MaryatiArifudin, 29 November 2020

Rasa lelah itu ada rehatlah! Menghindarkan penat agar energi baru bermunculan cukup dengan istirahat dan bersedekahlah.

Kadang kita yang tidak boleh menyerah dengan ujian dan terpaan yang menghantam kehidupan. Jangan menyerah, jangan pasrah, tetaplah bersedekah tuk mencari jalan arah sesuai syariah.

Hempaskan penat itu, agar dirimu tidak merasa lelah. Lelah terhadap argumen yang salah kaprah. Fokus pada jalan-Nya sesuai syariah agar tak termasuk golongan orang yang merugi. Golongan merugi yang mengesampingkan kebahagian akhir yang kekal nan abadi. Masihkah mencari jalan-jalan lain yang menyimpang atau belumkah kita merasa puas tuk menerjang aturan-Nya.

Bersandarlah pada Sang Maha Kokoh tuk bersandar dalam kehidupan. Kembalikan masalah pada-Nya lepaskanlah. Jika kau lelah hampir menyerah maka mendekatlah baru boleh pasrah. Pada saat pasrah maka bersimpuh sujudlah memohon ridha-Nya agar lepas benang khusut dari semua masalah.

Kenapa ku tak berusaha mendekati-Nya. Usahalah tuk bermunajat malam pada-Nya. Itulah, tempat pasrah yang tepat tuk diri kita yang lagi lengah dan lelah. Percayalah benang khusut akan terlepas dan tubuh akan terhempas tuk menghilangkan beban yang mengitari kita.

Jauhkan lambung dari tempat tidurmu tuk menggapai ridha semata. Cari celah malam tuk mendekat pada-Nya. Tapi sungguh itu sangat berat kecuali seseorang yang terpilih terasa ringan tuk melakukannya. Sungguh godaan itu, sangat berat tuk bangun sepertiga malam mengamalkan ajaran mulia.

Cobalah bangun sepertiga malam walau dua rakaat saja. Berusahalah mendekat dengan memperbanyak bacaan Al Qur’an mulia agar lahir ketenangan jiwa. Pasrahkan segala masalah itu, sampaikan tuk mencarikan solusinya. Namun, jangan lupa diri kita tetap berusaha sekuat tenaga menerima ihlas segala ujian tiba.

Kita orang-orang terpilih tuk menjalani ujian itu jika hadir membersama kita. Setiap ujian datang sebagai proses pembelajaran tuk menguat asa. Asa tuk berbuat yang terbaik dan tepat saat melangkah agar tak terjerumus di lembah yang hina. Di kokohkan langkah kita menghadapinya, agar tegar dari segala prasangka. Keberhasilan saat melewati ujian itu adalah penguat rasa. Rasa tuk selalu bersyukur pada-Nya, bahwa kita masih sangat butuh sandaran-Nya.

Carilah waktu-waktu yang sangat baik tuk berjumpa pada Tuhan Yang Esa. Sepertiga malam terakhir ku coba rutinitas berjuang mewujudkannya, harapan itu belum bisa. Barang siapa bermunajat pada-Nya,  Alloh akan kabulkan. Barang siapa memohon ampuna-Nya, Alloh turunkan ampunan itu seluas langit dan bumi. Janji Alloh SWT sungguh benar, namun hanya sedikit saja orang yang mampu menunaikannya.

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Syaitan mengikat di pangkal kepala seseorang darimu saat ia tidur dengan tiga ikatan yang pada masing-masingnya tertulis, ‘Malammu sangat panjang, maka tidurlah!’ Bila ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, maka satu ikatan lepas. Apabila ia berwudhu maka satu ikatan lagi lepas dan bila ia shalat satu ikatan lagi lepas. Maka di pagi hari ia dalam keadaan semangat dengan jiwa yang baik. Namun jika ia tidak melakukan hal itu, maka di pagi hari jiwanya kotor dan ia menjadi malas”.

Ada keistimewaan sholat tahajud. “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, dan bagikanlah makanan serta sambunglah silaturahmi dan tegakkan lah sholat malam saat manusia yang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

Ku coba diri tuk membangun tekad. Mencari amalan mulia yang sungguh berat. Ku tuntun diriku tuk bermunajat mencari waktu-waktu yang tepat. Seperti yang dilakukan oleh para sahabat membangun tekad saat bermunajat.

Referensi: https://almanhaj.or.id/3499-keutamaan-shalat-malam-dan-anjurannya.html

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *