Oleh: Moh. Anis Romzi

Pendidikan adalah upaya sengaja untuk merubah dari kondisi yang kurang menuju kondisi lebih baik. Ia tidak serta merta muncul tanpa upaya. Satuan pendidikan adalah organisasi yang dinamis. Ia akan selalu mengalir perubahan. Harapan dari pendidikan itu sendiri seyogianya mengarah pada perbaikan yang berkelanjutan. Ini memerlukan usaha yang sistematis; terarah, terencana, dan matang.

Mengelola manusia berbeda dengan barang ataupun mesin. Inilah uniknya merawat manusia. Bahwa ia adalah makhluk yang sangat dinamis. Maka penting untuk mengelola sumber daya manusia lebih dahulu daripada barang atau mesin sarana dan prasarana. Bukan program yang utama melainkan manusia yang ada dalam satuan pendidikan itu yang lebih penting. Dalam mengelola manusia memerlukan aneka keterampilan. Mulai dari komunikasi yang efektif sampai dengan pendekatan psikologis. Inilah uniknya manusia yang tidak dimiliki oleh mesin.

Mutu dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (permendikbud) no 28 tahun 2016 didefinisikan sebagai tingkat kesesuaian antara penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah dengan standar nasional pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah. Oleh karenanya penting bagi sekolah untuk berupaya memenuhi standar sebagai ambang batas pencapaian mutu. Ini akan menjadi sangat baik apabila inisiatif pencapaian mutu dimulai dari satuan pendidikan secara mandiri. Itulah tujuan dari Sistem Penjaminan Mutu Internal.

Salah satu perangkat mutu adalah adalah standar. Standar nasional pendidikan yang telah ditentukan memuat delapan butir. Muara dari standar itu adalah kompetensi lulusan meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar dibuat sebagai kerangka acuan untuk berjalan sebuah proses pendidikan di suatu sekolah. Delapan Standar Nasional Pendidikan menjadi rujukan mutu pendidikan Indonesia.

Langkah-langkah pencapaian mutu mandiri oleh satuan pendidikan. Pertama perlu bagi satuan pendidikan untuk melakukan evaluasi diri sekolah. Ini adalah aktivitas yang dilakukan untuk memeriksa capaian satuan pendidikan. Capaian yang dimaksud adalah hasil terhadap pemenuhan standar nasional pendidikan yang telah digariskan. Evaluasi Diri Sekolah ini dilakukan setahun sekali. Adapun bahan evaluasi adalah capaian rapor mutu tahun sebelumnya. Semua komponen satuan pendidikan membaca bersama untuk menemukan kekuatan sekaligus kelemahan satuan pendidikan.

Melihat capaian masa lalu, menemukan masalah dan masalah utama. Kemudian menentukan langkah-langkah prioritas untuk penyelesaian masalah utama. Ini adalah rangkaian aktivitas pemetaan mutu. Dari capaian rapor mutu kemudian ditentukan langkah-langkah untuk pemenuhan mutu. Langkah-langkah ini didasarkan pada kondisi satuan pendidikan dan kapasitas orang-orang yang ada di dalamnya. Segala masukan yang bersifat membangun pantas untuk dipertimbangkan.

Di mana peran kepemimpinan dalam pencapaian mutu mandiri? Ia menjadi bilah kemudi kecil mengarahkan bahtera pendidikan kepada tujuan. Kompetensi kepala sekolah dalam bidang manajerial mempunyai andil besar dalam mengarahkan. Ketajaman kompetensi yang terus diasah menggambarkan hasil satuan pendidikan yang dipimpinnya.

Untuk memudahkan dalam pengelolaan perlu dipecah dalam tim-tim kecil. Dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal merupakan langkah awal menuju suksesnya penjaminan mutu eksternal. Ini menjadi tanggung jawab satuan pendidikan. Sekolah bertugas merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkan sebagai bagian dari satuan pendidikan formal.

Saatnya untuk bergerak mewujudkan mutu bersama secara mandiri. Tentunya dengan mengacu pada standar yang telah digariskan. Bahwa upaya yang timbul dari dalam akan mengokohkan. Ini akan menjadi kekuatan satuan pendidikan. Ketika peningkatan mutu telah menancap dalam setiap diri warga sekolah, niscaya akan memudahkan langkah yang akan diambil.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 11/12/2020

Bahan bacaan: Modul SPMI, 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *