paper boats on solid surface

Kepemimpinan (47) Membuat Merek yang Kuat
Oleh: Moh. Anis Romzi
Sebuah institusi dapat belajar pada yang lain. Apalagi jika itu adalah baru. Pemimpin dalam institusi baru sedikitnya melihat perjalanan institusi lain yang lebih panjang. Terkhusus bagi institusi memiliki kredibilitas tinggi. Orang-orang yang di dalamnya rela berjuang keras untuk sebuah pencapaian. Mereka yang telah melalui berbagai tahapan perkembangan institusi. Mulai dari fase kelahiran, perkembangan, klimaks, dan inovasi untuk tetap bertahan.
Kita boleh melihat sebuah institusi, organisasi, atau perusahaan yang telah melalui masa yang panjang. Bagaimana mereka bertahan menghadapi tekanan dan guncangan. Penyelesaian terhadap tekanan yang mereka lakukan dapat dilakukan jadikan pelajaran bagi seorang pemimpin. Pastinya memerlukan kecakapan dan keterampilan siapa saja yang telah mampu melewati ujian-ujian institusi. Termasuk dalam menjaga merek.
Bagi sebuah institusi baru, dengan sumber daya manusia yang baru pula akan mencari formula. Anggaplah nama itu sebuah merek, maka menjaganya menjadi tanggung jawab utama seorang pemimpin. Periode yang panjang telah membuktikan perusahaan sekelas Nike, Adidas, Intel, mampu menjaga merek mereka tetap kuat. Dalam ungkapan yang sering kita dengar ‘apalah arti sebuah nama’ bisa benar adanya. Karena ditopang proses yang kuat di balik nama itu.
Ini adalah upaya membentuk merek yang kuat dalam institusi. Merek yang kuat wajib didukung kualitas mutu total. Ini telah tidak hanya berbicara soal harga, namun memenuhi keinginan pelanggan. Bagi sebuah institusi mutu merupakan gairah dan harga diri pada mulanya. Sedangkan di tengah proses perjalanan akan ada tangis, tawa, terjerembab, jatuh dan bangun. Bagi tim mutu adalah kebahagiaan setelah melalui titik-titik waktu untuk tetap bertahan dan menyala.
Menetapkan target pada standar yang tinggi. Ini memerlukan keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi. Penentuan target menggambarkan daya juang yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Target yang tinggi, strategi yang tepat, dan sumberdaya yang mendukung merupakan modal yang bernilai tinggi. Bukan soal uang semata.
Memiliki kelebihan yang tidak dimiliki institusi lain. Ini adalah salah satu cara lain menguatkan merek ‘kita’. Dalam prinsip pasar, institusi memberi yang dibutuhkan pelanggan. Langkah mula memperkuat merek. Memenuhi apa yang diminta pelanggan merupakan bagian integral dalam membentuk merek yang kuat.
Sumber daya manusia yang kreatif dan tahan banting. Ia terus berupaya memperbaiki diri dengan mendekatkan diri kepada pelanggan. Dalam sebuah industri barang lazim memiliki layanan keluhan pelanggan. Keluhan dan suara pelanggan dapat menjadi peluang kreativitas dan ketahanan.
Apabila memungkinkan sebuah institusi dapat melebarkan aneka jasa. Adalah sebuah pengalaman melihat sebuah pembangkit listrik milik Mitsubishi. Banyak orang familiar bahwa Mitsubishi adalah produsen otomotif. Namun dalam jangka waktu tertentu ia melebarkan pada unit usaha yang lain. Mitsubishi hanyalah salah satu perusahaan yang memiliki lebih dari satu unit usaha. Ada masih banyak lagi yang melakukan hal yang sama.
Sampit, 25/3/2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *