ethnic boy solving mathematical example made of toy numbers

Logika Hitungan Ada

Maryati Arifudin, 14 Ramadhan 1442

Belajar berhitung tuk kehidupan akhirmu. Nikmat yang diberikan pada hambanya sungguh terasa istimewa bagi yang ingin memahaminya. Hadiahnya surga yang mau menjalaninya, asal iman tetap terjaga.

Ayo kita bermain logika yang diberikannya melalui ajaran yang lurus tiada kebohongan yang dijanjikannya. Karena pijakannya Al Quran mulia sebagai tuntunan umat manusia. Jika dirimu mampu mengimaninya, maka hidupmu tak akan sia-sia. Karena, nikmat itu ada dari Tuhan yang maha sempurna. Dirimu tak akan mampu menghitungnya akibat banyaknya nikmat yang diberikan pada hamba-hambanya jika menyadarinya.

Maha kasih sayang jangan diragukan lagi wahai manusia. Logika mana yang menjamin keuntungan yang berlipat ganda. Coba perhatikan keuntungan yang ditawarkannya dengan hadirnya bulan mulia dan hadir keimanan jika ada didada.

Landasan ini nyata! Bagi yang mau mengimani Alloh dan Rasulnya jaminannya sangat mempesona yaitu surganya. Keimanan itu ada di dalam jiwa cukup mengikrarkanya. Mengikarkan kalimat tauhid yang agung sebagai kunci surga dibuka. Ikrar dengan diikuti iman di dada dan diaplikasikan dalam amal yang nyata.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang paling bahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dengan tulus ikhlas dari hatinya.” (HR. Al-Bukhari No.99 dan 6576; Ahmad II/ 373 dari shahabat Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu)

Kunci itu telah ada bagi umat yang mau menundukkan hawanafsunya. Hawanafsu yang mampu ditundukkan untuk ketaatan pada Alloh dan Rasulnya. Kalimat tauhid itu, wajib dijaga sampai akhir kehidupan ini dan jangan digadaikan dengan gemerlapnya dunia. Agar diri selamat dari kehidupan sesungguhnya.

Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka, dengan memberikan surga untuk mereka” (QS. At Taubah: 111).

Nikmat yang tiada tara, jiwa seorang mukmin diganti surganya. Perjuangan iman itu, wajib dijaga agar kehidupan akhir tidak sengsara. Jaminan apa yang membuat bahagia dari Tuhannya nyata. Sungguh! Alloh SWT tidak pernah  mengingkari janji-Nya.

Nikmat selanjutnya, sesuai dengan logika ilmu Alloh yang sebenarnya sangat dan selalu menguntungkan hambanya. Setiap insan telah ditatapkan batas umurnya, pasti semua umat mengakuinya. Ada akhir kehidupan nyata setelah kita tiada, diri kita akan membuktikannya.

Dan apa saja (kekayaan, jabatan, keturunan) yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Tidakkah kamu mengerti? (Surat Al-Qashash, Ayat 60).

Bahasa tersirat, Alloh telah memberi peringatan penting. Bahwa apa yang ada disisi Alloh adalah lebih baik dan lebih kekal. Peringatan itu, hendak menjadi rujukan untuk mencari bekal terbaik untuk akherat nanti.

Tuhan yang Maha Penyayang akan memberi nikmat pada insan yang mau beriman pada-Nya. Wujud itu akan nyata, coba simak penjelasan ayat Al Qur’an yang menguatkannya.

Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47)

Simak logika pikir dari Tuhan kita semua. Andai  umur di dunia mencapai 60 tahun saja. Sungguh umur hidupmu dihadapan Tuhanmu hanya satu setengah jam saja atau setara dengan 90 menit. Sungguh, ilmu hitung ini yang membuat kita tidak bisa berleha-leha. Bagaimana, kita tak mau berpikir dengan ilmu Tuhanmu?

Sungguh hidup di dunia selama 60 tahun, dihitungan Tuhannya hanya 90 menit. Artinya, waktu singkat kita hidup didunia akan dibalas dengan suga nikmatnya tiada tandingannya didunia.

Kita hidup sederhana tak perlu foya-foya untuk menjadi pribadi yang bertaqwa hanya 90 menit akan digantikan hidup di surga selamanya. Bulan mulia telah didepan mata, masihkan kita tidak mau menggapainya? Nikmatnya bulan puasa punya banyak ragamnya yang ditawarkannya, tidakkah kita tertarik dengan hitungan Tuhan-Nya.

Tawaran Tuhan pencipta itu nyata dan harus diyakini dengan sesungguhnya. Agar, kita semua bersegera menyambut segala perintahnya. Akhirnya, perjuangan ujian di dunia dan segala permasalahan anggap hal yang biasa. Karena kita semuanya percaya bahwa Alloh SWT akan mengganti surganya. Bersabarlah atas segala ujian yang ada! Tidak selamanya ujian kehidupan ada di depan mata. Percayalah! Ujian itu suatu saat akan sirna bersama tambahnya iman di dada.

Berbahagialah yang mau menggapai jalan yang terjal tetap mempertahankan imannya. Mereka akan berjumpa Tuhan Pencipta kita semua.  Itulah, cita-cita mulia yang tumbuh dalam iman yang beriman di akhir hayatnya. Percayalah! Sungguh hitungan dari Tuhan pasti akan tepat dan benar adanya. Jalanilah  ramadhan ceria dengan amalan yang nyata. Nanti, dirimu akan tahu kebenaran hitungan dari Al Qur’an yang mulia.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *