MENGENAL MU
Oleh: Komalasari
Padahal aku mengenal Mu sudah lama
Sejak Engkau ijinkan untuk menikmati alam sempit namun nyaman tak ada duanya
Lepas dari sekat untuk bereksplorasi, menjelajah keajaiban yang sulit diungkapkan
Kenyamanan yang ada membuatku rindu menggebu
Menikmati keindahan bagaiman kesabaran dan keikhlasan berproses
Aku ingin menikmati rasa sedu sedan suara lirih di sepertiga malam milik-Nya
Menyaksikan sayap-sayap malaikat mengepakkan rahmat dan keberkahan pada mereka yang asyik mengutarakan cintanya pada Sang Khalik
Menunggu waktu, itulah awal aku mengenal sabar
Bagaimana harus berjuang melewati sebuah lubang kepastian
Mengembara di belantara penuh tantangan untuk mendapatkan banyak bekal pada saat kembali nantinya
Kini, aku berdiri diantara mereka para pemenang kompetisi
Saat itu berjuta sperma berebut untuk masuk ke tempatnya yang hak
Bukankah ketika mereka berhasil menuju sasaran dinamakan bibit unggul?
Sikap yang harus diambil selanjutnya, adalah bersyukur
Aku tak mengira, panggung dunia penuh dengan gemerlap rona menggiurkan
Namun, tampak juga pemandangan menakjubkan
Aura ketenangan luar biasa, ia tak tergoyahkan dengan riuh rendah sekelilingnya
Ada garis yang tegas, bersih, lurus bercahaya Kilaunya seperti mutiara
Akupun mengikuti proses yang disediakan Sungguh, tidaklah patut untuk menolak
Karena guncangan akan menyapa bahkan menyusup pada organ termahal
Lain halnya jika kita melakukannya sesuai juklak yang ada
Setiap menemui kesulitan, ternyata dibarengi dengan dua kemudahan
Akupun semakin mengenal situasi perjalanan Saat ku coba belok dari aturan yang ada, lalu mencari simpati manusia
Sebentar merasakan nikmatnya menjilat es krim sambil memejamkan mata
Namun tatkala membuka netra, terpuruk
Berat dirasa untuk bisa kembali menapaki pijakan yang sempat ditinggalkan
Akhirnya aku berlari, melepaskan semua beban dan tersungkur. Menumpahkan segala keluh
Meluapkan kegundahan
Tidak
Ternyata aku mencederai rasa syukur pada-Mu
Memar, Pedih rasanya, namun sambutan-Mu tetap utuh