banner 728x250

Peletakan Dasar Literasi Dunia

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Sulfianis

banner 325x300

Pemahaman orang tentang makna literasi sangat dipengaruhi oleh penelitian akademik, institusi, konteks nasional, nilai-nilai budaya, dan juga pengalaman. Pemahaman paling umum dari literasi adalah seperangkat keterampilan nyata yang khususnya keterampilan kognitif membaca dan menulis. UNESCO menjelaskan bahwa kemampuan literasi merupakan hak setiap orang dan merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat.

Kemampuan literasi dapat memberdayakan dan meningkatkan kualitas individu, keluarga dan masyarakat. Literasi itu sifatnya multiple effect  yaitu dapat memberikan efek untuk ranah yang sangat luas, kemampuan literasi membantu memberantas kemiskinan, mengurangi angka kematian anak, pertumbuhan penduduk dan menjamin pembangunan berkelanjutan dan terwujudnya perdamaian. Kelemahan yang terjadi dimasyarakat seperti buta huruf  adalah hambatan untuk kualitas hidup yang lebih baik

Literasi memang tidak bisa lepas dari bahasa. Seseorang dikatakan memiliki kemampuan literasi apabila ia telah memperoleh kemampuan dasar berbahasa, yaitu kemampuan membaca dan menulis. Kesimpulannya literasi adalah kemampuan baca-tulis merupakan bahan utama untuk dikembangkan secara lebih luas melalui pendidikan.

Dalam sejarah peradaban Islam tradisi literasi sudah melahirkan tulisan-tulisan para pemikir dan ulama Islam yang umurnya sudah ratusan tahun dan sampai saat ini masih eksis dipelajari oleh lembaga pendidikan Islam.

Tulisan merupakan bukti jejak sejarah peradaban manusia yang berupa peristiwa, pengalaman, pengetahuan, pemikiran dan ilmu pengetahuan. Tulisan dapat menembus dan menelurusi lorong-lorong ruang dan waktu di masa lampau. Andai saja pada saat ini tidak ada lagi tulisan atau orang yang menulis, tentulah kita kan kembali pada zaman pra-sejarah yang buta baca-tulis. Buktinya sekarang kita dibanjiri informasi diberbagai media baik media cetak maupun elektronik. Kita akui tulisan saat sekarang ini telah mengisi seluruh ruang kehidupan manusia modern.

Patutlah rasanya kita menelusuri asal muasal literasi ini. Berawal dari Peristiwa nabi Muhammad S.A.W menerima wahyu pertama dari Allah S.W.T sudah sering kita baca diberbagai media, baik media cetak maupun media kaca. Memahami proses kejadian nabi menerima wahyu pertama, sungguh menanamkan pesan yang mensyaratkan sebuah kata penting untuk dilaksanakan. Kenapa? Karena nabi Muhammad menerima wahyu tersebut sangat merasakan kesulitan dan hampir putus asa. Peristiwa itu sangat memaksa nabi untuk membaca surat Al-Alaq ayat 1-5. Pada kejadian itu malaikat meminta nabi untuk membacanya, namun nabi tak mampu membacanya, tapi tetap juga dipaksa membacanya. Hingga nabi merasa gemetar setelah malaikat membacakannya. Setelah itu nabi pulang ke rumahnya dengan kondisi badan yang menggigil dan minta diselimutkan. Istri beliau khodijah menyelimutinya dan berusaha menenangkan beliau agar beliau tenang dan berbahagia bahwa itu dari Allah. Kejadian ini terjadi di gua Hira’ sewaktu beliau menyendiri di sana, karena kondisi umat sangat membuat nabi kehilangan akal.

Surah Al-alaq merupakan wahyu pertama diturunkan Allah S.W.T kepada nabi Muhammad S.A.W. Di dalam surah ini berisi tentang pentingnya membaca. Di sini lah lahir pertama kali literasi, setelah nabi Muhammad menerima wahyu pertama. Ada beberapa yang bisa di pahami dalam surah Al-alaq ayat 1-5 diantaranya menjelaskan tentang perintah membaca. Membaca, menelaah, mengkaji, menyampaikan wahyu-wahyu Allah ketika turun nanti. selanjutnya menjelaskan tentang manusia dengan berbagai ragam sifatnya, kemudian memerintahkan membaca dengan menyampaikan janji Allah diatas manfaat membaca itu. Seterusnya mengajarkan manusia melalui perantaraan pena yang harus dibaca dan kedua melalui pengajaran secara langsung tanpa alat (‘ilm ladunny).

Jika ditarik lagi benang merahnya dari surah di atas dijelaskan bahwa membaca sangat penting. Membaca adalah jantungnya pendidikan tanpa membaca pendidikan akan mati. Membaca merupakan batu loncatan bagi keberhasilan disekolah dalam kehidupan bermasyarakat. Membaca merupakan salah satu fungsi yang paling penting dalam hidup. Semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca.

Jika di baca lagi sejarah Islam berperang melawan pasukan musyrik Quraisy di dekat sumur Badar pada tanggal 17 Ramdhan tahun 2 Hijriah. Pasukan Rasulullah SAW hanya memiliki 3.00-an pasukan. Sementara pihak kafir ada sebanyak 1.000 orang di bawah pimpinan Abu Jahal. Allah memang berpihak pada kebenaran dari 1.000 personil 70 orang musyrik berhasil dibinasakan dan 70 orang musyrik lainnya ditawan. Tebusan tawanan berkisar 1.000-4.000 dirham/orang.

Nabi Muhammad sungguh tauladan ummat, beliau mengambil kebijakan yang sangat tidak lazim. Nabi tidak meminta tebusan uang tetapi meminta ganti sesuatu yang jauh lebih berharga dari uang ataupun harta. Tebusan tersebut adalah kemampuan membaca dan menulis. Rasulullah menawarkan para tawanan kaum Quraisy yang pandai baca-tulis dengan menebus dirinya dengan mengajarkan baca tulis kepada 10 orang anak Madinah.

Luar biasa hebatnya Rasulullah!!! Literasi sudah ada sejak zaman nabi. Literasi sangat berharga dari pada harta.

Pada abad ke-10 tepatnya di Andalusia terdapat 20 perpustakaan umum. Perpustakaan umum Kordoba, saat itu memiliki tidak kurang dari 400.000 judul buku. Cukup beralasan jika kita menyatakan bahwa peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenarasi mereka sendiri, tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi dinamonya, barat bukanlah apa-apa (Montgomery watt).

Peletakan dasar literasi dunia terjadi ketika wahyu Allah turun kepada Nabi Muhammad SAW yang pertama kalinya di gua Sur, dengan nama surah Al-Alaq ayat 1- 5.

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *