Oleh: Moh. Anis Romzi

Pagi ini, Kamis (17/12/2020) saya menandatangani piagam peserta didik peraih peringkat paralel kelas. Piagam yang rencananya akan dibagikan saat penyerahan Laporan Hasil Belajar (19/12/2020). Tradisi SMPN 4 Katingan Kuala menyampaikan hasil belajar peserta didik langsung kepada orang tua. Ini adalah sarana silaturahmi sekaligus berkomunikasi pihak sekolah. Sejatinya permasalahan dalam proses pembelajaran selalu ada. Piagam dimaksudkan untuk pintu masuk penyemangat meningkatkan prestasi. Piagam juga bermakna tanda kerja keras yang telah dilakukan peserta didik dalam meraih prestasi.

Pentingkah selembar kertas piagam? Jawabannya selalu relatif. Namun saya memilih jawaban penting. Ia adalah saksi perjalanan kehidupan. Tidak semua orang pantas mendapatkannya juga dapat menjadi alasan. Bahwa ia tanda sebuah kerja keras melampaui yang lain. Fakta dalam kehidupan ada beberapa yang harus diselesaikan dengan kompetisi. Piagam adalah penanda berakhirnya sebuah proses kompetisi. Syarat  dari kompetisi untuk piagam adalah sportif. Ia layak mendapatkannya. Perjuangan perlu diapresiasi bagaimanapun bentuknya.

Portofolio kehidupan peserta didik ditoreh dalam selembar kertas. Ini adalah berbentuk tulisan. Tinta emas perjalanan hidup telah dicatatkan. Kebaikan perlu dirayakan bersama. Ini dapat menjadi teladan bagi siapa saja yang belum mendapatkan. Sebuah kebaikan harus diupayakan. Ia tidak datang dengan sendirinya. Para peserta didik yang telah berusaha keras, pantang menyerah dalam kondisi pandemi covid-19 masih tetap bersemangat untuk belajar. Mereka mencatat kebaikan. Selembar prasasti kertas menjadi catatan.

Saat diskusi dengan para pendidik tentang perkembangan dan capaian peserta didik. Hasil diskusi evaluasi di ruang guru menyatakan bahwa mayoritas peserta didik telah kecanduan game di gawai mereka masing-masing. Di saat yang bersamaan saat mereka menghadapi Penilaian Akhir semester hanya mengerjakan ala kadarnya saja. Daya juang menjadi rendah. Ketika didiskusikan dengan orangtua dan wali hampir semua mengaminkan. Para orangtua kesulitan mengendalikan. Kendala baru pendidikan kekinian. Peserta didik yang mampu lepas dari kecanduan game membuktikan dapat berprestasi secara akademik.

Piagam ini hanyalah tulisan semata. Namun ada makna perjuangan mendapatkannya. Tulisan sarat makna. Ia adalah tonggak perjalanan hidup seseorang. Anis Baswedan pernah mengatakan bahwa piagam, sertifikat, ataupun ijazah mengantarkan pemiliknya sampai dengan wawancara. Setelahnya adalah kemauan, kerja keras, dan kreativitas. Tulisan dalam piagam menandakan pencapaian empunya.  Tanda kebaikan perlu dikenali lewat salah satu penanda tulis ini. Piagam memberikan hak pada pemiliknya terhadap kebaikan.

Bukti tulisan dalam piagam adalah tanda. Para peserta didik yang telah berusaha keras layak mendapatkannya. Namun bukti di atas kertas tidaklah cukup. Itu memerlukan pembuktian dalam perbuatan secara berkelanjutan. Piagam hanyalah pemula. Qs. Al-Insyirah ayat 7:” Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk (urusan yang lain). Para peserta didik yang telah melakukan kebaikan, wajib untuk melakukan kebaikan yang lain dengan sungguh-sungguh. Dari piagam ke piagam pada mulanya, berikutnya melakukan kebaikan ke kebaikan yang lain dengan sungguh-sungguh.

Catatan hari ini baik. Namun bisa saja berubah di kemudian hari. Prasasti kebaikan telah diukir. Merawat dan menjaga kebaikan tidaklah mudah. Akan banyak godaan untuk mempertahankannya. Namun penting tetap harus diupayakan secara simultan. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. Menjaga kebaikan memerlukan kesabaran dan konsistensi. Selamat anak-anakku! Teruslah berbuat baik di mana saja engkau berada. Piagammu bukti kebaikanmu hari ini. Sejarah akan mencatat bahwa kamu pernah melakukannya. Jaya Makmur, 19 Desember 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *