Oleh: Moh. Anis Romzi

Tidak ada yang mampu menjamin akan terjadi apa pada hari esok. Kehidupan adalah anugerah dari Sang Maha Kuasa. Sebagai pemberian itu dapat kapan saja diambil oleh pemiliknya. Tanpa aba-aba dan pemberitahuan sebelumnya. Ia berikan kehidupan kepada manusia untuk berkreasi. Saya memaknai kreasi dengan karya, amal, ataupun perbuatan baik. Salah satu karya baik itu adalah tulisan. Ini akan dapat menjadi ladang pahala apabila membawa pembacanya pada kebaikan.

Hidup kita sampai hari ini. Tanda tanya akan menjadi berikutnya. Senyampang masih diberikan kehidupan gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Kesempatan identik dengan waktu. Ia tidak akan pernah kembali. Kesekian kalinya betapa pentingnya waktu. Bahkan Allah banyak bersumpah dengan waktu. Mulai al-Ashar, al-Fajr, al-Lail, ad-Dhuha dan beberapa lainnya. Kembali denganwaktu Allah mengingatkan. Tiada pilihan selain mengisinya dengan iman dan amal kebaikan.

Ada hak yang diberikan-Nya kepada kita manusia untuk berencana. Rencana adalah hal yang berkaitan dengan niat. Siapa saja yang meniatkan diri melakukan kebaikan Allah sudah memberikan ganjaran. Apalagi apabila dibuktikan dengan perbuatan. Rencanakan tulisan Anda untuk hidup yang lebih panjang dan bermanfaat. Hasil karya berupa tulisan dapat membuat usia melebihi angka. Selain itu peradaban suatu bangsa ditandai dengan tulisan. Prasasti sejarah pun juga dilihat dari tulisan yang ada di dalamnya. So, berencanalah sekarang dan segera buktikan tulisan Anda.

Rencanakan yang baik, lakukan yang baik insyaallah akan berhasil baik. Ini adalah logika positif. Rencana dan pelaksanaan yang baik bukan tanpa hambatan. Itulah seni dalam kehidupan. Hidup tidak akan berkualitas tanpa hambatan dan tantangan. Pun begitu pula dengan menulis. Hampir pasti itu akan ada. Saya memaknai hambatan adalah ujian untuk naik kelas. Pun begitu pula dengan kritikan. Ada masanya seorang penulis bisa saja mengalami kejenuhan, kebuntuan gagasan, dan gangguan lainnya. Setiap mereka datang, kembalikan pada rencana baik di depan.

Tulislah rencana anda esok tentang kebaikan. Agar keburukan tidak ada kesempatan masuk. Sejatinya kehidupan selalu berpasangan. Baik-buruk, siang-malam, hitam-putih adalah beberapa contoh pasangan dalam kehidupan. Itu bersifat alamiah. Dalam menulis rencana baik setidaknya akan menjadi cita-cita kita masa mendatang. Wujudkan cita-cita kebaikan mulai dari sekarang. Jika Anda belum memulainya. Sibukkan hidup dengan menulis kebaikan agar keburukan tidak sempat datang. Niatkan!

Upayakan menyesuaikan antara rencana dan tindakan. Inilah kunci pada saat pelaksanaan. Inilah masa yang memerlukan konsistensi, perjuangan, bahkan berdarah-darah. Itu kalau didramatisir ya? Namun bisa saja itu terjadi. Dalam upaya mempertahankan kebaikan dalam pelaksanaan perlu pengorbanan. Anda setidaknya harus merelakan waktu untuk melaksanakan yang telah Anda rencanakan. Jika ada ketidaksesuaian periksa kembali.

Tulislah rencana baik, lakukanlah dengan baik hasil serahkan kepada Yang Maha Pemberi. Otoritas hasil tidak berada di tangan kita. Namun kita dianjurkan untuk berikhtiyar. Perencanaan hasil adalah bentuk dari ikhtiar itu. Hari esok kita tidak ada yang tahu. Tugas kita sebagai hamba adalah mengabdi kepada-Nya. Ia hanya menghendaki kebaikan untuk diterima.

Apapun hasilnya terimalah. Buah sebuah ikhtiar yang bersungguh-sungguh akan terasa indah. Penilaian akan sangat beragam. Apapun bentuk penilaian itu adalah hadiah. Tulisan Anda hari ini untuk esok adalah cita-cita. Gapailah, sebarkanlah jika itu mengandung manfaat bagi yang lain. Ini akan menjadi ladang pahala tiada berkesudahan. Menulislah senyampang masih diberikan kesempatan hidup untuk hari ini. Biarkan Ia yang memikirkan hasilnya. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 12 Desember 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *