banner 728x250

Penghafal Al-Qur’an Pertama di Dunia

banner 120x600
banner 468x60

Sungguh mulia mereka radhiyallahu anhum. Dari mereka kita semua diwarisi cahaya yang menerangi hidup dan kehidupan

Oleh: Agus S. Saefullah
17 Ramadan 1443 H

banner 325x300

Sebelumnya telah disinggung nama-nama sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jadi pelopor menghafal Al-Qur’an.

Sahabat-sahabat Rasulullah itu menjaga kalam Allah dengan menyimpan lafad-lafadz mulia itu di dalam hati dan ingatan mereka. Ayat demi ayat dari setiap wahyu yang diturunkan mereka hafal tanpa terlewatkan.

Pertama, Abu Musa Al-Asy’ari. Sahabat Rasul ini bernama lengkap Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhdhar bin Harb. Keturunan Bani Al-Asy’ar dari Qahthan yang lahir di daerah Zubaid Yaman.

Abu Musa berhijrah dari Yaman ke Mekah untuk masuk Islam dan belajar kepada Rasulullah. Sekian lama Abu Musa belajar dengan rasul hingga akhirnya dia kembali ke Yaman untuk berdawah.

Syaikh Muhammad Sa’id Mursi dalam bukunya “Uzhmaul Islam: Abra Arba’ati Asyra Qaruna Minal Zaman” menyebutkan bahwa Abu Musa berhasil berdakwah kepada penduduk Yaman. Sehingga Ia kembali ke Mekah dengan membawa 50 penduduk Yaman Asy’ariyun yang telah masuk Islam dan siap menjadi pembela agama Allah.

Sahabat ini merupakan sahabat yang selalu menghafal setiap datangnya wahyu Allah. Sehingga ia dikenal sebagai sahabat yang juga penghafal Al-Qur’an. Selain itu Rasulullah pernah berujar kepada Abu Musa mengenai keindahan suaranya, “Abu Musa telah dikaruniai suara bagus, sebagus suara keluarga Nabi Daud”.

Kedua, Abu Darda. Nama lengkapnya Uwaimir bin Malik bin Qais bin Umayyah Al-Anshari Al-Khazraji.

Sahabat penghafal Al-Qur’an ini merupakan sosok yang sangat zuhud. Ia selalu menghawatirkan dirinya dan umat pada umumnya terjebak dalam kenikmatan dunia yang melenakan.

Suatu hari Wilayah Cyprus berhasil ditaklukan kaum muslimin. Kemenangan itu malah membuat Abu Darda menangis. Ia kemudian ditanya pasal apa yang membuatnya menangis. Abu Darda pun menjawab dengan penuh kecemasan “Aku khawatir kaum muslimin terpesona dengan harta kekayaan, sehingga mereka dapat dikuasai musuh, sebagaimana mereka menguasai harta-harta itu”.

Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan Abu Darda diangkat menjadi Hakim di Syam. Meskipun diangkat sebagai pejabat kesehariannya tidak dihabiskan untuk membangga-banggakan jabatan. Ia sama sekali tidak membutuhkannya, jika Utsman tidak memintanya untuk membimbing penduduk Syam.

Abu Darda salat di Masjid Damaskus maka ribuan manusia mengelilinginya untuk mempelajari Quran.” Demikian Kata Suwaid bin Abdul Aziz. “Ia pun membagi-bagikan satu kelompok dengan sepuluh orang dan dipilih satu orang ketua. Adapun Abu Darda mengawasinya di mihrab. Jika ada yang salah, mereka kembali kepada ketuanya. Jika ketua yang salah maka ketua tersebut menghadap Abu Darda untuk bertanya. Jumlah penghafal Quran dalam majelis Abu Darda dapat mencapai 1.600 orang.” Lanjutnya.

Ketiga, Zaid bin Tsabit. Sahabat yang juga dipanggil Abu Kharijah ini bernama lengkap Zaid bin Tsabit bin Dhahhak Al-Anshari Al-Khazraji.

Rasulullah pernah memuji kecerdasan para sahabat termasuk diantaranya adalah Zaid bin Tsabit, “Di antara umatku, yang paling belas kasih terhadap umatku adalah Abu Bakar, sedangkan yang paling tegas terhadap perintah Allah adalah umar, yang paling pemalu adalah Utsman, yang paling mengetahui halal haram adalah Mu’adz bin Jabal, dan yang paling mengetahui tentang fara’idl (ilmu tentang pembagian harta waris) adalah Zaid bin Tsabit. 

Zaid juga dikenal dekat dengan Rasul dan menghafal setiap wahyu yang diturunkan kepadanya.

Karena kapasitas itulah, pasca perang Yamamah yang banyak mensyahidkan para penghafal Al-Qur’an, Zaid bin Tasbit lah yang diminta Khalifah Umar untuk memimpin kodifikasi Al-Qur’an.

Keempat, Abdullah bin Mas’ud. Bernama lengkap Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Hubaib Al Hadzali.

Ialah penggembala kambing milik Utbah bin Abi Mu’ith yang berhasil menebas leher Abu Jahal pada perang Badar setelah sebelumnya ditikam oleh Pemuda Anshar bernama Muadz.

Abdullah bin Mas’ud yang juga biasa dipanggil Ibnu Mas’ud adalah penghafal Al-Qur’an yang memiliki keberanian yang sangat tinggi. Dialah orang yang pernah dipukuli musyrikin Quraisy karena telah berani secara lantang membacakan Al-Qur’an di hadapan mereka.

Barang siapa yang ingin membaca Alquran yang baik seperti pertama kali turun”. Kata Rasulullah. “maka bacalah seperti bacaan Abdullah bin Mas’ud.” Demikian Ibnu Majah dan Ahmad meriwayatkan.

Pada suatu saat Ibnu Mas’ud pernah berkata ““Saya telah menampung 70 surat Al Qur’an yang dengan langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak seorang pun yang menyaingiku dalam hal ini.”

Kelima, Utsman bin Affan. Khalifah pengganti Rasulullah yang ketiga ini merupakan menantu Rasulullah karena telah menikahi Ruqayah dan Ummu Kultsum. Karena itu Utsman bin Affan berjuluk Dzun Nurain yang berarti pemilik dua cahaya.

Ia bernama lengkap Utsman bin Affan bin Abi Ash bin Umayyah bin Abd Syams bin Abd Manaf. Lahir lima tahun setelah kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau adalah salah satu pelopor penghafal Al-Qur’an. Ia sangat mencintai membaca Al-Qur’an. Usaha yang dilakukan untuk mengkodifikasi Al-Qur’an yang terestafeta sejak zaman Nabi bisa terselesaikan di kepemimpinannya. Kecintaannya terhadap Al-Qur’an hingga ketika ia syahid di tangan pembunuh yang memberontak juga dalam keadaan sedang membaca Al-Qur’an.

Dalam “Irsyadul Ibad li Isti’dadi li Yaumil Mi’a”d Khalifah Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Bagian dunia yang kucintai ada tiga: (1) mengenyangkan orang yang lapar, (2) memberi pakaian mereka yang tak punya, dan (3) membaca Alquran”.

Keenam, Ali bin Abi Thalib. Sepupu yang juga menantu Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam ini bernama lengkap Ali bin Abi Thalib bin Abd Muthalib bin Hasyim Al-Quraisy.

Ali lahir Sekira 10 tahun sebelum bi’tsah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada jug ayang menyebutkan 15 tahun sebelum bi’tsah.

Ali bin Abi Thalib merupakan Khalifah keempat dan suami dari putri Nabi yaitu Fatimah Azzahra binti Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dialah sahabat yang sejak kecil sudah sering membersami Nabi, belajar dan membela dakwah Nabi. Hafalannya terhadap wahyu-wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi amatlah kuat.

Aku tidak pernah melihat seorang yang lebih pandai dalam al-Quran daripada Ali.” Begitu Kesakisan Tabi’in Abdurahman As-Sulmi.

 “Demi Allah tidak satu pun ayat yang diturunkan kecuali aku telah mengetahui tentang apa dan dimana diturunkan. Sesungguhnya Allah telah memberikan kecerdasan hati dan lidah yang fasih.” Demikian Ali menceritakan dirinya yang kehidupannya selalu diwarnai dengan Al-Qur’an.

Ketujuh, Ubay bin Ka’ab. Pemuda yang pernah terlibat dalam Bai’at Aqabah bersama Rasulullah ini bernama lengkap Ubay bin Ka’ab bin Qais bin Ubayd Al-Anshari Al-Khazraji.

Meski tubuhnya kecil, ia begitu gagah berani. Hingga hampir semua peperangan selalu diikuti oleh Ubay bin Ka’ab.

Sahabat ini adalah penghafal Al-Qur’an yang sering mendapatkan kepercayaan dari Nabi dalam urusan Imam Salat di Masjid Nabawi. Nabi juga sering menugaskannya mengajarkan Al-Qur’an dan ajaran agama kepada para utusan yang dari berbagai wilayah ke Madinah.

Pantaslah jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam amat menyayangi pemuda ini.

Dalam riwayat Ahmad dikisahkan mengenai Ubaybin Ka’ab. Bahwa suatu hari yang dalam keadaan salat Ia memberitahu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Waktu itu bacaannya tertinggal satu ayat. Lantas beliau diingatkan oleh Ubay radhiyallahu ‘anhu. Selesai salat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Siapakah yang memberitahuku tadi?” “Aku yang memberitahu, ya Rasulullah,” Jawab Ubay. Beliau bersabda, “Dalam hatiku, aku menduga engkaulah yang memberitahu.”

Hati Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu begitu terharu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berucap kepadanya dalam riwayat At-Tirmidzi,

Allah SWT telah memerintahkan kepadaku supaya membacakan seluruh isi al-Quran kepadamu”. Ubay berkata: ” wahai rasulullah, adakah Allah telah menyebutku dengan memanggil namaku? “.

Rasulullah menjawab: ” Ya benar, Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebut engkau dengan memanggil namamu “. Jawaban rasulullah hal ini membuat dirinya terharu.

Sungguh mulia mereka radhiyallahu ‘anhum. Dari mereka kita semua diwarisi cahaya yang menerangi hidup dan kehidupan. Semoga kita bisa meneladani. Amin

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *