Oleh: Moh. Anis Romzi

Tidak perlu malu menjadi beda, karena beda belum tentu memalukan

Sebuah harmoni indah diciptakan dari aneka keragaman. Pastinya kita semua diciptakan berbeda. Jadi jika tindakan, pekerjaan, dan perbuatan berbeda adalah kewajaran. Ketika keragaman dapat dikelola secara tepat, kehidupan yang harmonis dapat tercipta. Semua manusia unik dan pasti mempunya kelebihan. Dalam sebuah komunitas, suku, bangsa , dan suatu negara juga memiliki keunikan dan kelebihan. Kemampuan mengelola perbedaan yang tepat akan menghasilkan kekuatan yang dahsyat.

Indonesia adalah surga keragaman. Fakta bahwa Indonesia adalah negara kepulauan. Tidak ada yang membantah. Ribuan pulau membentang dari Sabang sampai Merauke. Ini adalah kekayaan yang merupakan anugerah terindah dari Sang Kuasa. Sesuatu yang berbeda tidak selalu jelek.

Perbedaan yang unik kemudian dirangkai akan melahirkan keindahan. Semua pasti mengiyakan bila nada dirangkai akan membawa harmonisasi. Ia terangkai dari do-re-mi-fa-sol-la-si-do. Berbeda dalam rangkaian tetapi dalam bingkai kesatuan nada. Bayangkan bila hanya do, atau sol saja. Ini pun berlaku untuk cerita. Ia pasti terangkai dari paragraf, kalimat, kata, dan abjad. Berbeda bukan?

Beda sebagai pilihan membawa risiko. Dampak yang paling terlihat adalah dijauhi dari kelompok. Bahkan mungkin saja diabaikan. Dalam hal risiko pengambil jalan beda mesti menyiapkan diri.  Antisipasi mutlak diperlukan. Ini seyogianya ada dalam perencanaan sebelum mengambil jalan. Jalan beda dapat menjadi inovasi. Juga sekaligus ambilan cara yang beda membawa pada rugi. Tidak mengapa asal sudah mencoba. Penempuh jalan beda adalah trend setter.

Ada tanggung jawab besar bangsa Indonesia dalam merawat perbedaan. Aneka perbedaan sangat rentan akan gesekan. Segala pertentangan akibat perbedaan harus diminimalisir. Nilai kebangsaan yang sama harus diangkat sebagai nilai luhur di atas perbedaan. Salah satu kekayaan Indonesia adalah perbedaan. Keragaman yang terbingkai indah. Ini adalah tanggung jawab semua. Keragaman dalam perbedaan mengatakan untuk modal kemajuan.

Berbeda tidak mengapa. Ini bisa menjadi pembuka jalan bagi yang lain. Pemilih jalan beda memberi peluang pada pilihan baru. Itu tidak selalu bagus, namun memberi alternatif pilihan. Jika ada gagasan baru terbuka, kemudian memberikan harapan, sangat mungkin akan menjadi terobosan. Sekalipun tidak menyenangkan pada awalnya, keberhasilan saat memilih jalan beda akan memerdekakan. Banyak mencoba, memproduksi banyak cara, menghasilkan banyak karya. Inilah manfaat memilih jalan beda yang positif. Jangan takut berbeda. Itu tidak memalukan.

Malu berbeda akan menenggelamkan Anda. Banyak tokoh-tokoh besar Indonesia, bahkan dunia diabadikan namanya karena mereka berbeda. Mereka bekerja, berpikir, dan berjuang keras. Menempuh jalan beda yang dijadikan pilihan memerlukan pengorbanan. Tidak sedikit yang mereka korbankan. Harta, tenaga, pikiran, bahkan nyawa menjadi taruhan. Ini karena memperjuangkan perbedaan dalam bentuk positif. Lihat Soekarno, Hatta, H. Agus Salim mereka berbeda, menonjol, dan positif memberikan kontribusi nyata kepada bangsa. Jadi apakah Anda malu untuk berbeda dalam kebaikan? Bukankah kita diminta untuk berlomba-lomba di dalamnya? Jadilah beda dalam hal kebaikan. Itu tidak ngisin-ngisini.

Berbeda tidak memalukan. Ini selama tidak ada yang dirugikan. Jika berbeda dianggap sebagai sebuah kemerdekaan, ia dibatasi yang lain untuk mendapatkan haknya. Karena perbedaanlah kita menjadi kuat. Menjadi satu dalam sebuah ikatan kebangsaan. Berani beda, Anda akan membuka jalan bagi yang lain. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng, 29/1/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *