Penuntun Jiwa

Maryati Arifudin, 17 Ramadhan 1442

Apalagi yang ditunggu wahai sahabatku? Saat ini telah memasuki tujuh belas hari di bulan suci. Sadarlah! Jangan mencelakai diri sendiri atau tak percayakah suatu saat hidup akan berakhir.

Angka 17 terasa istimewa. Tujuh belas  ramadhan turunya Al Qur’an mulia. Tanggal tujuh belas lahirnya negeri kita tercinta. Usia tujuh belas pernyataan diri bahwa usia telah dewasa.

Jika merasa diri dewasa seharusnya kita udah menyadari tugas dan tanggup jawab sebagai seorang hamba. Jadi perhatikanlah, misi utama seorang hamba hanya mengabdi pada-Nya. Kita harus punya amalan unggulan tuk bekal di yaumil akhir kelak. Ayo kita segera bergegas!

Bagaimana hati bisa mengeras dan membatu, jika kau hanya menutup diri. Menutup diri dari hidayah Sang Illahi Robbi. Hidayah itu harus dirawat agar tak lepas dari hidupmu. Walau ujian berat menempamu, kau harus mendekap agar tak lepas darimu.

Hidayah adalah segala bentuk prinsip dan ajaran agama Islam bersumberkan Al-Quran dan As-Sunnah. Sungguh, Islam adalah agama fitrah yang Allah turunkan melalui para rasulnya. Percayalah! Hidayah itu yang akan membawamu menuju keselamatan.

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Surat Ar-Rum, Ayat 30)

Jagalah hidayah itu! Jika telah lepas darimu maka kecelakaan besar akan menimpamu. Sungguh, seluruh hidupmu tidak akan berarti akibat perbuatanmu yang menghinakan dirimu sendiri. Gambaran itu ada dalam Al Qur’an yang suci. Jika, dirimu tak meyakini berita besar itu pasti suatu saat akan menyesali.

Al-Quran surat Al Muddatsir (47) ayat 42 sd 46 menyatakan, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,  dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari Pembalasan”.

Berhati-hatilah! Kecelakaan besar jika kita semua lalai akan perintah-Nya. Pertahankan hidayah atau petunjuk illahi Rabbi sampai akhir nafas kehidupan. Agar jaminan kesalamatan  dapat kita raih.

Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (Surat Tha-Ha, Ayat 123)

Pintau taubat tetap terbuka bagi yang mau insaf akan perbuatan dosa. Jalani perintahnya dan tinggalkan larangannya. Pas bertepatan hari ke-17 puasa, diingatkan turunnya Al Qur’an yang mulia. Sungguh! Jika ingin hidup kita akan sempurna maka baca dan tadaburi isinya.

Jadikan bacaan unggulan disetiap waktu, agar hidupmu menjadi bermakna. Sesibuk apapun aktivitasmu sempatkan tuk membacanya. Membacanya tak akan memakan waktu lama, tapi sungguh amal membaca kitab suci ini kelak dirimu akan tahu manfaatnya setelah tiada. Saat dirimu tiada, maka amalan ini mampu menjadi penerang di alam kuburmu kelak.

Niatkan membaca Al Quran yang mulia setiap harinya maka akan mendapat manfaat di dunia jua. Bacaan Al Qur’an mampu membuat penyejuk jiwa bagi yang mendengarkan apalagi pembacanya.

Sungguh, amalan Qur’an menuntun kita berakhlak mulia. Akibat dekat-dekat dengan firman-firmannya hati akan terbuka dan bercahaya. Hati akan Bercahaya membuat kita akan terjaga dari perbuatan keji atau tercela. Karena hatinya selalu dingatkan oleh hidayahnya.

Sungguh selalu berinteraksi dengan Al Quran tiap harinya akan melunakkan hati yang mulai mengeras. Paksa terus tuk membaca kalam-Nya suatu saat dirimu akan merasakan dampaknya. Jangan lewatkan sedetikpun tuk mentadaburinya saat hati lara. Sungguh, berinteraksi dengan Al Quran sebagai obat jiwa.

Sungguh sebaik-baik perkataan di bulan ramadhan adalah membaca Al Qur’an. Oleh karena itu,  perbanyaklah membacanya.

Perintah-Nya dalam Surat Azzumar ayat 23 artinya, “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur`ān yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang. Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya. Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendak.

Perhatikan adab-adab saat membaca Al Quran agar mudah mengambil manfaatnya. Cukup ambil air wudlu tuk bersuci sebelum memegang kitab yang mulia. Al Quran memang istimewa bagi hamba yang mau mengimaninya. Sungguh, memang kitab suci Al Quran harus diperlakukan istimewa. Karena, tuntunan hidup untuk mencapai sejahtera ini juga lahir di bulan mulia.

Pada akhir ramadhan ini hidupkan ruh Al Qur’an dalam jiwa. Sungguh, hamba-hamba yang selalu mendekatinya akan mententram jiwa. Isi hidup ini dengan bacaan mulia. Bacaan bersumber dari Tuhannya jadikan sebagai penuntun jiwa.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *