Oleh: Abd Samad

Hari ini Rabu, 26 Mei 2021, sebentar sore nanti sampai malam akan terjadi gerhana bulan total. InsyaAllah kita bisa menyaksikan peristiwa ini.

Dalam rangka momentum terjadinya gerhana bulan, alangkah indahnya sebagai seorang muslim untuk meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah swt.

Baik, mari memperhatikan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut :

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari 1044)

Rasulullah saw, beliau menjelaskan bahwa mentari dan rembulan adalah ciptaan Allah, sebagai wujud tanda-tanda kekuasaanNya.

Terjadi gerhana bukan karena kematian atau kelahiran seseorang. Ia fenomena alam sebagai bukti nyata tentang sunnatullah.

Dalam hadis tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya agar melakukan 4 (empat) amalan.

Pertama. Memperbanyak berdoa kepada Allah.

Doa itu berasal dari kata da’a artinya menyeru, memanggil Allah.

Memanggil Allah, bukan karena Dia jauh, bahkan Allah Maha Dekat, lebih dekat dari dari urat leher.

Dia al Qarib, kita menyeruNya dengan seluruh potensi diri. Berdoa dengan cara munajat, berbisik dengan bahasa qalbu. Bertutur dengan bahasa lisan. Memohon kebaikan kepada Allah.

Ketika terjadi gerhana, Allah sedang menunjukkan kekuasaan-Nya kepada para hamba-Nya, agar kita lebih takut berbuat kemaksiatan. Sebaliknya kita harus semakin mendekat kepada-Nya.

Allah berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآَيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

“Tidaklah kami mengirim ayat-ayat itu selain untuk menakut-nakuti (hamba).” (al-Isra: 59)

Dan bagian dari wujud rasa takut kepada Allah adalah dengan merendah diri di hadapan-Nya. Perbanyak berdoa dan memohon ampun kepada Allah swt.

Berdoa kepada-Nya  ketika terjadi gerhana. Terserah doa apa saja yang kita butuhkan.

Lebih-lebih sekarang, ketika terjadi wabah virus covid 19 semakin masif melanda bumi. Kita harus berdoa mohon perlindungan agar dijauhkan dari segala keburukan virus covid 19 bersama varien barunya.

Ketika shalat sudah selesai, sementara gerhana belum terbuka. Dianjurkan untuk memperbanyak berdoa sampai gerhana selesai.

As-Syaukani mengatakan,

قوله ” فصلوا وادعوا ” يدل على أن من سلم من الصلاة قبل الانجلاء يتشاغل بالدعاء حتى تنجلي، وقرره ابن دقيق العيد قال: لأنه جعل الغاية لمجموع الأمرين

Sabda beliau, “Kerjakanlah shalat dan perbanyak berdoa” menunjukkan bahwa siapa yang salam selesai shalat sebelum gerhana hilang, dianjurkan untuk memperbanyak berdoa, sampai matahari/bulan terlihat kembali.

Kedua, memperbanyak bertakbir

Masing-masing  bertakbir membesarkan Allah. Allahu akbar, hanya Allah yang besar, selain Allah semuanya kecil.

Semua makhluk tidak berdaya dihadapan kekuasaan Allah. Allahu akbar inilah pelabuhan kita berlabuh. Kita tautkan hati kepada Allah Yang Maha Besar.

Perbanyak memperbanyak mengucap hauqolah la haula wala quwwata illa billah. Inilah syahadat diri. Kita nyatakan bahwa kita lemah tak berdaya. Semua makhluk lemah.

Jadi gantungkan harapan hanya kepada Allah.

Jangan pernah mempersekutukan Allah dengan makhluk apa pun.

Kita perbanyak takbir Allahu akbar.

Kita dianjurkan banyak mengagungkan Allah.

Allahu akbar wala haula wala quwwata illa billah.

Ke tiga, mengerjakan shalat.

Shalat amalan penting dalam hidup. Ia menjadi sarana untuk mendapatkan pertolongan Allah. “Wasta’inu bishshobri washssholah – minta tolonglah kepada Allah dengan sabar dan shalat.”

Pelaksanakan shalat gerhana dua rakaat. Tiap rakaatnya dua kali ruku, dua kali membaca al fatihah. Shalatnya bisa diperpanjang sampai berakhirnya gerhana, atau disesuaikan dengan situasi.

Shalat menjadi sarana munajat dan silatun kepada Allah. Merupakan bentuk meditasi tertingggi dalam kehidupan ummat Islam.

Sekaligus shalat sebagai sarana mencegah diri dari segala bentuk kemungkaran

Ke empat  memperbanyak sedekah

Sedekah di sini bebas, bisa sedekah makanan atau uang atau yang lainnya.

Sungguh sedekah termasuk salah satu sebab dihilangkannya bala’ bencana. Termasuk  diselamatkan dari adzab neraka.

Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

(Bertaqwalah kepada Allah bentengi diri dari neraka, meskipun hanya dengan sebiji kurma).  (HR. Bukhari ).

Sedekah termasuk sebab bisa selamat dari adzab dan keburukan hidup.

Teknis sedekah, bentuknya bebas. Bisa juga bersedekah makanan untuk orang yang melaksanakan shalat gerhana.

Semoga dengan bersedekah  kita diselamatkan dari segala macam bencana kehidupan.

Semoga terjadinya gerhana bulan kali ini, tepat setelah setengah bulan berhari raya idul fitri. Setelah setengah bulan sudah berlalu bulan ramadhan yang penuh berkah.

Semoga momen terjadinya gerhana bulan total ini, mampu menambah kekuatan iman kita kepada Allah swt. Terutama untuk membentengi diri dari segala hal yang merusak sendi-sendi kehidupan.

Demikian, wallahu’ alam.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *