Maryati Arifudin,  Syawal Perdana 1442

Panggilan rindu itu ada hanya tuk umatnya yang mau mendekat pada-Nya. Kita semuanya boleh mendekat dan berharap pada-Nya. Yang membedakan seorang hamba dihadapan Tuhannya  hanya taqwa saja bukan yang lainnya.

Kita seharusnya sadar bahwa kita hanya seorang hamba. Kita hanya berusaha sekuat tenaga tuk taat di koridor yang telah ditetapkannya. Itulah ciri-ciri yang ada pada seorang hamba yang bertaqwa bisa menjadi pembeda hamba-hamba lainnya.

Ketetetapan itu memang yang terbaik tuk kita, jangan mencari pembanding ujian lainnya. Ingat, setiap jiwa pasti punya ujian kehidupan masing-masing tak usah mengorek-ngorek atau membandingkan ujian orang lain.

Sungguh, Tuhanmu maha tahu seberapa berat ujian itu hadir kita harus sanggup memikulnya. Karena, kita menyakini pasti Tuhanmu akan memberi jalan keluar yang tidak disangka-sangka jika diri ini selalu mendekat pada-Nya. Tuhanmu  pasti akan selalu mendengarkan lantunan doa-doa  yang dipanjatkan oleh semua hamba yang mengiba mengharap pertolongan-Nya.

Dalam sebuah hadist qudsi Allah berfirman: “Pergilah pada hambaku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya karena Aku ingin mendengar rintihannya” (HR.Thabrani dari Abu Umamah).

Sungguh dalam kesedihan ada suatu nikmat yang berbesar di berikan oleh Tuhan-Nya agar seorang hamba mau semakin dekat padaNya. Pintu terbuka bagi orang yang beriman jika ditimpa ujian tiba selalu mengetuk pinta dari-Nya. Yaitu pintu rahmad tuk mengharap pertolongan-Nya. Kondisi ini hanya diberikan bagi orang-orang yang mengimaninya bahwa Tuhan Alloh SWT sangat merindukan lantunan doa-doa hambanya.

Dalam hadist qudsi disebutkan, “Allah bertanya kepada Malaikat, ” apa yang kau bawa itu? Malaikat menjawab, “hambamu si fulan ini meminta itu dan ini sambil merintih menyebut namaMu”.  Lalu Allah membalas, “biarkan dulu, sengaja Aku tahan permohonannya karena Aku rindu dan suka mendengar rintihannya”.

Orang-orang beriman pasti punya cara tuk mengatasi dan menyelesaikan setiap ujian tiba. Alloh punya cara tuk mendidik hamba-hambanya yang bertaqwa. Saat ujian singgah di jazadnya, kita pasti punya keyakinan tuk bisa melewatinya tanpa menyalahkan siapa saja.

Bagi orang-orang yang beriman ada cara melafadzkan dzikir tiap pagi atau sore hari. Lafadz dzikir tertera dalam ayat Al Qur’an yang mulia surat terakhir surat Al Baqarah yaitu ayat 286 saja.

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya. Mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”. (Surat Al-Baqarah, Ayat 286)

Ujian hidup kadang ringan atau cukup berat yang kita alami. Kadang hadirnya sekali saja atau bahkan ujian itu bertubi-tubi menimpa setiap jiwa. Jangan takut akan ujian tiba, karena kita semua masih punya Alloh SWT  Yang Maha Pengasih memberikan tuk semua hamba.

Sungguh ujian itu hadir tuk meningkatkan derajat manusia menjadi lebih mulia. Karena meraka tahu, sabar adalah kunci mencapai derajat taqwa itu ada.

Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10)

Cukuplah ujian itu sebagai pertanda hadirnya cinta-Nya tertuju untuk kita sebagai batu loncatan meningkat derajat menjadi pribadi mulia. Karena, kunci sabar dan sholat telah bersinggah lama di jazad ruh bagi orang-orang beriman saja.

Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji” (HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath, 3/302. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 285).

Yakinlah, Alloh SWT akan memberi jalan keluarnya karena iman dihati telah mewarnai jiwa seutuhnya. Tidak ada putus asa dalam menjalani ujian bagi seorang hamba yang beriman pada-Nya. Mereka memahami dan meyakini bahwa setiap ujian hidup sungguh tuk menguji ketaqwaan hamba-hambanya. Hamba yang ditimpa ujian pasti menyakini, sungguh Tuhan Yang Penyayang selalu menunggu dan merindukan lantunan doa-doanya.

Referensi :

https://muslim.or.id/32540-jika-allah-mencintai-seorang-hamba-ia-akan-diuji.html https://muslim.or.id/58806-ujian-dan-jalan-keluar-bagi-orang-yang-bertakwa.html

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *