photograph of moon

Nisfu Sya’ban

Oleh: Abd. Samad

Alhamdulillah hari ini, Ahad 28 Maret 2021 bertepatan tanggal 14 Sya’ban 1442 H. InsyaAllah nanti malam kita memasuki malam nisfu sya’ban.

Bulan Sya’ban, kata Nabi Saw adalah bulanku. Di bulan ini, bagus kita untuk memperbanyak bershalawat kepada baginda Rasulullah saw.

Menurut riwayat, bahwa ayat : “Innallaha wamalaikatahu yushallu na alannabiy” itu diturunkan di dalam bulan Sya’ban.

Sungguh bershalawat kepada Nabi saw mempunyai makna, bahwa kita sedang mengundang nabi untuk hadir dalam langkah kehidupan kita.

Allah swt mengatakan bahwa kehadiran Nabi saw pada seseorang akan melepaskan azab Allah dalam kehidupan.

Kehadiran Nabi saw tentunya bukan secara fisik, karena nabinya sudah wafat, tapi ruh, jiwa, dan semangat beliaulah yang hadir dalam lubuk hati kita.

Dalam tasyahud shalat, kita berkata “Assalamu alaika ayyuhannabi warohmatullahi wabarokatuh- keselamatan, rahmat, dan barokah atasmu duhai nabi”. Coba perhatikan, ketika kita mengucapkan salam tersebut, maka secara tersurat dan tersirat, seseorang seakan langsung berhadapan dengan nabi saw.

Sayangnya banyak orang bertasyahud tapi tidak menyaksikan, mulutnya saja yang komat-kamit, namun hatinya melanglang-buana ke dunia maya. Sikap ini harus segera diubah.

Semoga dengan bershalawat kepada sang baginda Nabi saw, hidup kita selalu aman dan nyaman.

Sehubungan dengan nisfu Sya’ban, ada baiknya kita menyimak apa yang disampaikan oleh Ibnu Majah tentang sebuah hadis dari Sayyidina Ali karamullahi wajhah, dari Nabi Saw, beliau bersabda:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاء الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ، أَلَا مِنْ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ، أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطَّلِعَ الْفَجْرَ

Artinya; “Ketika malam Nisfu Sya’ban tiba, maka beribadahlah di malam harinya dan puasalah di siang harinya. Sebab, sungguh (rahmat) Allah turun ke langit dunia saat tenggelamnya matahari. Kemudian Ia berfirman: “Ingatlah orang yang memohon ampunan kepadaKu maka Aku ampuni, ingatlah orang yang meminta rezeki kepada–Ku maka Aku beri rezeki, ingatlah orang yang meminta kesehatan kepada–Ku maka Aku beri kesehatan, ingatlah begini, ingatlah begini, sehingga fajar tiba.”

Hadis tersebut menjelaskan, bahwa Allah azza wajalla turun ke langit dunia, sejak tenggelamnya matahari tanggal 14 bulan Sya’ban. Dia Allah berkata adakah yang bertaubat, maka kan Kuampuni, adakah yang minta rezeki akan Kuberi, adakah yang tertimpa musibah, maka akan Kuselamatkan.

Beliau Nabi saw menganjurkan agar beribadah di malam nisfu Syaban dan puasa disiangnya.

Sungguh bagi kita yang hidup di zaman ini, tidak pernah sepi dari dosa. Kata orang-orang tua dulu, ketika sudah membuka mata dan membuka telinga maka dosa-dosa mengalir masuk merayap ke dalam tubuh. Sebab yang kita lihat dan kita dengar tidak pernah sunyi dari dosa.

Peluang bertaubat dan diterima pertaubatan di malam Nisfu Saya’ban sangat besar sekali. Jadi jangan sia-siakan kesempatan tersebut.
Allah berfirman, Bersegarah menuju ampunan Tuhanmu dan surga, yang luasnya seluas langit dan bumi. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang dawam dalam bertaubat.

Di samping bertaubat, jangan lupa untuk meminta rezeki. Rizeki yang diminta tentunya bukan hanya harta semata. Kesehatan, keselamatan, kekuatan iman, dan husnul khatimah juga sangat kita butuhkan dalam hidup ini.

Kita hidup di era dimana bala datang beruntun, tidak habis-habisnya. Di malam nanti ada peluang untuk mendapatkan keselamatan dari berbagai bencana. Berdoa mohon diselamatkan, merupakan jalan damai agar tersingkir dari musibah.

Doa dan permintaan akan diijabah oleh Allah swt, sesuai dengan janji-Nya.

Malam nisfu Sya’ban adalah malam hari rayanya para malaikat. Malam diampuni dosa-dosa hambanya selama setahun. Kecuali orang yang musyrik dan tetap dalam permusuhan, mereka tidak diampuni kecuali mau bertaubat.

Demikian semoga bermanfat dan barokah selalu

Samboja, 14 Sya’ban 1442H

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *