Oleh: Abd. Samad

Alhamdulillah hidup penuh dengan anugerahNya. Berbahagialah mereka yang diberikan kesadaran seperti ini. Hidupnya senantiasa berada di jalan damai dan bahagia.

Manusia harus pandai melihat nikmat sebagai anugerah Allah. Ia terbebas dari perasaan, bahwa nikmat yang ia peroleh merupakan hasil dari keringat sendiri.

Ingat kalam Allah yang menyatakan, bahwa apa pun nikmat yang ada padamu semata hanya pemberianNya. Katakan inna hadza min fadli robbi- sungguh ini anugerah dari Tuhanku.

Dengan selalu mengingat pernyataan Allah di atas. Lalu kita ulang-ulang sebagai afirmasi. Insya Allah dengannya kita terbebas dari penyakit angkuh.

Mereka yang terbebas dari keangkuhan, niscaya akan tumbuh sifat rendah hati. Kerendah-hatian melahirkan sikap empati kepada semua penghuni bumi.

Alhamdulillah merupakan kalimat pujian, sekaligus doa mujarab sebagai pengikat dan penambah nikmat.

Tuhan berjanji untuk menambah nikmat pemberiannya terhadap hamba-hambaNya yang pandai bersyukur.

Bumi ini menjadi makmur, bila para penghuninya pandai bersyukur. Berterima kasih berarti ia siap, menerima anugerah Allah walau kelihatannya hanya sedikit.

Bersyukur menumbuhkan jiwa qanaah dan empati untuk sesama. Ia akan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Ia pandai berbagi kepada sesama.

Semoga Allah membimbing kita menjadi hamba yang pandai berterima kasih.

Samboja, 02052021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *