empty brown canvas

Otak Kosong dan Hati Kosong

Pernah mengalami kondisi otak lagi kosong? Kalau kata anak zaman now “ngeblank”. Memang tidak enak kalau otak lagi kosong. Mau mikir apa saja tidak nyambung. Mau mikir ini salah, mikir itu salah. Akhirnya serba salah. Tidak bisa mengeluarkan kemampuan otak. Tidak nyambung antara ucapan dan apa yang mau dilakukan. Itulah akibat dari otak kosong.

Otak kosong biasanya disebabkan karena stress dan beban pikiran. Hindarilah salah satu faktor psikologis seperti aktivitas sehari-hari yang terlalu berat. Faktor tekanan lingkungan sekitar juga mempengaruhi stress. Dengan menghindari gejala stress, bisa menghindari otak yang kosong.

Bagaimana dengan hati yang kosong? Yang ini bisa lebih bahaya lagi bagi yang mengalaminya. Hati yang kosong dapat mengakibatkan kehampaan hidup dan hilang arah. Hati itu inti dari manusia. Tanpa hati, manusia bukan dikatakan sebagai manusia seutuhnya. Ucapan dan perilaku seseorang bergantung pada kondisi hatinya. Jika hati seseorang itu baik maka baik pula yang lain demikian pula sebalilnya. Rasulullah Saw pernah berkata dalam sebuah hadis,

أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ 

”Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila dia baik maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah “Qolbu” yaitu hati “. (Hadis Riwayat Bukhori).

Hati itu ibarat raja. Bila sang raja memerintahkan sesuatu hal maka rakyatnya pasti akan melaksanakannya. Rakyat pada umumnya ingin memiliki raja yang baik, sehingga dapat menyeru kebaikan pada rakyatnya. Demikian pula kita ingin hati kita bersih agar perilaku dan perbuatan kita baik pula. Perilaku dan perbuatan kita merupakan cerminan dari hati kita.

Demikian gambaran dari otak yang kosong dan hati yang kosong. Sesuatu yang kosong menandakan tidak berisi atau tidak berarti. Dengan demikian jangan sampai otak dan hati kita kosong. Isilah otak kita dengan ilmu yang bermanfaat baik ilmu agama dan ilmu umum yang bermanfaat seperti ilmu Alquran dan sebagainya. Isilah hati yang kosong dengan zikir kepada Allah Swt. Allahua’lam. []

Azwar Richard

260421

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *