Oleh: Moh. Anis Romzi

Daripada mengeluh lebih baik bersyukur. Kopi saja masih nikmat.

Kenapakah hidup ini terasa berat? Mungkin keluhan seperti ini pernah Anda mengalaminya. Semua terasa sulit. Tampak tidak ada jalan keluar atas masalah yang menimpa kita. Seolah kita tertimpa yang paling berat. Acap kali kita lupa dan hanya menengok ke dalam diri kita sendiri. Padahal di luar banyak pula yang menghadapi masalah.

Pandanglah dunia ke bawah, akhirat ke atas. Ya, saat melihat pada orang lain perihal kepemilikan, tundukkan hati dan mata. Ketika menuruti keinginan maka tidak akan terbatas. Keinginan terhadap bendawi akan terus ada. Setiap yang orang lain miliki di tempat lain ada yang memiliki lebih. Tetaplah bekerja untuk dunia, namun akhirat yang utama. Bekerjalah untuk dunia seakan-akan hidup selamanya. Ketika beribadah untuk akhirat rasakan seolah-olah kita akan mati esok. Seimbangkan dunia dan akhirat beriringan. Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki hari ini.

Nikmati yang ada, terima dengan lapang dada. Keluhan hanya akan semakin menambah beban. Rasakan kehidupan sebagai anugerah terindah dari-Nya. Rasa syukur akan menepis banyak keluh. Jika Anda sedang sehat tengoklah yang sedang sakit, jika kondisi fisik Anda lengkap lihatlah yang menerima kecacatan, jika Anda memiliki pekerjaan dengan upah kecil rasakan ketika yang lain sedang sibuk mencari pekerjaan. Jika mampu merasa hal yang demikian akan ada ketenangan hadir dalam diri.

Anda punya simpanan yang tidak pernah habis. Simpanan itu bernama qonaah. Ia adalah rasa cukup yang ada dalam diri. Lahirkan qonaah setiap saat. Syukur, qonaah, dan cukup adalah rasa. Kendali rasa ada pada empunya. Ketika mereka hadir tidak ada lagi galau dalam hati.

Kopi dan kenikmatan sesaat.  Ada beberapa manfaat minum kopi. Syeikh Ihsan Jampes mengarang sebuah kitab yang berjudul Irsyadul Ikhwan li bayani syurbil qohwati wa al- Dukhan. Salah satu keterangan di dalamnya yaitu; minumlah kopi setiap saat. Karena di dalam kopi ada lima manfaat. Kopi itu bisa membangkitkan semangat. Kedua kopi dapat melancarkan pencernaan, ketiga kopi dapat menghilangkan dahak, keempat kopi dapat membantu fungsi pernapasan, kelima kopi dapat membantu tercapainya tujuan.

Syukur nikmat akan mengantar pada ketenangan. Ini adalah keyakinan, ungkapan, dan tindakan terbaik. Gantilah saluran keluh dengan memanfaatkan pemberian-Nya yang sudah ada pada kita. Serendah-rendahnya kehidupan. Setinggi-tingginya adalah iman, Islam, dan Ihsan. Kenikmatan ini harus dijaga penuh dengan penuh kesyukuran. Nikmat tertinggi ini akan menjadi tiket ke surga-Nya. Sekaligus mereka menjadi fondasi di dunia untuk beramal, bekerja, dan beribadah. Sudahkah kita bersyukur hari ini?

Hidup dunia tempat mencari bekal untuk kampung akhirat. Sebuah kepastian semua akan meninggalkan dunia ini. Penting untuk menyiapkan tujuan akhir perjalanan. Dunia tempat mengumpul perbekalan. Senyampang hidup gunakan kesempatan ini sebelum datang kematian. Ia tidak perlu berizin untuk menjemput. Jadi keluhan di dunia tidaklah berarti apa-apa dibandingkan dengan kampung akhirat. Ingat penyesalan selalu ada di belakang. Persiapkan agar sesal tidak datang.

Gantilah keluh dengan pikiran positif. Semua masalah ada jalan keluarnya. Semua penyakit ada obatnya. Mari menjalani hidup dengan penuh rasa syukur atas pemberiannya. Kopi masih nikmat dibanding dengan tumpukan keluh. Salam menulis sambil sesekali ngopi. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 18 Januari 2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *