga tercinta mengagung hari mulia. Menegakkan sholat wajib dan sholat terawih bersama guna mengamalkan ajaran mulia. Semua agenda kebaikannya tercatat dalam program bulanan ramadan, agar membekas perilaku istimewa sesuai perintah-Nya.

Catatan amal istimewa dahulu pernah kita melakukannya. Melakukannya pada masa proses mentarbiyah diri walau dipantau ibu dan bapak guru. Saat melakukannya mungkin ada unsur terpaksa, namun tetap membekas dalam jiwa. Itulah, buah dari tarbiyah di masa bulan ramadan ceria.

Bulan ramadan ini harus beda. Coba ambil peran agar semua orang tua membuat program ramadan dengan amalan istimewa. Pasti orang tua punya cara menggerakkan seluruh anggota keluarga membuat program kebaikan sederhana.

Coba simak program ramadan ceria dari anak-anak kita tercinta. Bisa dapat dijadikan rujukan agenda ibadah rutin keluarga selama bulan puasa. Syukur-syukur program itu berlanjut mengisi rumah kita. Tentunya, rumah itu seperti tercium harumnya surga.

Do’a Awal Ramadan tersampaikan dilisan penghuni rumah. Sungguh, harumnya rumah terasa istimewa. Lantunkan doa ini bersama keluarga setelah usai membaca Al Quran yang mulia. Sungguh!Al Quran yang suci mampu menentramkan jiwa yang membaca atau mendengarnya.

اللْهُمَّ اَهِلَهُ عَلَيْنَا بِلْيُمْنِ وَ الإِيْمَانِ وَ السَلَامَةِ وَالإِسْلَامِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللّه

” Ya Allah jadikan lah hilal (bulan ini) bagi kami membawa keberkahan, keimanan, keselamatan dan keislaman, Tuhan ku dan Tuhan mu adalah allah. HR Tirmidzi”.

Tawaran istimewa diberikan pada pecinta Al Qur’an tidak akan pernah sia-sia. Barang siapa mahir membaca Al Quran akan bersama malaikat yang terhormat. Barang siapa membaca terbata-bata atau kesulitan membacanya maka akan mendapat dua pahala. (HR. Bukhari / 4937 dan Muslim / 798)

Kesempatan terbuka membangun pundi-pundi kebaikan bersama seluruh anggota keluarga. Dengan komitmen membaca dan memahami Al Qur’an setiap harinya akan membangun surga bersama keluarga tercinta. Raih itu, agar ramadan tahun ini menjadi tonggak bersejarah dalam keluarga kecil kita semua. Tahun ini, pasti akan terasa istimewa bagi yang mau mengambil berkahnya puasa dan ibadah sunah lainnya

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *