brown canoe in the body of water near mountain

Kepemimpinan (48) Sumber Inspirasi
Oleh: Moh. Anis Romzi
“Masa depan menjadi milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi” (Anna Eleanor Roosevelt) via koran bekas, (Kompas, Minggu, 2 Desember 2012). Barangkali ada yang belum membaca.
Ini adalah kisah Eleanor Roosevelt. Saya mengutipnya dari lembaran koran bekas yang saat saya menuliskannya kembali ini telah berusia 9 tahun. Laksana seorang gadis cantik yang mulai bertumbuh menjadi dewasa. Saya menulis ulang untuk menggali inspirasi kepemimpinan. Pun dari tokoh perempuan dunia. Kata kunci yang mereka pegang percaya pada impian mereka masing-masing.
Dua orang wanita tangguh, Eleanor Roosevelt dan Jessica Watson. Keduanya hanya bagian kecil dari miliaran wanita di dunia. Mereka berdua percaya pada kekuatan mimpi dan tidak kenal menyerah dalam mengusahakannya. Mimpi dan sukses tiap orang mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Namun, hampir semua sepakat bahwa kesuksesan itu tidak didapatkan secara instan. Hanya orang yang senantiasa berusaha yang mendapatkannya.
Saya meletakkan simpulan ceritanya di paragraf di atas. Cerita dimulai dari Eleanor. Saat itu usianya masih enam tahun. Namun, jangan bayangkan Eleanor kecil menjalani hari-hari penuh warna dan tawa seperti anak-anak lain seusianya. Hidup dengan seorang ayah pemabuk dan ibu penderita sakit kepala kambuhan membuat suasana di rumahnya New York jauh dari hangat. Ditambah lagi hubungan yang kurang harmonis di antara keduanya.
Karena sakit yang di deritanya, ibu Eleanor meninggal saat ia berumur delapan tahun. Ia pun mendedikasikan dirinya untuk merawat sang ayah sampai ajal menjemput. Diusianya yang kesepuluh Eleanor menjadi yatim-piatu dan dirawat oleh neneknya. Mengingat masa Kecilnya, Eleanor pernah menulis, “Aku adalah seorang anak pendiam yang tidak cantik. Aku seperti seorang perempuan tua kecil yang kehilangan spontanitas dan kenangan masa muda.”
Semangat muda akhirnya dirasakan saat ia bersekolah di Allienswood Academy di London. Di sana ia belajar bahasa, sejarah, dan sastra. Eleanor juga menjadi orang yang cukup vokal dalam mengungkapkan pendapatnya tentang kondisi politik yang kontroversial.
Kelak Eleanor menjadi politikus dan aktivis HAM. Namanya juga tertoreh dalam sejarah sebagai ibu negara Amerika Serikat dalam masa pemerintahan Franklin Delano Roosevelt 1933-1945.
Jesssica Watson, pada 17 Oktober 2009. Ia berkata, “ besok aku akan bangun dan berlayar mengelilingi dunia.” Ini adalah mimpinya. Keesokan harinya, di pelabuhan Sydney ia benar-benar mengembangkan layarnya untuk mengarungi lautan. Hari itu ia mengawali 210 hari ke depan yang dihabiskan sendirian di lautan sampai dia kembali dari tempat bertolak.
Jessica menempuh perjalanan dengan jarak 42.596 kilometer. Ia melewati perairan keras, badai hebat, dan enam kali mesin mati. Ketika berhasil pulang ribuan orang menyambutnya. Bahkan Perdana Menteri kala itu Kevin Ruud menyebutnya sebagai pahlawan baru Australia. Kata Watson, “ Saya hanyalah gadis biasa yang percaya pada impiannya.”
Kisah dua wanita di atas dapat menjadi inspirasi tanpa membedakan gender. Kiprah seorang pemimpin akan menjadi cerita generasi sesudahnya. Yang baik akan menjadi inspirasi. Tentu kebaikan juga akan mengalir pada pemberi teladan kebaikan. Para pemimpin bermimpilah bersama tim, dan berusaha keras untuk mewujudkannya.
Sampit, Kalteng, 26/3/2021
Bahan bacaan: Kompas (Koran edisi, 2 Desember 2012)

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *