composition of fresh flowers for floral decor

Kita Bukan Siapa-Siapa
MaryatiArifudin, 7 April 2021
Sakit adalah kondisi tubuh yang tidak prima akibat stamina tubuh turun. Kondisi keadaan tubuh yang memburuk berupa pikiran, anggota tubuh, dan jiwa. Sakit mana yang paling berperan memunculkan waswas pada si sakit?
Namanya ujian sakit pasti semua orang mengalami. Yang tidak pernah sakit, kadang kurang memperhatikan nikmat sehat itu. Begitu rasa sehat itu kembali hadir bersama kita, seakan dunia ini milik kita saja. Saking senangnya, terbebas dari derita lara.
Sungguh muncul sakit dalam badan kita sering membuat was-was diri. Oleh karena itu, jika tubuh terasa ada yang lain. Maka, bersegeralah pikiran kita yang harus ditundukkan. Banyak istighfar yang kita lantunkan. Kita menyadari diri, banyak kesalahan dan dosa yang dilakukan. Mohon ampun pada-Nya, agar rasa sakut segera sirna.
Bangun ketaatan pada Yang Kuasa, sunggub ujian sakit atas kehendak-Nya. Sehingga, jika tidak mudah berprasangka pada makhluk di dunia. Prasangkalah yang terbaik kepada Sang Pencipta, bahwa hadirnya sakit tuk diri kita agar kita bisa bersabar dengan nikmat yang ada.
Nikmat sehat yang telah diberikan bertahun-tahun lamanya, sungguh itu adalah nikmat yang agung. Nikmat yang tidak digantikan oleh apapun, sungguh saat sakit inilah baru kita akan menyadarinya. Sadar diri, bahwa kita adalah makhluk yang lemah. Makhluk yang sering kali berjeluh kesah dan sangat mengharap belas kasihan dari Sang Pencipta.
Rasa sakit itu kita harus terima dengan ihlas, semoga kesabaran saat menjalani mampu menumbuhkan ketaatan pada-Nya. Dengan lara yang dirasa kita akan menyadari bagwa diri kita bukan siapa-siapa. Sungguh! Diri kita makhluk yang lemah dan masih memerlukan pertolongan dari Sang Pencipta Raga.
Hadirnya sakit menyadarkan kita bahwa diri ini menunggu terkabulnya doa. Bersabarlah saat ujian sakit itu menempa dirimu. Suatu saat rasa sakit ini akan sirna. Namun, jika rasa sakit itu masih menempel di jiwa raga usahakan pikiranmu selalu tetap berprasangka positif pada-Nya. Obat penyembuh yang utama, dudukkan pikiran kita tuk berusaha mendekat pada Sang Penyejuk Jiwa.
Sungguh penentram jiwa adalah dengan membaca Al Qur’an mulia. Apalagi membaca dengan mentadaburi arti dan isinya. Percayalah, jiwa kita akan terasa istimewa saat menikmati kitab suci untuk manusia. Sehingga, setiap manusia akan tetap selalu syukur dan sabar menghias dalam jiwa.
Berhati-hati jua, saat kita tak pernah mengalami rasa sakit walau flu-flu ringan saja. Jangan sampai tak pernah mersakan sakit, membuat dirimu serasa dipuja apalagi membuahkan rasa sombong. Berhati-hatilah jika nikmat sehatmu, tak membuahkan ketaatan padanya. Karena bisa membawa petaka.
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145.
Nikmat yang besar terdapat dalam jiwa hendaknya menumbuhkan syukur pada-Nya. Nikmat besumber dari Tuhannya, jangan membuat dirimu terlena melupakan kewajiban-Nya. Tundukkan nikmat dari-Nya untuk selalu menghamba pada Sang Pencipta bahwa kita bukan siapa-siapa. Nikmat yang besar itu mampu membawa ketaatan pada-Nya. Jangan sampai nikmat yang banyak tercurah pada kita membawa kesombongan diri saja.
Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. [Yunus/10:92]
Gambaran kesombongan makhluk yang tak pernah sakit itu nyata. Nikmat yang begitu besar membawa ia menyombongkan dirinya. Dirinya menganggap tuhan semesta, sungguh kesombongan akibat istidraj itu ada. Semoga, segala nikmat yang diberikan kepada kita bukan ujian istidraj dalam kehidupan nyata. Renungkan pada diri ini, kita bukan siapa-siapa.

Referensi:
https://almanhaj.or.id/11272-akhir-tragis-sang-penguasa-tiran.html https://rumaysho.com/10828-istidraj-jebakan-berupa-limpahan-rezeki-karena-bermaksiat.html

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *