Menggeret Kisah Pengabdian pada Dunia Pendidikan (3) SMA PGRI KATINGAN II
Oleh: Moh. Anis Romzi

Setiap sore hari saya pulang dari sekolah. Saat sampai di rumah kumandang azan magrib seraya bergema. Itulah aktivitas mengajar saat di SMA PGRI Katingan 2. Karena masih belum mempunyai gedung sendiri kegiatan belajar mengajarnya masih menumpang. SMPN 2 Katingan Kuala adalah tempat para peserta didik SMA PGRI Katingan 2 berlangsung. Mereka masuk siang karena menunggu siswa SMP selesai belajar. Saya tidak pulang ke rumah dan menunggu KBM SMA mulai lagi. Praktis hampir 10 jam setiap harinya berada di sekolah.
SMA PGRI Katingan II adalah tempat saya belajar pada pendidikan di bumi Isen Mulang Kalimantan Tengah. Lembaga swadaya para guru untuk menanggulangi putus sekolah lulusan SMP di wilayah pemukiman transmigrasi Katingan 2. Jika mereka ingin melanjutkan jenjang SLTA dipastikan mereka akan berpisah dari orangtuanya. Ini karena sekolah jenjang SMA terdekat adalah diibukota kecamatan dengan jarak sekitar 40 km. Soal medan jangan tanya, saat musim penghujan waktu tempuh dapat mencapai dua jam dengan sepeda motor.
Saat pertama datang ada rasa canggung pada siswanya. Beberapa dari mereka ada yang usianya hampir sama dengan saya. Mereka rata-rata pernah berhenti belajar di sekolah formal. Kemudian melanjutkan kembali. Saya masih ingat ada salah seorang siswa yang tahun lahirnya 1982. Pada tahun 2007 ia sudah berusia 25 tahun.
Sebuah sekolah swasta yang dimaksudkan untuk menampung lulusan SMP di wilayah Katingan 2. Ini adalah itikad baik tokoh masyarakat dan orang-orang sekitar pada pendidikan. Beberapa sesepuh dan tokoh masyarakat menggagas perlunya didirikan lembaga pendidikan jenjang SMA di Katingan 2. Agar para lulusan SMPN 2 Katingan Kuala masih tetap terus belajar. Sedikitpun mereka memperoleh ijasah SLTA.
SMA PGRI Katingan 2 saat itu dipimpin oleh seorang ibu kepala sekolah. Maswarni nama beliau. Guru mata pelajaran matematika di SMPN 2 Katingan Kuala. Ia masuk dalam jajaran guru senior. Dalam kepemimpinan Ibu Maswarni, SMA PGRI Katingan 2 mampu bertahan. Dan akhirnya di ambil alih oleh Pemerintah Daerah untuk dinegerikan. Saya tidak mengalami proses penegeriannya. Namun sempat melahirkan beberapa lulusan.
Ada kejadian heroik dalam pendidikan di SMA PGRI Katingan 2. Saat UN tahun 2006 lebih dari 80% peserta didik kelas XII tidak lulus. Unik dan sangat menyentuh semua peserta didik yang tidak lulus mau mengulang semuanya. Sekitar 25 peserta didik yang gagal saat UN 2006 masih bersedia mengulang belajar kembali. Tidak satupun dari mereka merasa malu.
SMA PGRI Katingan 2 tidak bisa lepas dari seorang sosok yang yang bernama Kariyadi(almarhum). Ia adalah ketua yayasan PGRI pendiri SMA Katingan 2. Kiprahnya telah diakui di Kabupaten Katingan. Bahkan semasa hidupnya ia pernah menulis buku ‘Sang Penggebrak’. Kisah perjalanan Kariyadi kecil pengusir burung pipit. Kariyadi adalah salah satu putra terbaik yang kabupaten Katingan miliki. Dalam perjuangannya ia juga telah tiga periode menjadi legislator di DPRD Katingan.
SMA PGRI Katingan 2 adalah tempat saya ketiga mengabdikan diri pada pendidikan. Sekarang SMA PGRI Katingan 2 telah berubah menjadi SMAN 2 Katingan Kuala. Itu dinegerikan oleh Pemerintah Daerah pada tahun 2010. Saya pun juga bergeser ke SMKN 1 Mendawai sebagai sekolah induk. Namun beberapa personel pendidik masih bertahan. Mereka menjadi penyambung sejarah perjalanan dari Sekolah swasta menjadi negeri. Semoga tulisan ini dapat menjadi prasasti kecil perjalanan pengabdian pada pendidikan di Katingan Kuala, Katingan, Kalimantan Tengah.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 03 Desember 2020.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *