Maryati Arifudin, 31 Mei 2021

Jemari kemana hendak kau lari, jika kau diizinkan tuk berlari. Ku akan berlari mengitari bumi dengan ketikan huruf demi hurufku.

Aku akan memulai mengitari dunia dengan menyambung ketikan huruf per huruf sehingga mengandung makna tiap hari. Ku yakin dapat mengitari dunia dengan jemariku itu impiku.

Jika aku melangkah dengan fisikku, pasti jemariku tak mampu tuk mewujudkan impian itu. Mana mungkin aku melangkah dengan kekuatan jemariku pasti terasa lelah fisik jariku. Melangkah dengan jemari? Sampai kapan aku akan sampai ke kampung tetangga. Pasti aku hanya mampu berkhayal saja jika saya menggunakan fisik jariku tuk mengarungi dunia ini.

Tekad itu ada dalam kekutan jemarimu wahai jemariku! Aku bisa tunjukkan kekuatanmu tuk mengitari angkasa yang kau mau. Tekad tuk membentuk kalimat dengan ketikan satu per satu huruf itu kau rangkai menjadi kalimat yang bermutu. Kalimat kebaikan yang kau tulis dengan jemarimu pasti kau mampu melangkah ke dunia mana yang kau mau.

Tuliskan saja nada-nada yang menyentuh hati tuk melakukan kebaikan itu. Ketuk itu, hati-hati dengan ketikan syairmu. Dendangkan tanpa membuat cengkokan lagu yang mengumbar nafsu. Buat syair nadamu kau ketik satu per satu dengan jemarimu tuk mengingatkan hidup menuju Tuhan Yang Satu.

Sentuhkan hati semua hamba dengan suara lagu yang syahdu tuk mendekat pada Tuhanmu. Sungguh jemariku, dirimu pasti mampu mengitari negeri dengan syair ketikan not-not lagu karyamu. Karya yang menggetarkan negeri tuk bersatu membangun negeri dengan menundukkan hati pada Sang Empunya hati yaitu Alloh Yang Satu.

Tapi Ingat kekuatan jemari saja akan menjadi bermakna jika fisikmu melipatkan seluruh pancara indra dalam jazadmu.  Hai jemari, dirimu akan mampu mengejar mimpimu atas kerjasama anggota tubuhmu. Jangan kau ragu, jika kau mau mengitari dunia ajak anggota tubuhmu bersatu padu mendukung  kerjamu wahai jemariku. Kerjasamalah dengan seluruh inderamu kau akan mempu menyusun kata perkata.

Setelah itu, sebarkan karyamu ke seluruh dunia maya yang kau mau. Hasil tulisanmu akan berlari mengarungi bumi sesuai impianmu. Jangan ragu, lakukan itu terus-menerus  tanpa mengenal batas waktu. Kejar impian itu wahai jemariku.

Jika jemariku ingin  mengiatari bumi dengan membuat narasi walau satu kalimat tiap hari. Tidak perlu berlari fisik jemarimu tuk menembus seluruh penjuru bumi. Kerjamu akan lebih ringan dengan mengiptimalkan seluruh panca inderamu.

Allah SWT berfirman, “Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? (QS Ar Rum [30]: 8).

Dalam diri kita terdapat banyak hal yang bisa ditafakuri. Sungguh dari susunan anggota tubuh hingga cara kerja organ-organ tubuh kita sangat menakjubkannya. Apakah kurang jelaskah bahwa semua ada yang mengendalikannya, tak mungkin semua bekerja dengan sendirinya.

Duhai jemariku, dirimu tak mungkin mengetik huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat yang bermakna tanpa kerjasama dari pancara indera dalam tubuh kita. Peristiwa sederhana ini, mari  kita tundukkan hati. Yakinkan pada diri bahwa apa yang membuat karyamu tersebar menembus batas negara ada campur tangan Tuhanmu. Oleh karena itu, sampaikan kalimat kebaikan itu walau satu kalimat tiap hari agar memberi warna bumi agar nampak lebih ayu.

Olehkarena itu, sampaikan karyamu berupa tulisan apa saja yang berupa kalimat-kalimat kebaikan yang mampu merubah warna isi dunia. Merubah warna kehidupan bagi pembacanya yang ingin mencari ketenangan jiwa.

Tulislah kalimat dari Tuhanmu yang membuat hati bahagia atau gembira. Membaca tulisanmu kadang berlinang air mata karena bahagia atau ditumbuhkan kesadaran jiwa. Mereka sadar bahwa mereka perlu mendekat dengan Tuhan-Nya di saat nikmat itu ada.

Sebelum ujian itu hadir di tengah-tengah kita. Tumbuhkan kesadaran dalam jiwa bahwa Tuhanmu akan mengambil nikmat seseorang tanpa izin pada pemilik sementara. Sungguh, pemilik sesungguhnya yang ada dalam jiwa seluruh manusia hanya Alloh Yang Maha Kaya.

Ingat, wahai jemariku kita bukan siapa-siapa tanpa ridha-Nya. Sadarlah, kita hanya sesuatu yang tidak berdaya tanpa campur tangan-Nya. Oleh karena itu, sampaikan kalimat-kalimat kebaikan-Nya. Ingatlah, semua kalimat kebaikan itu sumbernya dari Tuhanmu Alloh SWT bukan lahir dari yang lainnya.

Wahai jemariku tuk mewarnai bumi buatlah tulisanmu yang mengandung makna tuk menundukkan hati dan membuat bahagia selamanya. Tidak semua orang suka akan tulusan anda, jangan membuatmu merana atau sengsara. Jemariku, kita hanya berusaha tuk mengetuk jiwa-jiwa yang membutuhkannya. Ingatlah jemariku, kita tak mungkin menyenangkan seluruh isi jagad raya. Tetap melangkah wahai jemariku walau dengan menguntai satu kalimat bermakna minimal tuk penyemangat dirimu saja. Tetap tersenyumlah wahai jemariku, kerjamu tak ada yang sia-sia tuk menyampaikan kalimat-kalimat kebaikan itu.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *