Oleh: Moh. Anis Romzi

Yang penting tidak lupa bersyukur, Insyaallah rasa bahagia tidak akan hilang dari dirimu.

Syukur adalah kata kunci dan aksi. Ia bentuk penghargaan dari makhluk kepada penciptanya. Ini bukan karena Ia butuh penghargaan. Tetapi kita sebagai makhluk yang tahu diri wajib rasanya berterima kasih. Kata yang lain untuk syukur. Alhamdulillah rabbi al alamiin ungkapan rasa syukur secara lisan. Penghargaan secara lisan itu baik. Namun akan lebih baik lagi apabila dibuktikan dalam bentuk perbuatan. Ingat syukur harus berdasar pada keimanan bahwa semua adalah pemberian Allah Swt.

Hampir semua manusia kalau ditanya ‘Apakah ingin bahagia?’ jawabannya pasti ya. Dalam kehidupan nyata misalnya, seorang pedagang akan sangat bahagia apabila dagangannya laku keras. Pun begitu seorang petani saat mendapatkan hasil panen melimpah tentu akan sangat menyenangkan baginya. Contoh yang lain seorang guru akan sangat bahagia bila mampu memahamkan anak didiknya. Beberapa contoh saja keberhasilan dalam kehidupan akan membuat bahagia bagi pelakunya. Ini karena sesuai dengan harapan. Bahagia namun belum sampai bersyukur.

Jalan menuju bahagia adalah rasa syukur. Lazim ketika memperoleh kesuksesan manusia akan merasa bahagia. Syukur adalah keluaran dari rasa bahagia itu. Dampak lanjutan apa yang dihasilkan setelah memperoleh kebahagiaan. Namun sedikit yang menyadari bahwa kegagalan pun dapat diambil hikmahnya sebagai tanda rasa syukur. Syukur adalah perata antara kesedihan dan kebahagiaan. Jika rasa itu ada semua akan terasa bahagia bagaimanapun keadaannya.

Pedoman dalam kehidupan wajib diikuti. Dalam menghadirkan rasa syukur sudah ada petunjuk. Hanya tinggal mengikuti saja. Seperti kisah nabi Sulaiman yang dianugerahi mukjizat mampu berkomunikasi dengan binatang. Maka ia mengucap,” ini adalah keutamaan dari Tuhanku. Adakah aku bersyukur atau saya kafir(ingkar)?” Sungguh indah sang nabi menyikapi anugerah dari Tuhannya. Ini dapat menjadi teladan bagi kita untuk menghadirkan rasa syukur itu. Bukankah itu pedoman?

Jika rasa syukur hilang, maka akan muncul ketamakan. Ini akan sangat berbahaya. Ketamakan adalah sikap dan perilaku melampaui batas. Justru bukan kebahagiaan yang didapatkan. Sebaliknya kesengsaraanlah yang akan didapatkan.

Ada tiga kisah orang tamak. Ketiganya berencana hendak membagi harta jarahan menjadi tiga. Saat lelah di siang hari, salah satu dari tiga orang itu mengusulkan untuk mencari makan sebelum membagi harta. Ia berinisiatif untuk mencarikan makan untuk mereka bertiga. Dua yang lain bersepakat. Di tengah perjalanan mencari makanan, ia berpikir biar aku beri racun saja makanan untuk mereka berdua. Maka harta jarahan hanya akan menjadi miliknya. Sementara dua orang yang lain menunggu. Keduanya berunding untuk menghabisi saja kawannya yang sedang mencari makanan. Maka mereka berencana akan membunuh setelah ia datang. Maka harta hanya akan menjadi milik berdua.

Benar, setibanya salah seorang kawannya membawa makanan. Langsung saja mereka menusuk kawannya sendiri. Maka hilanglah satu nyawa. Mereka berdua bergembira sesaat. Mereka berpikir akan mendapatkan harta lebih banyak. Daripada harta itu dibagi menjadi tiga. Mereka berdua bersiap untuk membagi harta menjadi dua. Namun salah satu mengusulkan untuk makan dahulu. Karena rasa lapar yang ditahan dari tadi. Selanjutnya makanlah mereka berdua makanan yang beracun tadi. Dan akhirnya mereka berdua menemui ajalnya. Tidak ada satupun yang mendapatkan harta karena ketamakan.

Tidak adanya rasa syukur adalah bagian dari bentuk pengingkaran. Allah menyatakannya dalam Qs. Ibrahim. …jika engkau bersyukur, maka akan Aku tambah(kebaikan) untukmu, dan jika engkau kufur (ingkar), sesungguhnya azabKu sangat pedih.” Niatkan dan lakukan dengan baik, insyaallah akan berhasil baik. Hindari ketamakan, ia membawa sengsara.

Adakalanya manusia itu lupa. Memang itulah sifat dasar manusia. Maka akan sangat beruntung bagi manusia yang beriman yang berbuat baik dan saling menasehati dalam kebaikan. Jangan lupa bersyukur bahagia akan selalu ada untuk kita.

Anda ingin bahagia? Tempuhlah jalan syukur untuk menggapainya.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 3 Januari 2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *