banner 728x250

Pura-Pura Lupa

banner 120x600
banner 468x60

Pura-Pura Lupa
Oleh Triznie Kurniawan

Kutatap awan yang berkilau di langit yang biru itu dari balik jendela sebuah kendaraan umum. Sang Surya tampak sangat bahagia siang ini, ia keluarkan semua kasih sayangnya pada bumi. Tepat pada peringatan hari bumi ini, kami para muslim menunaikan ibadah puasa,memasuki hari kesepuluh. Tak terasa, sudah sepertiga Ramadan yang kami lalui.

banner 325x300

Seperti hari-hari sebelumnya. Kami pendidik, berstatus Abdi Negara ini masih tetap wajib menjalankan sumpah pengabdian. Kami tetap berdinas, walau keadaan fisik jalanan yang tak lagi bersahabat. Namun, kami yakin ada banyak rekan kami yang jauh lebih merasakan kesulitan. Debu jalanan yang bertabrakan dengan udara membuat pandangan semakin semu siang ini. Syukurlah jaket abu-abu Ini selalu setia melindungi diri.

Ketika hujan kami mengeluh, saat datang kemarau kami pun tetap mengeluh. Manusia oh manusia kapan kau menyadari kesalahanmu? Tidakkah sekelebat saja kau pernah berpikir? Memikirkan tindakan-tindakan zalim yang kau lakukan pada Bumi?

Kau bertanya tentang udara yang tak lagi sejuk? Kau bertanya mengapa air bersih tak lagi melimpah? Kau pun keheranan ketika hutan tak lagi menjadi rumah para hewan? Kau pura-pura lupa atau memang amnesia, aku tak tahu itu.

Sedikit aku Ingatkan. Udara tak lagi sejuk karena banyak polusi yang kau tumpahkan. Jangan pura-pura lupa Ketika kau mengoleksi deretan mesin jalanan yang kau gunakan tanpa tujuan. Kau pun juga lupa, tentang pabrik-pabrik yang kau dirikan, yang katamu itu adalah bentuk kemajuan peradaban. Ya, aku pun setuju itu sebuah revolusi, namun bukan berarti kau lupa akan bumi yang juga perlu kau lindungi. Cobalah bijak membuang limbah, setidaknya tak akan separah Ini. Keadaan bumi sekarang adalah karena ulahmu.

Sekarang kau pun lupa mengapa air bersih tak lagi melimpah, menggenangi sumur-sumur di desa dan juga di kota. Mengapa rupiah yang harus kau bayarkan kepada PDAM semakin meninggi namun air tak banyak mengalir? Ya, kau lupa bahwa pohon-pohon besar yang selama ini menyimpan cadangan air. Kini sudah kau sulap menjadi real estate dan hotel, kau lupa? Kau pun lupa jalanan dan daerah resapan air yang secara membabi buta kau tutup dengan aspal dan beton. Tanpa kau perhatikan saluran dan bioporinya? Aku rakyat jelata yang juga manusia hanya mengingatkan.

Ketika binatang-binatang hutan berhamburan menyerang pemukiman. Kau lupa bahwa rumah mereka sudah kau hancurkan, rumah mereka sudah kau luluh lantahkan. Menjadi Ladang wisata dadakan yang aku sendiri sebenarnya malu karena tak bisa berbuat apa-apa. Siapa yang tak terusik dan marah ketika habitat mereka diusik sekawanan makhluk yang sama-sama ciptaan Tuhan.

Mari mulai dari diri sendiri, menjaga bumi agar tetap asri. Merawatnya agar tetap lestari, seperti penggalan lagu saja, Lestari alamku Lestari desaku.

Di suatu siang yang masih luar biasa Ini. Izinkan aku ucapkan Selamat Hari Bumi i, semoga bumi masih berkenan dengan kita. Manusia yang hanya bertanya apa yang terjadi, namun lupa telah membuat itu terjadi.

Jadikan kebiasaan, setiap hari adalah Hari Bumi. Mari bersahabat dengan alam, berkasih dengan laut, bernyanyi bersama hutan, saling menggenggam bersama hewan. Tetap jaga Bumi.

Bangkalan, 22 April 2021

banner 325x300

Respon (2)

  1. Selamat Hari Bumi
    Selamatkan bumi 🌏
    Tanamlah pohon 🌱🌳
    Agar terjaga ekosistem dan hubungan harmoni antara manusia dan alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *