Oleh: Moh. Anis Romzi

Pegang(kerjakan) apa yang bisa dipegang (kerjakan), lepaskan apa yang seharusnya dilepaskan, Pikirkan apa yang bisa dilakukan.

Saatnya pembelajar memulai untuk berpikir sebelum bertindak. Di dalam sebuah tindakan tersimpan pengetahuan dan pengalaman. Namun terlalu berpikir tidaklah baik. Saatnya berbuat, maka harus segera bertindak. Berpikir harus untuk mendasari sebuah tindakan. Dalam berpikir ada proses mengamati, membaca, dan meneliti. Inilah awal gerak. Berpikir sebelum bertindak itu wajib.

Pembelajar wajib memiliki kemampuan manajemen diri. Seseorang yang mengetahui potensi dirinya itulah yang terbaik. Ketika sibuk menghitung kekurangan diri tidak akan memberi kesempatan menghitung yang lain. Pengelolaan diri adalah bukti kecerdasan yang dimiliki sang empu. Ini adalah bagian dari pengendalian diri. Barangsiapa mengenal diri sendiri, sejatinya ia mengetahui potensi dirinya. Terus tingkatkan kapasitas diri dengan belajar.

Pengendalian diri adalah rumus penting individu. Tanamkan kemampuan untuk mengukur kapasitas diri. Selanjutnya pertahankan yang baik, tutupi kelemahan dengan belajar. Candak juga dapat bermakna kerjakan. Pribadi yang memiliki kendali diri istimewa tidak harus menunggu untuk bekerja. Ia tidak akan pernah menjadi orang yang kehabisan ide untuk bekerja. Candak apa yang bisa dikerjakan. Catatan bahwa pekerjaan itu bermanfaat. Just do it!

Jika Anda di tempat kecil, lakukan hal-hal kecil bermanfaat. Syaratnya adalah berulang. Impian besar sah saja. Namun dalam tataran nyata berpikir realistis sangat perlu. Peribahasa sedikit lama-lama menjadi bukit layak dipertimbangkan. Jika dirasa berat bisa jadi alihkan skala prioritas. Kembali evaluasi diri perlu dilakukan. Sangat penting untuk menghitung kekuatan dan kelemahan diri maupun lembaga. Kecil bukan berarti tidak bekerja. Sesuaikan dengan kapasitas diri

Mulai dari yang terdekat. Saat sedang menjalani kehidupan aneka permasalahan muncul. Namun penting untuk dapat memilah masalah berdasarkan tingkat kepentingannya pada diri. Lagi kemampuan memilah ini pula menunjukkan kecerdasan. Saat masalah telah terpilah, tentukan masalah utama. Inilah yang harus diselesaikan lebih dahulu. Adapun yang lain dapat dilepaskan beberapa saat. Oyak (usir) opo sing iso dioyak.

Jangan pernah berhenti berpikir untuk kemajuan. Sayang pernah mendapat pesan ini dari seorang jaksa di kejaksaan Negeri Katingan. Namanya tidak saya sebut. Namun pesan itu akan menjadi prasasti di tulisan ini. Pun Steven R. Covey dalam 8 kebiasaan efektif orang-orang hebat mengatakan “Good is not enough”. Merasa cukup puas tidaklah baik, kejarlah keagungan. Terus berpikir untuk kemajuan menandakan semangat maju itu tetap ada. Pikirkan hal sederhana namun bermakna.

Sederhanakan jika merasa sulit. Pribadi optimis selalu berpikir positif. Pikiran positif inilah yang akan membangun karakter seseorang. Seseorang yang optimis selalu memandang segala masalah ada solusi yang dibawa. Walaupun sangat rumit sekalipun. Semua dapat diselesaikan. Namun perlu ketenangan untuk menyelesaikan masalah. Jika memang terasa sangat sulit sederhanakan. Dalam nasehat candaan woles saja. Pikirkan yang bisa dipikirkan.

Anda berpikir untuk mengubah dunia. Mulailah dari diri sendiri. Perkuat karakter diri dengan keyakinan yang kuat. Bekali diri dengan pengetahuan yang dinamis dan adaptif. Belajarlah keterampilan pada ahlinya. Kerjakan tanpa harus menunggu perintah, tinggalkan hal-hal yang tidak perlu. Pikirkan sesuatu untuk kemajuan. Sederhanakan jika terasa sulit. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 29 Desember 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *