Oleh: Moh. Anis Romzi

Jika engkau dibaiki ganti balaslah dengan kebaikan, jangan malah engkau memanfaatkannya

Sungguh menyenangkan memiliki teman yang mudah berbagi dalam kebaikan. Kebahagiaan akan senantiasa menghampiri. Teman baik adalah mereka yang berbagi untuk dunia dan akhirat. Dalam banyak kasus tidak selamanya teman menjadi teman. Entah karena perbedaan pandangan ataupun memang telah berpisah secara fisik. Dalam konteks kehidupan bertemanlah dengan siapa saja. Sebuah kata bijak dapat menjadi pedoman,’ seribu teman masih terlalu sedikit, satu musuh sudah terlalu banyak’.

Jika ada kebaikan datang menghampiri lewat perantara sahabat, ada rasa berhutang kepadanya. Sebenarnya itu adalah pemberian-Nya lewat jalan yang tidak bisa kita menduganya. Siapa saja, di mana saja kebaikan itu dapat datang. Adakalanya lewat orang yang tidak kita sangka-sangka sebelumnya. Itulah kehidupan. Kita menganggapnya sebagai sebuah misteri. Itu karena keterbatasan pengetahuan kita. Padahal semua sudah digariskan. Berbuat baiklah kepada semua karena kita tidak tahu dari mana saja kebaikan akan datang pada kita.

Berbuat baiklah kepada siapa saja sampai Anda lupa menghitungnya. Karena berapa pun jumlah kebaikan yang kita lakukan tidak akan mampu mengganti anugerah yang telah diberikan-Nya. Setiap kebaikan layak diusahakan. Niatkan baik, lakukan baik Insyaallah balasannya akan baik. Walaupun terkadang tidak baik menurut kita, tidak sesuai dengan keinginan dan kehendak kita.  Yakini bahwa apa saja yang terjadi pada kita itulah yang terbaik.

Pilih teman yang mengajak kepada kebaikan. Dalam konteks organisasi, khususnya organisasi pendidikan. Teman baik adalah mereka yang saling belajar dan saling mengisi sampai lupa berhenti. Bukan hanya sebatas kenyamanan dalam harmoni persahabatan. Tetapi semangat untuk tumbuh, berkembang, dan maju bersama. Teman yang sebenarnya adalah  mereka yang menarik dari kuterlurukan, bukan yang mengucapkan selamat saat kita berhasil. Jabat tangan teman Anda yang mengingatkan kepada kebaikan.

Suatu saat balasan akan datang dalam bentuk dan dari orang yang berbeda. Secara umum bahwa kebaikan seharusnya dibalas dengan kebaikan. Faktanya tidak selalu begitu. Lazim kita mendengar kata bijak ‘Air susu dibalas air tuba’. Memangnya ada? Jamak sebuah kebaikan dibalas dengan muka masam. Perihal pinjam-meminjam uang misalnya. Saat pinjam datangnya baik, ketika mengembalikan menjadi rumit. Tidak jarang ada ganjalan perasaan. Bahkan yang lebih berbahaya renggangnya pertemanan.

Balaslah setiap kebaikan yang datang pada Anda lebih banyak. Bukannya dimanfaatkan untuk kepentingan sendiri. Teman adalah modal berharga. Bantu selagi bisa. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nantinya. Berbuat kebaikan kepada teman laksana menyimpan sebuah tabungan. Ia dapat cair kapan saja. Sebaliknya memanfaatkan teman untuk kepentingan pribadi laksana mengurangi tabungan dan mengurangi nilai diri.

Ia baik, menyukai kebaikan, dan yang berbuat kebaikan. Dalam mendefinisikan pertemanan ada baiknya sedikit memahami tentang kecerdasan interpersonal. (Hoerr;2007) jika Anda mampu untuk memahami orang dan membina hubungan dengan baik, maka kecerdasan itu ada pada Anda. Penanda dari kecerdasan ini adalah senang berteman banyak; memimpin, berbagi, menengahi; membuat kesepakatan; membantu teman memecahkan masalah; menjadi anggota tim yang efektif. Maka manfaatkan kecerdasan itu untuk kebaikan, tidak memanfaatkan teman.

Tidak pernah merugi orang yang senantiasa berbuat kebaikan. Itu akan mengantar empunya menuju ke gerbang kesuksesan. Jika orang berbuat baik kepada Anda, balaslah dengan yang lebih banyak. Bukan malah memanfaatkan. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 27/1/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *