Maryati Arifudin, 2 Juni 2021

Negeri pekerja lebih ternama dari pada negeri pertanda. Tanda mau maju bukan karena diam diri saja tapi mampu mengubah diri menuju derajat yang istimewa.

Pertanda ada jika ada perubahan dalam jiwa bukan hanya berkhayal saja. Jika berkhayal itu pertanda kegagalan akan singgah ke jiwa anda karena tidak ada kerja atau perubahan nyata.

Berkhayal tak boleh lama-lama membuat energi terbuang percuma. Anda masih duduk diam diri saja ternyata orang lain telah berlari mengejar asa. Kondisi ini memperburuk anda nanti pasti akan kecewa. Jangan anda terlena dengan sikap selengek diri aja, maka hidup anda hanya sia-sia di dunia apalagi di akherat tiba jazadmu akan tersiksa.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (surat al Ankabut ayat 64)

Masihkah kurang percaya dengan firman-firman-Nya wahai saudaraku. Apakah masih berleha-leha saja di dunia tanpa memperhatikan kampung akherat yang nyata. Sungguh! Nanti hidup yang abadi anda akan menderita selamanya.

Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu. (Surat Al-Hadid, Ayat 20)

Masih ada lanjutan peringatan penting bagi orang-orang bertaqwa dari Tuhan kita  tuk bersegera menundukkan kehidupan dunia yang melenakan. Surat Al Hadid ayat 20 diawal ayat-ayat ini nyata ada. Artinya : “Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur”.

Peringatan tuk tidak kerja berleha-leha di dunia, tanpa memperhatikan bekal kehidupan hari akhir yang kekal bagi seluruh manusia. Mampukah kita sebagai hampa mengelak atau tidak percaya akan kehidupan akherat yang nyata ada. Sungguh, kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” ( Surat An’am ayat 32)

Penyesalan itu tidak bermakna jika peristiwa itu terlanjur terjadi dan benar adanya. Lebih baik sekarang tuk bersegera berkemas menyamput peringatan-Nya agar lusa hidup kita tak merana. Ayo bergegas menyinsingkan lengan mencari bekal tuk hidup yang abadi saat ini kita mulai bergerak mengejar cita-cita mulia.

Bersakit sakit dahulu di dunia yang sementara ini tuk akherat yang kekal abadi sebagai tempat tinggal semua hamba. Jangan, ditunda selama kesempatan hidup tuk berbenah diri masih ada. Kita gunakan sisa usia tuk menggapai jalan-jalan yang diridhai Tuhan Alloh Yang Esa.

Mumpung masih ada energi menebar kebaikan saat  bulan ramadhan tahun ini tiba. Kita jadikan tonggak perubahan mengoptimalkan segala daya tuk mencari ridha-Nya. Agar, seluruh hidup kita mampu dipersiapkan menebar kerja yang bermanfaat minimal tuk diri atau mewarnai kebaikan warga setempat. Kita tidak mengerti sisa hidup kapan akan berakhir. Bersegeralah kita bertaubat sebelum pintu taubat tertutup rapat-rapat.

Bergerak bersama sahabat tuk menebarkan kebaikan walau sekejab. Siapa tahu, amalan sederhana tuk beramar makruf nahi mungkar sebagai pemberat timbangan akherat. Dari yang sederhana kita dapat berbuat tidak usuh tunggu yang berat-berat tuk menebar kebaikan buat kerabat. Pergunakan formula hebat tebarkan kebaikan walau lewat whatsapp. Semoga formula sederhana ini mampu diikuti oleh seluruh sahabat agar menumbuhkan pertanda kebaikan bermuncul di setiap saat.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/90605/hanya-permainan-kok-tegang

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *