Oleh: Moh. Anis Romzi

Hati adalah tempat keyakinan bersemayam. Ia tidak nampak, namun memberikan kontribusi terbesar dalam kehidupan. Ada beberapa kalangan ulama yang memknai hati/qolbu dengan jantung. Apabila itu secara fisik. Namun dalam hal ini hati merupakan tempat rasa dan pengambilan keputusan.

Hati sering berbolak-balik. Ia tempat rasa yang naik turun. Apa saja yang masuk akan diintepretasi berlainan rasanya. Oleh karena itu manusia diminta berdoa untuk menguatkan hati. Ini agar tidak berbalik setelah mendapat petunjuk. Berdoalah untuk menguatkan hati yang berani.

Sumber dari segala keberhasilan adalah keyakinan. Itu perlu dirawat dan dijaga. Banyak anasir yang sengaja mengaburkan keyakinan. Keraguan diharapkan timbul. Kemudian dimasukilah keraguan itu dengan keyakinan yang baru. Sing tatak atine, bermakna hati harus senantiasa waspada. Ia juga berisi kepercayaan diri.

Keyakinan yang kuat dapat membuat segalanya mungkin. Keyakinan mengalahkan keraguan. Inilah yang akan membuat tatak. Ilmu adalah sarana untuk menguatkan keyakinan. Dengan ilmu keyakinan dapat dibangun logika dan argumentasi. Ilmu berfungsi menjelaskan keyakinan. Hal yang demikian dapat menimbulkan ketenangan. Untuk memiliki keyakinan yang kuat jangan berhenti belajar.

Semua ada jalan keluarnya. Ini bagi orang yang memiliki harapan yang besar. Juga karena adanya pikiran yang positif. Hati yang tatak akan percaya diri. Ia memiliki keberanian untuk memperjuangkan kebenaran. Ia tidak akan memiliki rasa takut dan sedih. Seperti para wali Allah. Mereka tidak pernah khawatir dan bersedih. Karena rahmat-Nya Maha Luas.

Habib Anis bin Alwy al-Habsy menyatakan ada empat pilar kesuksesan hidup. Mereka adalah ibadah, akhlak, ilmu, dan pekerjaan. Jangan sampai hilang salah satunya. Atau bahkan hilang sama sekali.

Ibadah adalah penghambaan terhadap Sang khalik. Pengabdian adalah kewajiban bagi makhluk. Karena manusia dan jin diciptakan hanya untuk beribadah. Manusia tidak pernah dapat menciptakan dirinya sendiri. Maka durhaka jika ia tidak mengabdi pada-Nya.

Akhlak yang baik untuk perilaku baik. Ini adalah buah dari pengabdian. Hasil dari pengabdian adalah perilaku. Akhlak adalah kebiasaan manusia yang apabila ia melakukannya tidak perlu berpikir lagi. Dalam bahasa kekinian banyak orang yang menyebutnya dengan karakter. Milikilah akhlak mulia sebagai hasil dari ibadah kepada-Nya.

Ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan. Dua kehidupan sekaligus. Kehidupan dunia dan akhirat. Barangsiapa menghendaki dunia ia harus berilmu. Siapa saja hendak sukses dalam kehidupan akhirat juga harus berilmu. Ilmu juga alat untuk menemukan jalan keluar segala permasalahan. Hati yang tatak, iman yang kuat akan mendorong untuk mencari ilmu yang bermanfaat.

Pekerjaan untuk menopang kehidupan. Amal dalam makna yang luas adalah pekerjaan. Hidup harus bekerja. Saya membedakan bekerja dengan mencari upah. Saat ini bekerja, beramal mengalami disorientasi. Sebagian besar berpikir bahwa bekerja sama sama dengan mencari upah. Tidak, bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah. Itu apabila ia niatkan karena-Nya. Dan itulah setinggi-tingginya niat. Bekerja, beramallah untuk keperluan hidup.

Kuatkan hati dan iman. Akan ada jalan keluar dari segala kesulitan. Iman wajib didasari dengan keyakinan. Ia akan menghasilkan ketakwaan. Dan dengan ketakwaan inilah Allah akan dikumpulkan segalanya. Jalan keluar akan sangat mudah, jika Ia berkehendak. Jadikan hati yang berani, dan iman yang kuat dengan berdasar ilmu. Semua akan mudah.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 30 Desember 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *