Oleh: Hermi Pasmawati

Coba pikirkan sejenak, dalam satu hari kita berapa kali tertawa, dengan banyaknya deadline pekerjaan, kesibukan di rumah, terutama mak-mak, sehingga tak sempat pula bibir kita tersungging mengukir senyum menjadi gelak tawa.

Bergesernya beberapa pekerjaan yang mempersempit intraksi dengan sekitar membuat kita tak sempat untuk bercanda tawa. Apalagi di Era pandemi. Munculnya virus corona yang trend disebut dengan covid-19, membuat orang-orang dirundung rasa cemas, ketakutan, boro-boro mau tertawa.

Dalam agama sebenarnya bahagia sangat dianjurkan, walupun ada hadis yang melarang untuk tertawa berlebihan, hadis ini sangat shaheh yang diriwayatkan oleh Tarmizi “Sesungguhnya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati”. Yang perlu diperhatikan dalam hadis tersebut adalah kata terlalu banyak, artinya berlebihan. Segala sesuatu yang dilakukan dengan berlebihan, meskipun itu hal yang positif, tetap akan menimbulkan mudharat tersendiri.

Berdasarkan hasil riset ilmuwan dari Universitas Birmingham dan Oxford tahun 1946 yang meneliti sisi negatif dari tertawa yang berlebihan, yaitu; dapat menggangu fungsi jantung dan paru-paru, sehingga orang-orang yang memiliki carier asma dapat mengalamai sesak napas jika tertawa terbahak-bahak, atau dilakukan terlalu berlebihan. Namun jika tertawa ini dilakukan dengan standar normal malah sebaliknya dianjurkan karena tubuh kita akan merespon hormon- atau reaksi positif, diantaranya baik untuk penderita diabetes dalam menurunkan kadar gula dalam darah, meningkatkan kesuburan bagi wanita yang sedang menjalani program kehamilan.

Hasil kajian lain juga menyebutkan jika tertawa dilakukan dengan normal, artinya tidak berlebihan akan menimbulkan banyak sekali manfaat, diantaranya, meningkatkan imunitas tubuh, menambah awet muda, karena menurunkan stresing dan mengurangi ketegangan di wajah. Selanjutnya tertawa dapat bermanfaat dalam membantu menurunkan gula darah, serta menstabilkan kerja atau denyut jantung.

Sebagai manusia kita membutuhkan ruang untuk relaksasi, salah satunya melalui terapi. semakin berkebangnya zaman juga membuat model bercanda dikemas dengan acara-acara reality show, stand up comedy.

Pada zaman dulu group WARKOP yang paling andalan sebagai tayangan yang sangat membahagiakan, apalagi kalau ingat Pemeran Dono, baru membayangkan atau menyebut namanya saja sudah tersenyum…he..he…

Trend-trend masa kini yang menunjukan bahwa tertawa merupakan kebutuhan yang sangat mendesak misalnya, munculnya kegiatan seminar dan teraphy-teraphy tertawa yang sering diadakan oleh perusahaan BUMN, Instansi Negeri maupun swasta. Jadi sangat bersyukur sekali jika kita masih bisa tersenyum dan tertawa bahagia.

Berikut potongan-potongan canda untuk mengukur dan menyentil urat lucu kita, apakah masih cukup berfungsi atau sudah perlu untuk diservis dengan teraphy…ha..ha… JUST KIDDING…:).. minimal tersenyum…JJJ

Himbawan yang Tak Biasa

Kisah bermula saat makrona (Virus Covid-19) belum terkenal. Cerita makrona hanya ada dalam tayangan Film. Saat itu seperti biasa setiap sebulan atau dua bulan sekali ada rutinitas jalan-jalan keluarga. Sewaktu melintas daerah perbukitan yang cukup panjang. hampir disepanjang jalan disedikan toilet-toilet umum dengan tarif uang kertas bergambar tokoh pahlawan pergerakan yang bernama Mohammad Hoesni Thamrin. Sebagai tarif paling minimum untuk sekali kebelakang dengan hajat yang paling ringan. Di depan Pintu toilet ada papan Himbauan tetang penggunaan air yang sangat unik. Jika papan himbauan yang biasa ditulis di tempat-tempat umum adalah penghematan atau peringatan untuk mematikan keran air setalah di pakai disini justru sebaliknya, Begini kira-kira tulisannya “BAPAK/IBU PENGUNJUNG, AIR CURAHAN ALLAH, MOHON KERAN AIR JANGAN DITUTUP. TERIMAKASIH”. Karena penasaran saya menanyakan ke si bapak, pak himbauannya memang begitu tulisannya, Betul mbk, soalnya kalau dimatikan selang kami kami sering pecah karena airnya terlalu banyak dari bukit. Jadi kami sering beli selang mbk. OH Ala saya pikir tadi sangat dermawan sekali bapak ini. Akupun tersenyum meninggalkan beliau.

Peci

Setiap hari Senin sampai Jum’at malam adalah jadwal mengaji anak bujang, sore itu dia mondar-mandir mencari sesuatu, menghampiri beberapa laci yang ada di meja-di lemari serta sesekali jongkok mencari di tumpukan buku, tak sengaja mak menangkap gelagat yang agak berbeda, lalu mak bertanya pada si bujang;

Mak : Cari apo Dang?

Anak : Peci

Mak : Tumben kok nak cari peci, biasanya mak nyuruh dak mau makai

 peci,, takut sisirannya tak rapi..he..he,,,

Anak: Kato Umi kalau ngak pakai peci, Besok umi sediakan Jilbab.

Mak : Tertawa senang dan berucap: Bilang sama umi dang mak bahagia

    dan berterima kasih.

 Anak : Buru-buru pergi sambil membawa peci yang sudah lusuh, karena

 peci yang biasa dipakai ke sekolah sebelum makrona datang sudah tak

 tahu lagi rimbanya.

 Mak : masih senyum sambil berbisik dalam hati, kata-kata guru itu

 memang masih sakti dan sangat ditaati.

Beli HP

Belajar daring atau dikenal dengan Learning Form Work (LFW) menyisakan kisah-kisah yang menarik, salah satunya kebiasaan di rumah terkait Handphone, karena perkara benda yang satu ini sering terjadi keributan di rumah. Seperti biasa jam 7.30 WIB adalah waktunya belajar daring kegiatan dilakukan menggunakan group whatsapps kelas, si Dang sudah stan by dengan HP Bekas mak, sepupunya pun demikan, tinggal si dongah sapaan untuk Ahmad Fauzan anak tengah yang sering ribut mau mintak dibelikan HP seperti abangnya, usianya masih 4 tahun, he..he. Kalau sudah bosan dia sering tanya, kapan dia dibeliin HP supaya tidak bosan, mak pasti menjawab tunggu dongah sudah besar. Keadaan pun aman. Selang beberapa jam tanya lagi kapan beli HP, tunggu dongah sudah besar. Selang seminggu dari petanyaan ini, sewaktu pulang dari pangkas rambut, mak perhatikan si dongah dan bilang ke dongah, nah kan ganteng dongah, sudah besar dongah kalau potong rambut. Dongahpun datang menghampiri mak dengan senangnya, dan mengulang kembali kalimat yang mak sampaikan sudah besar sambil mata meyakinkan mak, dan melompat kegirangan. Makpun agak sedikit heran dengan ekspresi dongah yang melompat-lompat kegirang hanya dengan ucapan sudah besar, rupanya sesaat setelah melopat si dongah meyakinkan mak dan mintak dukungan, dan sepertinya menangih janji mak, kalau sudah besar jadikan beli HP???

Mak jadi shock dengan pertanyaan ini…he..he…

Lampu Merah

Di tahun 1992 silam, nenek pertama kalinya diajak ke kota Palembang Membawa kendaraan pribadi kakak. Palembang merupakan kota besar kedua di Sumatera setelah kota Medan. Jadi wajar di tahun itu sudah sangat ramai kendaraan, arus lalu lintas yang sudah cukup padat,  sehingga cukup banyak lampu merah di persimpangan jalan dan perempatan jalan. Waktu itu hari sangat terik, karena Palembang termasuk kota tambang di tahun itupun udara disana sudah cukup trik, dengan situasi yang gerah. Nenek memanggil kakak yang sedang nyetir mobil;

Dengan intonasi yang agak sedikit tidak suka nenek bertanya “ ngape lame nian berenti di tengah jalan ni ???

Translate-nya “ kenapa berhenti lama di tengah jalan ini???

Istri kakak yang menjawab, Lampu merah Nek…He..he

Papan Ucapan Duka Cita

Kebiasaan saat moment pulang bersama saat lebaran di kampung sebelum Handphone touchscreen trend, adalah nobar (nonton bareng) semuanya berkumpul, tapi mak-mak setelah makan biasanya ada tugas tambahan cuci piring. Setelah makan malam ponaan menemani nenek nonton berita, saat itu mereka nonton berita duka, tayangan televisi kalau sudah berita duka, apalagi berita orang terkenal pasti akan sangat banyak papan ucapan duka cita yang hiasan bunganya cantik-cantik 11 12 dengan papan ucapan Prewedding. Si Ponaan sangat beremphati dengan berita duka itu, si nenek malah komentar papan ucapan duka cita,, “ Nduk bang alap-alap nian bunge itu, Kele amen ninik ninggal kabah buatkah pule ajung bapak untuk nenek au” jika ditranslate ke bahas Indonesia “ aits bagus-bagus sekali bang bunganya, besok kalu nenek ninggal tolong bilang ke bapak ya buatkan juga untuk nenek bunga cantik itu” si abang hanya melongok..ha..ha ..Nenek-nenek..

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *