Oleh: Moh. Anis Romzi

Bisa ditandai jika orang hatinya kotor pasti jelek pikiran dan perilakunya

Sesungguhnya Allah tidak melihat penampilan dan bentuk tubuhmu, tetapi Dia melihat kepada hatimu. Dasar utama penilaian Allah Swt adalah hati. Maka jagalah hati sebagai lentera kehidupan ini. Adakalanya hati berbolak-balik. Saat hati semrawut ia bagai kuluban. Hati bagaikan sayuran yang direbus. Ia tidak terarah ke sana-kemari. Dalam simbol adat Jawa ketika acara selamatan. Hati yang semrawut letakkan. Quluban dalam terminologi Arab adalah jamak dari kumpulan hati. Disimbolkan dengan ditaruh telur di atasnya. Ndok  atau dlo’  dalam bahasa Arab berarti letakkan. Itu disimbolkan dengan telur. Hati yang ruwet letakkan menuju buceng. Tumpeng yang bermakna sebut yang kenceng. Zikir yang lurus kepada-Nya.

Hati adalah cerminan perilaku manusia. Sesuatu yang tidak tampak mata berpengaruh kepada perbuatan. Hati tempat menimbang rasa untuk mengambil keputusan. Jika keputusan itu menghasilkan tindakan positif maka ia terbimbing. Inilah jalan yang benar. Dalam hati yang semrawut letakkan, sandarkan pada asma yang lurus. Agar mendapat ‘afun. Apem dalam istilah Jawa. Pengampunan dari Yang Maha Pemberi Pengampunan. Penanda fisik dalam simbol makanan sebagai aktivitas spiritual untuk hati. Dinamakan metri. Artinya adalah penyucian diri. Hati yang suci untuk melahirkan pikiran dan tindakan yang baik.

Manusia bertindak atas dasar pengetahuan dan pilihan sikap yang dimilikinya. Hati, akal, dan perbuatan mesti beriringan berjalannya. Jika hati baik akan berpengaruh pada pikiran, dan perbuatan sekaligus. Ini penting untuk melatih semuanya. Terus- menerus tanpa henti untuk hasil terbaik. Pengetahuan akan menuntun pada keyakinan. Selanjutnya hati akan memutuskan tindakan. Hasil tindakan yang buruk gambaran hati yang kotor. Ini akan menjadi penanda bagi si empunya hati.

Indikasi perbuatan yang dilakukan manusia penanda kebersihan hatinya. Hati tempat bersemayam keyakinan. Keyakinan yang kuat akan memungkinkan segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya. Rawat dan tumbuhkan keyakinan itu berterusan. Bersihkan dari segala gulma pengganggu.

Konsep pembersihan hati menurut al-Ghazali ada 3: takhalli, tahalli dan tajalli.

Takhalli adalah mengosongkan diri dari sikap ketergantungan terhadap kelezatan hidup duniawi dengan cara menjauhi diri dari maksiat dan berusaha menguasai hawa nafsu.

Tahalli adalah mengisi atau menghiasi diri dari sikap dan perbuatan-perbuatan yang baik. Dengan kata lain, sesudah mengosongkan diri dari sifat tercela. Adapun sikap yang dapat dibiasakan antara lain: taubat, cemas dan harap (khauf dan raja’), zuhud, al-Faqr, sabar di dalamnya ada iffah yakni ketahuan dari hawa nafsu perut dan seksual, hilm yaitu kesanggupan diri untuk tidak marah, qonaah ketabahan hati menerima nasib, saja’ah sikap pantang menyerah dalam menghadapi masalah, reda, dan muraqabah. Beberapa pengertian mengenai sikap dan perbuatan dalam tahalli dibahas lebih mendalam pada bagian tulisan yang lain.

Tajalli dapat diartikan sebagai terungkapnya nur ghaib untuk hati. Rasulullah Saw bersabda,” ada saat-saat tiba karunia dari Tuhanmu, maka sikapkanlah dirimu untuk itu.” Oleh karena itu untuk mendapatkan hati yang bersih diperlukan riyadlah atau latihan. Adapun bentuk latihan untuk memperdalam cinta kepada Allah antara lain; munajat, muraqabah, memperbanyak wirid dan zikir, tafakkur, dan mengingat kematian.

Jika hati buruk dapat ditandai dari perbuatan buruk yang dihasilkan. Lantaran pikiran dan hati yang kotor. Maka rawatlah hati, bersihkan agar pikiran dan perbuatan ada dalam bimbingan-Nya.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 20/1/2021 Bahan bacaan:  ismianilatifah.blogspot.com/2016/12/tasawuf-pengertian-takhalli-tahalli.html

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *