Oleh: Moh. Anis Romzi

Majulah tanpa menyingkirkan, naiklah tanpa menjatuhkan, jadilah baik tanpa menjelekkan, jadilah benar tanpa menyalahkan.

Semua bermula dari diri. Bukan orang lain. Ketika kita fokus pada tujuan, kita akan lupa pada kekurangan orang lain. Ini sangat penting berkonsentrasi pada kekurangan diri. Itu akan membawa kita tetap tersadar untuk terus belajar. Salah satu cara mencintai diri adalah menilik diri secara simultan. Diri  dari bagian yang melengkapi mengajak maju bersama.

Ini hanya urusan diri dengan Tuhan. Bacalah ayat-Nya untuk bekal kehidupan. Ia mengajarkan manusia apa yang manusia tidak mengetahui. Ia mengajarkan manusia dengan qalam.(Qs. Al-Alaq). Untuk menjadi maju, membaca salah satu cara yang dapat dilakukan. Ini upaya menuju kebenaran.

Majulah tanpa menyingkirkan. Selalu ada kompetisi dalam kehidupan. Maka cara yang pantas untuk melaluinya adalah menang dengan kejujuran. Itu adalah harga tertinggi. Ketika berjaya maka ingat masa pada kegagalan. Ini karena keduanya berjalan beriringan. Bersuka cita sah dalam keberhasilan. Namun berempati saat melihat yang lain belum berhasil akan lebih mulia. Hidup kadang berhasil kadang gagal. Jangan khawatir ada masanya keduanya datang pada diri kita. Majulah karena pantas dan penuh penghormatan pada yang lain.

Naiklah dengan tanpa menjatuhkan. Karir, prestasi, kesuksesan, atau apa saja namanya untuk keberhasilan hampir pasti bersentuhan dengan orang lain. Merasa keberhasilan adalah karya sendiri adalah naif. Pasti ada orang lain yang turut andil atas karir kita. Ini adalah cobaan. Bukan hanya musibah saja yang berupa cobaan. Banyak yang gagal sabar menghadapi kesuksesan. Mereka lupa dari mana nikmat itu berasal. Jika Anda sukses, ingatlah pada yang lain. Ajaklah bersama pada kesuksesan itu.

Jadilah baik tanpa menjelekkan. Hasil yang diperoleh setiap orang berbeda. Ada yang baik dan sebaliknya. Ketika sudah menjadi kenyataan maka itulah takdir. Selama masih diberikan kehidupan ada kesempatan tersedia untuk memperbaiki. Beberapa orang menganggap kegagalan itu jelek. Namun tidak selalu, kegagalan hanyalah sukses yang tertunda. Teruslah perbaiki diri tanpa menjelekkan yang lain. Ia (Allah) menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Jadilah benar tanpa menyalahkan. Salah dalam hidup adalah keniscayaan. Namun bukan dijadikan untuk pembenaran. Siapa yang berusaha benar dari kesalahan itulah sejatinya pembelajaran. Nabi pun pernah salah. Namun semata-mata itu adalah pembelajaran bagi umatnya. Bacalah kisah Nabi Adam, atau nabi Yunus tersirat ada alpa yang langsung mendapat teguran dari Allah. Berusaha benar tanpa menyalahkan akan kembali pada diri.

Salah satu Ciri orang beradab adalah menghormati. Ia adalah perilaku tanpa dinding pembatas. Kepada siapa saja. Tentu dengan tata cara yang berbeda pada skala usia. Cara menghormati orangtua hampir pasti berbeda dengan penghormatan kepada pemuda atau anak-anak. Menghormati orangtua adalah penghormatan tertinggi setelah kepada Tuhan. Jagalah adab sebagai karakter.

Berjalan bersama dalam keberhasilan adalah kebahagiaan. Harmoni antara niat dan gerak yang indah. Manusia adalah khalifah-Nya di muka bumi. Ketika berjalan dimuka bumi nasehat ini dapat diterapkan. Pitutur yang tidak akan luntur. Maju dan naiklah setinggi mungkin tanpa menyingkirkan dan menjatuhkan. Jadilah baik dan benar tanpa menjelekkan dan menyalahkan. Mulai dari sekarang jika Anda belum. Pertahankan dan lakukan terus secara istiqomah. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 2 Januari 2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *