Lucunya Negeriku

 

Suatu pagi, di sudut kota itu

Aku mengayuh becak usang, peninggalan ayah

Yang pernah dirawat ibu

 

Roda tiga itu terus melaju

Rodanya pun berputar bergantian

Melewati makadam, menyentuh aspal

Dan sesekali menyelami dalamnya lubang jalanan

 

Ah, inilah negeriku

Sedang di depan sana, aku mendengar suara

Bising mesin-mesin itu

Memotong ubin-ubin mengkilap dan licin

 

Tentu akan dipasang di gedung megah

Tempat para beberapa bedebah

Ups, bukan-bukan maksudku penadah

Penadah aspirasi katanya

 

Yang kita sendiri tahu

Bahkan dalam setiap sidang

Hanya titip salam dan nama

Lalu untuk apa

Lantai kinclong menghias ruang penuh drama itu?

Lucu memang

Triznie Kurniawan
Penggir Sereng, 27 April 2021 
0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *