crop businessman giving contract to woman to sign

Kepemimpinan (50) Terpercaya
Oleh: Moh. Anis Romzi
Adalah salah satu sifat mulia seorang pemimpin. Terpercaya adalah harga tinggi seorang pemimpin. Ini adalah bagian dari kualitas diri. Ini adalah sifat utama seorang pemimpin. Termasuk dalam kategori kompetensi kepribadian. Saat terpercaya ini telah menjadi karakter seorang pemimpin, ia telah menjadi nahkoda yang tepat sebuah bahtera kepemimpinan.
Layaknya hasil sebuah penelitian sahih, valid adalah bentuk pertanggungjawaban ilmiah. Ini bermakna kepemimpinan obyektif. Hasil kepemimpinannya dapat diukur dan bisa diandalkan. Siapa saja para pemimpin yang mampu melaksanakan kepemimpinan terpercaya akan dapat mampu berkompetisi. Dengan kata lain apresiasi akan mengikutinya kemudian. Pengguna produk dan layanan institusinya akan menjadi pengiklan yang jujur.
Salah satu indikator pemimpin terpercaya, melakukan apa yang diucapkan. Yup, perkataan cerdas dan bijak itu penting. Namun lebih penting tindakan yang cerdas dan bijak. Walaupun tanpa diiringi kata-kata. Kepemimpinan bukan semata ucapan, melainkan keselarasan antara perkataan yang benar sekaligus tindakan yang benar pula. Sebuah kata bijak dapat dijadikan inspirasi. “Hidup adalah perbuatan, berbuat lebih baik dari sekadar berkata-kata.”( Program WQ SMPN 4 Katingan Kuala, oleh M. Yusri)
Kepercayaan lebih tinggi dari pada cinta. Jika kepercayaan itu ada, maka bersemilah cinta. Terdengar klise mungkin, tetapi kepercayaan dan cinta itu berdekatan. Bayangkan bila ada percaya dan cinta tumbuh antara institusi dan pengguna produknya, apa saja akan diberikan. Kemajuan, kesuksesan atau apapun namanya kebaikan institusi akan mudah dicapai. Di sanalah pemimpin seyogianya bekerja, membangun kepercayaan.
Untuk meraih kepercayaan, pemimpin melaksanakan amanah tugas dengan baik. Bahkan sangat baik. Ini berkesan subyektif. Pemimpin perlu menetapkan orientasi capaian keberhasilan. Salah satu arahan Sallis (2010) dalam TQM ini Education, pemimpin dan institusinya fokus pada pelanggan. Standar kemudian. Suara pelanggan laksana suara tuan bagi institusi. Pemimpin terpercaya segera merespon keluhan pelanggan.
Membangun kepercayaan institusi tidaklah semudah membalikkan tangan. Stake holder paling utama adalah pengguna produk dan layanan institusi. Kepuasan mereka terhadap produk layanan dapat dijadikan ukuran bagi pemimpin. Untuk sebuah institusi pendidikan misalnya, maka jumlah pendaftar, lulusan yang mampu bersaing, atau lebih tinggi dapat menjadi ukuran. Pun ketepatan waktu layanan dapat dijadikan alat ukur mutu bagi ‘pelanggan’.
Kepercayaan dapat diraih oleh institusi apabila mampu mencapai standar keinginan pengguna. Pun standardisasi yang ditetapkan oleh badan standar terpercaya pula. Pemimpin juga perlu berpikir dan bekerja atas standar yang terpercaya. Kembali dalam konteks pendidikan standar yang dipakai adalah 8 standar nasional pendidikan. Ketercapaiannya diukur oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah. Sisi kepercayaan institusi juga dapat dibangun dari standar ini.
Tunaikan kepercayaan dengan ketulusan. Jaga seperti menjaga diri Anda sendiri.
Sampit, Kalteng. 28/3/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *