Maryati Arifudin, 26 Ramadhan 1442

Pilihan kebaikan ada ditangan anda, anda baik tuk diri anda bukan untuk orangtuamu. Sungguh, Alloh SWT sangat melihat perilaku hamba-hambanya.

Hambanya yang taat maka ketaatannya bukan untuk Tuhannya. Bangkitkan hati anda, tuk merubah diri sesuai petunjuk-Nya. Sungguh, Alloh menyaksikan kesungguhan jiwa-jiwa yang akan merubah diri menuju cahaya Ilahi Rabbi  sebagai bukti bertaubat diri.

Ayat-ayat Alloh SWT bukan tuk menakuti-nakuti, tapi sungguh ayat-ayatnya sebagai peringatan dan berita gembira agar anda tidak menyesali. Sungguh, peringatan Alloh SWT nyata bukan fatamorgana. Neraka, siksa kubur, hari qiyamat pasti terjadi. Jika semua hamba yang detik ini mengimani pasti akan bersegera merubah diri.

Renungkan! Dalam surat Fushilat ayat 3-4 yang artinya: “Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui. Yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan”.

Merubah diri tidak hanya lewat lisan saja, namun segera membangkitkan hati tuk bergegas mengusir kemalasan dalam mendirikan perintah-Nya. Sambut perintah-Nya tanpa bosa-basi dan tanpa mencari alasan kesana-kemari yang tak akan memberi efek diri.

Bangun dari tidur panjangmu yang selalu menina bubukkan hatimu tuk bermalas diri. Bangun, bangkit, dan berdiri tuk mengerjakan pekerjaan yang berkualitas agar hidupmu berarti. Hamba-hamba yang mendedikasikan hidupnya tuk menjadi sampah-sampah yang tidak berfungsi pasti akan merugi. Sungguh, jika akhir hidupmu menjadi sampah residu dirimu akan menyesali.

Masih kurang percayakah bahwa surga dan neraka itu disiapkan bagi hamba-hambanya. Renungkan, pilihan ada di tangan anda mau tunduk pada-Nya atau ingkar pada-Nya. Jiwa-jiwa yang sadar diri akan bangkit memotivasi diri mengubur semua pikiran dan jazad yang menjauhkan dari jalan Illahi Robbi. Sungguh! Alloh maha mengetahui dengan niat dan perubahanmu. Semua boleh anda dustai, tapi ingatlah Alloh SWT mengetahui perbuatanmu.

Bangun ketundukkan hatimu bahwa hidup kita dalam kepengawasan-Nya. Apa yang kita niatkan saja sungguh Alloh  sangat mengetahui dan melihat jalan pikiranmu. Renungkan! Kesempatan ini masih ada waktu segera bertaubat. Bangunlah rasa takut pada-Nya karena segala sesuatu yang kita perbuatan baik atau buruk Sang Kholik Maha Mengetahui.

Tak terasa satu bulan penuh umat muslim sedunia telah mentarbiyah diri. Tarbiyah dibulan ramadhan itu perlu bukti diri apakah diri ini mau menjadi pribadi yang beriman atau mau jadi residu sampah yang tidak berfungsi.

Jika ingin bangkit dari keterpurukan hidup ini bersegera bergerak memperbaiki kualitas diri. Buktikan dirimu mampu rukuk dan sujud didepan Tuhanmu setiap hari tanpa disuruh atau diawasi oleh ibu bapakmu.

Sungguh! Rukuk dan sujudmu sebagai langkah awal mengusir semua halusinasimu yang tidak menentu. Usir semua keinginanmu yang tidak bermutu dan tidak berkualitas yang menjauhkan Tuhanmu. Agar, hidupmu mampu merubah peluang sampah menjadi emas mutiara yang ditunggu tuk bangkitnya suatu negeri.

Sungguh Alloh SWT sangat mencintai pemuda pemudi yang bertaubat dengan kemauan jiwa dan raganya tuk menyesali diri. Pintu yang fitri, jadikan tonggak sejarah baru dalam pikiran, hati, dan jazad tuk menguatkan ikrar syahadatmu. Bukti perubahan itu akan selalu ditunggu tuk diabadikan dalam hatimu. Buktikan bahwa dirimu telah berubah dan mampu menundukkan hawanafsu.

Bulan tarbiyah lalu hendaknya mampu membentuk pribadi muslim yang bermutu. Bukan pribadi muslim yang mau kembali menjadi residu sampah kehidupan yang tak bermanfaat. Sungguh! Residu sampah akan mengganggu dalam kehidupan sekelilingmu.

Hanya pribadi yang berhasil menjadikan bulan ramadhan sebagai tarbiyah dirilah yang menguatkan ruhmu tuk merubah diri. Sungguh! Perubahan itu untuk dirimu sendiri bukan untuk siapa-siapa.

Renungkan! Sampai kapankan anda tak mau tunduk pada ajaran yang lurus ini. Apakah harus dihadirkan musibah dalam hidupmu baru kita menyadari. Ataukah masih belum sadarkah dengan banyaknya bencana atau musibah besar yang hadir dibumi ini.

Sadarlah! Hidup ini suatu saat akan berakhir.  Yang muda tidak selamanya muda terus. Bukti itu nyata suatu saat rambut hitam akan menjadi putih, gigi yang kokoh akhirnya akan tanggal satu per satu. Begitulah hidup yang muda jadi tua dan yang sehat suatu saat akan sakit.

Semua yang tua, muda, kaya, miskin, sehat atau sakit suatu saat akan tiada menemui Tuhan-Nya. Ku sadar bahwa ajal tidak berdasarkan urutan usia. Usia muda banyak yang tiada. Demikian jua usia tua banyak yang ajalnya telah berakhir juga. Kita semua tinggal menunggu waktu dan gilirannya tuk bersegera menyiapkan bekal akherat jangan dilupa.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *