Oleh: Moh. Anis Romzi

Yang penting dijalani dulu, soal hasilnya biar menjadi urusan Tuhan

Ikhtiar dalam kehidupan itu wajib hukumnya. Karena itu merupakan bukti sebuah keyakinan. Juga menginginkan suatu tujuan mesti ada proses yang harus dilalui. Itu sunnatullah. Namun saat berbicara hasil tidak semuanya menjadi kewenangan manusia. Setiap manusia hidup banyak inginnya. Pemenuhan terhadap keinginan tidak semuanya sesuai harapan. Apapun keinginannya usaha adalah sebuah keharusan.

Siapa berani mencoba ia menjadi pribadi merdeka. Keberanian adalah karakter manusia unggul. Ia menunjukkan bahwa sebuah proses harus dimulai. Walaupun terkadang terlihat tidak mungkin. Berani berbeda dengan nekat. Ada perencanaan, perhitungan, dan prediksi. Berani adalah berpikir sebelum bertindak. Berani itu ada diawali dengan keyakinan untuk berhasil. Sementara nekat adalah spekulasi.  Berani dan tekat bila disatukan akan menjadi kekuatan yang dahsyat. Berani dan bulatkan tekat untuk mencoba.

Setiap usaha mengandung risiko. Seperti aktivitas menulis misalnya, ia akan lahir apabila hanya dengan tindakan menulis itu sendiri. Tidak cukup hanya niat. Tetapi harus dibuktikan dengan tindakan. Adapun hasil hanya ada dua kemungkinan. Keberhasilan dan kegagalan. Keduanya hanya milik bagi yang sudah mencoba. Risiko itu dihadapi bukan untuk dihindari. Kembali bahwa usaha harus dijalani. Hasil wewenang Sang Pemberi.

Segala tantangan dan masalah yang muncul akan mendewasakan. Perlu dicatat masalah dan tantangan tidak akan pernah berhenti. Setiap waktu ada masalahnya sendiri-sendiri. So, jangan pernah berpikir yang lain tidak sedang dalam masalah. Hanya kemampuan menyelesaikan dan menutup yang berbeda. Hadapi tantangan dengan usaha yang luar biasa. Anda akan menjadi unggul.

Banyak mencoba adalah bagian sebuah ikhtiar. Itu tidak cukup sekali. Ikhtiar dalam mencoba harus berulang. Jika itu mencoba dalam hal kebaikan mesti berkali-kali untuk menjadi baik. Seperti dalam salat ia harus dilakukan berkali-kali. Ini adalah pembelajaran walaupun belum baik tetap harus dilakukan. Pun bagi yang sudah baik tetap harus diulangi agar semakin menjadi lebih baik. Tidak ada hasil baik dalam sekali usaha kecuali keberuntungan. Teruslah mencoba hal baik.

Jalani saja nanti akan ada masalah yang datang. Cara menghadapi masalah itulah yang menunjukkan kecerdasan. Thomas R. Hoerr (2007) respons yang konsisten terhadap ragam audiens dan masalahnya mengindikasikan seseorang memiliki kekuatan kecerdasan akademis. Namun kecerdasan akademik harus dilengkapi dengan kekuatan kecerdasan personal. Menulis, berbicara, dan berhitung adalah kecakapan ambang yang berharga; kemampuan ini memberi Anda akses ke suatu profesi atau peran. Tetapi, setelah Anda sampai di sana, prestasi, kemajuan, dan sukses dari apakah Anda mampu mengenal diri sendiri dan mampu bekerja sama dengan orang lain atau tidak. Ini menjadi bukti bahwa aneka masalah, orang-orang yang beragam memerlukan aneka kecerdasan untuk menyelesaikannya. Dan pada akhirnya masalah dan tantangan membuat kita belajar lagi dan lagi.

Soal hasil dari sebuah usaha adalah hak Sang Kuasa. Manusia diberikan hak untuk berencana, tetapi tidak untuk menentukan hasil. Ini adalah bagian akhir dari sebuah usaha. Maka penyandaran pada Yang Tertinggi adalah mutlak. Itu akan menenangkan. Bahwa hasil akhir bukan pada kendali kita. Jalani ikhtiar dengan kesungguhan terbaik. Tunggu hasil dengan melakukan ikhtiar kebaikan yang lain. Apabila sebuah usaha telah selesai dilakukan, bersiaplah untuk melakukan usaha yang lain.

Jalani saja dulu kehidupan, ikuti aturan-Nya. Biar hasilnya Ia Yang Menentukan.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng, 26/1/2021 Bahan bacaan: Tower, R. Thomas, Buku Kerja Multiple Intellegences, 2007, KAIFA, Bandung.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *