Oleh: Moh. Anis Romzi

Ping, sebuah pesan whatsapp masuk. “ Pak, Saya minta tulisan dong buat buku saya. Kisah ketika mengajar di pedalaman.” Sebuah pesan dari sahabat KALIMAT, Agus Susilo Saifullah. Saya sering menyebutnya dengan Prof. Asus. Agak gelagapan menjawab pesan Sang Profesor. Saya termenung sebentar, saya memberanikan diri untuk menjawab.” Insyaallah siap”.

Suasana hujan rintik menyelimuti pagi itu. Itu sisa subuh tadi. Seperti biasa saya berdiri di depan gerbang sekolah menunggu peserta didik datang. Sambil menggenggam thermogun di tangan. Saat pagi masih agak gelap karena mendung. Beberapa peserta didik mulai berdatangan. Saat antrian masuk sepi untuk periksa suhu tubuh, saya melanjutkan menulis. Ada kekhawatiran apakah tulisan ini akan menarik nantinya? No problem, saya pikir. Saya harus tunaikan insyaallah saya.

Pendidikan di pedalaman. Adakah yang menarik? Pikirku. Ini akan sangat subyektif. Saya yakin bahwa setiap orang memiliki persepsi berbeda. Teringat pesan Pak Cah kalau menulis berniat menyenangkan semua orang, itu hampir mustahil. Jadi

Bismillah. Kisah sederhana ini dimulai. Ini bermula pada Desember akhir 2006. Jika ingatan saya tidak salah adalah tanggal 26. Adalah perjalanan yang menegangkan dengan sebuah speed boat. Perjalanan air dari Sampit (Kotawaringin Timur) menuju Katingan Kuala, Kabupaten Katingan. Moda transportasi air menyusuri sungai Mentaya menuju muara. Perjalanan menemui gelombang Laut Jawa di Teluk Sampit.

Awal pengabdian pada dunia pendidikan di Kalimantan Tengah. Ini adalah tekat untuk perjuangan hidup. Saya melihat hampir semua lembaga pendidikan yang ada kekurangan tenaga pendidik. Selain itu bahwa bahtera rumah tangga mulai dikayuh di sini. Katingan, bumi penyang, hinjei, simpei. Motto kabupaten pemekaran tahun 2003. Sekolah yang berada di wilayah kecamatan Katingan Kuala dan Mendawai jenjang SMP dan SMA. Perjuangan para pendidik sebelumnya tidaklah mudah. Infrastruktur yang belum memadai, ketersediaan sumber daya manusia yang terbatas, tidak menghalangi untuk tetap berupaya memajukan pendidikan.

Saya memaknai pengabdian adalah belajar. Di mana saja saya hidup itulah tempat belajar. Seperti memasuki dunia baru rasanya. Di mana sebelumnya terbiasa bercengkerama dengan keramaian, saatnya menepi dalam sepi dan ketenangan. Namun tidak boleh diam. Pendidikan sebagai sebuah usaha yang disengaja harus diperjuangkan keberhasilannya.

Saya mulai dari SMKN 1 Mendawai Kabupaten Katingan. Pada tanggal 2 Januari 2007 itu dimulai. Dua hari sebelumnya Plt. Kepala Sekolah ( Bapak Tutang, A.Ma.Pd) berkunjung ke rumah orang tua dua hari sebelumnya. Saya baru menyadari bahwa beliau juga termasuk orang yang ikut naik speed boat saat saya dengan istri dari Sampit. Saat itu Pak Tutang biasa saya menyebut beliau meminta saya bergabung ke SMKN 1 Mendawai. Pada tahun 2007 masih bernama SMK Affilial SMKN 2 Sampit.

Tempat pengabdian pada pendidikan kedua adalah SMA PGRI Katingan II. Saya bertemu dengan Kepala Sekolah seorang ibu. Maswarnie, S.Pd nama beliau. Seorang guru mata pelajaran matematika SMPN 2 Katingan Kuala yang memimpin SMA PGRI Katingan II. Seorang wanita tangguh asli suku Dayak. Dalam pembinaannya saya mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris. Saat itu memang belum guru mata pelajaran tersebut.

SMPN 2 Katingan Kuala sebagai tempat belajar mengajar ketiga. Saya ingat bahwa pertama kali masuk adalah tanggal 4 Januari 2007. Ini karena guru mata pelajaran Bahasa Inggris hanya satu. Beliau adalah ibu Lis Suriati Yunantias, S.Pd. Karena jumlah jam pelajaran yang banyak sekaligus sebagai wakil Kepala Sekolah Bu Lis saya biasa menyebut meminta saya untuk membantu pula. Saya bersedia. Bu Lis seperti ibu bagi saya di tanah perantauan Kalimantan.

Pada tanggal 11 Juni 2014 bergeser ke SMPN 4 Katingan Kuala. Di sini diberikan amanah tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah. Perjalanan yang tidak terduga. Saya hampir tidak pernah berpikir akan mendapat tugas tambahan ini. Prosesnya akan menjadi sebuah cerita tersendiri.

Jaya Makmur, pagi hujan di depan gerbang Sekolah. 26/11/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *