Ku Hadir
MaryatiArifudin, 1 Ramadan 1442

Bulan yang hadirnya selalu ditunggu dan dirindu. Hari ini telah datang terasa istimewa bagi terkhusus perindu surga. Mengapa terasa istimewa?
Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.
Bulan yang berbeda dengan bulan lainnya. Bulan yang penuh kemuliaan, keutamaan dan keberkahan yang hadir satu tahun sekali. Sebagai pertanda pintu kebaikan terbuka lebar dari Sang Pencipta Alam Semesta. Alloh SWT sangat mencintai semua insan tanpa pilih kasih. Tinggal, hamba saja yang bersiap diri. Mau ambil kemulian bulan suci itu, atau kita terlena saja dengan tawaran yang diberikan oleh Tuhannya.
Rasulluh SAW dan para sahabat selalu menyambut Ramadhan dengan suka cita. Bagaimanakah dengan kita? agar kebaikan berada dalam hati, sehingga kita semua ringan mengamalkan perintah-Nya. Berhati-hatilah jika muncul perasaan berat dengan hadirnya bulan yang mulia ini.
Coba kita renungkan ungkapan sang guru Al-Ghazali. Bohonglah orang yang mengaku mencintai Allah SWT tetapi ia tidak mencintai rasul-Nya. Bohonglah orang yang mengaku mencintai Rasul-Nya tetapi ia tidak mencintai kaum fakir dan miskin. Dan bohonglah orang yang mengaku mencintai surga tetapi ia tidak mau mentaati Allah SWT.
Gambaran insan yang ceria menyambut ramadan dapat kita cerna. Peluang emas itu ada tinggal masing-masing pribadi mampukah menunduk hawanafsunya. Sungguh, peperangan terhadap hawa nafsu adalah tugas utama manusia untuk menundukkannya sesuai aturan-Nya.
Hari ini, warga kampus SMK bisa bercerita indahnya menyambut malam pertama bulan ramadan tiba. Shof sholat jamaah cukup mewarnai masjid kampus kita. Anak-anak, pemuda-pemudi, dan orang tua bergegas sebelum adzan pertanda hadirnya ramadan. Suara gempita langkahnya terdengar dipenjuru dunia. Siapa yang menggerakan itu semua?
Penggerak hati itu ada, sambutlah! Buang rasa males yang ada dalam raga. Manfaatkan berkahnya panggilan Alloh SWT! Rawat dan jagalah sampai berakhirnya nafas kehidupan.
Sungguh perindu surga banyak tantangannya. Tantangan aktivitas dunia yang begitu menggoda, mari kita tundukkan iman dan amal dengan aksi nyata.
Coba kita tengok keceria anak-anak warga kampus SMK. Dengan semangatnya menyemarakan ramadan dengan amalan nyata. Anak seketek saja mampu berpuasa, walau dahaga selalu menggoda. Anak itu bisa tunduk dengan aturan-Nya. Bagaimanakah kita yang telah memasuki usia yang tidak muda?
Coba tengok anak kecil ceria, mampu membacakan Al Qur’an yang mulia. Walau sekali-kali diselingi rasa kantuk mengoda. Mereka mampu menundukkan rasa kantuknya, dengan semangat menghatam kitab suci bagi manusia. Bagaimanakah kita yang telah berusia senja? Tidak termotivasikah menyaingi amal anak muda atau anak-anak kecil di sekitar kita.
Jangan putus asa, tuk mengambil berkahnya ramadan tahun ini tiba. Agar diri kita tidak kecewa, mencari bekal memenuhi catatan kebaikan untuk raga.
Hadirkan terus hati dan jazad tuk menegakkan panggilan-Nya. Gunakan raga memenuhi shof sholat di garda terdepan. Sebagai, pertanda sigap menundukkan hawa napsunya. Melangkah ke masjid sebelum waktu adzan jauh-jauh dikumandangkan. Ambil berkahnya ramadan tahun ini, sebagai tonggak perubahan kebaikan. Jaga tonggak kebaikan sampai nafas penghabisan.
Hadirnya ramadan mampu membawa tonggak perubahan kebaikan dapat belajar dari lingkungan sekitar. Setiap jiwa disekitar dapat sebagai proses pembelajaran kebaikan. Raihlah berkah ramadan dengan penuh kesungguhan agar termasuk jiwa yang beruntung.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *