Oleh: Moh. Anis Romzi

“Saya pingin sekali menulis. Tetapi saya sibuk sekali. Tidak sempat.”Sebuah keluhan tentang kegiatan menulis salah seorang kolega. Itu hanya sebagian kecil. Beberapa yang lain juga mengeluhkan hal yang hampir mirip. Waktu dan kesempatan jadi kambing hitam. Kasihan deh mereka berdua ini. Keduanya harus rela diberi gelar itu. Ketua KALIMAT Ade Zaenudin menyebutnya dengan beternak alasan. Wow ciri baru dari alasan dapat beranak-pinak.

Menulis itu perlu bukti. Bukan ingin yang dibesarkan. Memulai dari yang sedikit lebih baik daripada ingin yang besar. Keinginan umumnya tinggi. Realisasi berada di bawahnya. Selama masih hidup, setiap manusia hampir pasti banyak inginnya. Mulai dari yang sedikit dan konsisten. Ketika dari menulis dari sedikit menjadi kebiasaan untuk yang banyak hanya tinggal mengumpulkan.

Paksa diri Anda menulis dalam 5 hari ke depan. Ciptakan kesempatan dan luangkan waktu untuk menulis. Anda yang menjadi kendali pada diri Anda sendiri.

Hari pertama. Tentukan tema tulisan. Boleh saja tema dijadikan judul. Tidak juga tidak masalah. Tentukan tema dan buat satu judul. Agar lebih mudah pilih tema dengan kehidupan Anda sehari-hari. Bisa saja dari lingkungan keluarga, pekerjaan, ataupun sekadar hobi. Yang dekat akan memudahkan untuk mulai menulis. Ingat! Satu tema kemudian jabarkan dalam judul. Itu untuk hari pertama.

Hari kedua. Tuliskan satu kalimat utama dalam pendahuluan. Satu saja dulu. Kalimat utama dalam bahasa Inggris disebut juga topic sentence. Kalimat utama berciri kalimat yang paling umum dalam sebuah paragraf. Biasanya(tidak selalu) kalimat utama berada sebagai pembuka paragraf. Ketika sudah terampil membuat kalimat utama juga akan sangat membantu membuat kerangka tulisan. Buat satu saja dahulu pada hari kedua.

Hari ketiga. Kembangkan kalimat utama pada hari kedua dalam satu paragraf. Ingat paragraf adalah gabungan dari beberapa kalimat dengan satu kalimat utama. Kalimat utama berfungsi sebagai pengunci agar tidak melebar. Panjang paragraf dan jumlah kalimat tidak ada batasan. Untuk kalimat sempurna dalam Bahasa Indonesia setidaknya mengandung subyek, dan predikat. Kurang dari itu bukan kalimat tetapi kata ataupun frasa. Buatlah satu paragraf dari satu kalimat utama. Kerjakan pada hari ketiga.

Hari keempat. Buat lagi satu kalimat utama. Sekarang langsung dikembangkan menjadi satu paragraf. Kembali panjang paragraf tidak ada batasan. Namun patut untuk diperhatikan bahwa tulisan dengan paragraf yang terlalu panjang dapat melelahkan maya. Eh, mata maksud saya. Sekadar saran 50-75 kata cukup untuk satu paragraf. Sekadar saran lho, boleh dipakai. Dibuang sayang.

Hari kelima. Ulangi lagi mulai hari kedua dengan tetap berpegang pada satu tema pada hari pertama. Tambah lagi dengan satu paragraf penutup tulisan Anda. Setidaknya Anda sudah memiliki satu judul dan dua paragraf penjelas tema. Jika ingin menyudahinya akhiri dengan paragraf penutup. Umum bahwa paragraf penutup berisi simpulan. Anda juga dapat menambahkan saran(jika ada) pada paragraf ini. Jadi deh, tulisan Anda pada hari kelima. Anda puas?

Sekarang Anda sudah mempunyai satu produk tulisan. Anda boleh menahbiskan diri sebagai penulis. Ini karena Anda sudah membuat karya tulis. Apapun hasil tulisan Anda. Untuk menulis tidak mengenal kata calon. Saya mengutip Cahyadi Takariawan (Pak Cah) guru menulis saya.

Sesuatu yang baik harus berulang. Jika Anda membuat tulisan hanya sekali sulit rasanya dikatakan baik. Termasuk saya he-he. Maka lanjutkan kebiasaan 5 hari menulis Anda lagi dan lagi. Ini mengapa perintah beribadah juga harus dilakukan berulang. Aplikasikan dalam menulis! Anda dijamin lancar pada hari ke-40. Kok jauh?

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 05 Desember 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *