Oleh: Abd. Samad

Alhamdulillah segala puji milik Allah. Salam dan shalawat semoga tetap terlimpah kepada Rasulullah saw, keluarganya, sahabatnya, dan kita ummatnya hingga akhir zaman.

Alhamdulillah kembali kita diberikan kesempatan, menghirup udara bulan Ramadhan yang penuh berkah. Selamat datang duhai Ramadhan, kami gembira menyambut kehadiranmu.

Semoga kehadiran bulan Ramadhan menjadikan kita, hidup dalam keadaan tenteram, penuh iman, sehat selamat, dan diberikan karunia untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kepada Allah SWT.

Di bulan Ramadhan ini, kita orang yang beriman ditetapkan Allah untuk melaksanakan ibadah puasa, sebagai bentuk kepatuhan kepada-Nya.

Puasa bermakna imsak. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa. Menahan diri dari segala syahwat duniawi.

Makna membatalkan puasa ada dua macam. Pertama membatalkan puasanya. Puasa menjadi tidak sah. Misal karena makan di siang hari dengan sengaja.
Kedua bermakna membatalkan pahala puasanya, puasanya secara fisik sah. Namun secara bathin puasanya menjadi batal, tidak mendapatkan pahala dari puasanya. Misal berdusta, memfitnah, dan penyakit bathin lainnya.

Sabda Nabi saw, banyak orang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya. Yang mereka dapatkan hanya lapar dan dahaga semata. Inilah kelompok yang merugi. Na’udzubillah.

Bila seseorang mampu berpuasa dengan benar, penuh kehati-hatian sesuai syariat. Takut melakukan hal yang sia-sia, maka insya Allah, akan mendapatkan ampunan Allah swt. Sungguh mereka yang mendapatkan ampunan-Nya pasti beruntung.

Tujuan ditetapkan berpuasa di bulan Ramadhan, adalah untuk menjadikan pelakunya, menjadi orang bertaqwa ( muttaqien).

Orang yang bertaqwa adalah orang sadar. Sadar bahwa hidup ini banyak tantangan. Sadar bahwa ia harus patuh pada perintah Allah, sekaligus menjauhi apa saja yang dilarang-Nya. Mereka yang bertaqwa, insya Allah mampu mengendalikan diri dari segala sesuatu yang tidak bermanfaat.

Orang yang bertaqwa adalah orang yang paling mulia, “inna akramakum indallahi atqokum”. Mulia karena kepatuhannya kepada Allah, melaksanakan segala ketentuan Allah Robb semesta alam.

Orang yang bertaqwa akan diberikan petunjuk, dari segala masalah yang ia hadapi. Orang bertaqwa akan diberikan rizki yang tidak terduga.

Sungguh orang yang bertaqwa, adalah mereka yang selalu dibimbing oleh Allah pada jalan keselamatan dan kebahagiaan. Allah menjadikan diriNya sebagai Pembimbing, sebagai Guru orang yang bertaqwa. “Wattaqullah wa yu’allimukumulloh”

Ibadah puasa di bulan Ramadhan, akan mengantarkan para pelakunya pada jalan kemuliaan. Sungguh rugi orang-orang yang tidak memanfaatkan kesampatan yang penuh keberuntungan ini.

Allah amat sayang kepada manusia. Setiap tahun Ramadhan di utus datang bertamu menjumpainya. Ramadhan membawa pesan-pesan keberuntungan.

Selamat berpuasa, selamat beribadah, semoga kita menjadi hamba yang selalu bertaqwa kepada-Nya. Aamiin.

Samboja, 01 Ramadhan 1442H.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *